
Hallo sahabatku semua, maaf ya sudah lama rasanya tidak update episode baru semoga kalian masih setia menunggu...
Sekarang boleh saya lanjut cerita Hana dan Devan.?
18+...
Setelah makan Devan mengajak Hana ke pantai menikmati matahari terbenam, di sana Devan sedikit mengenal sedikit sifat sang istrinya...
"Benar juga ucap, kak Nayla aku harus meluangkan waktu untuk mengenal dirinya." gumam Devan yang melihat Hana sedang berlari mengejar ombak di tepi pantai.
Hana tersenyum pada Devan saat dirinya menoleh melihat sosok suami tampannya yang sedang memperhatikan dirinya itu...
Devan berjalan mendekati Hana...
"Kamu senang.?" tanya Devan...
"Iya... Tuan terimakasih." kata Hana.
"Kamu tidak pernah ke pantai.?" tanya Devan lagi.
"Dulu saat ayah masih hidup, saya pernah ke pantai bersamanya ternyata hari itu adalah hari terakhir dana ayah mengajak aku ke pantai... Mungkin ini juga terakhir kita ke pantai, setelah kita bercerai." ucap Hana meneteskan air mata entah mengapa air mata keluar begitu saja.
Devan hanya diam karena dirinya sedang menyusun hatinya untuk Hana istri yang baru dia kenal saat di pelaminan.
__ADS_1
"Tuan, sudah malam apa setidaknya kita balik.!" kata Hana.
Saat di perjalanan tiba tiba sangat macet ada beberapa polisi yang menjaga jalan... Devan membuka pintu mobil saat itu memang hujan turun sangat lebat...
"Pak ada apa.?" tanya Devan pada polisi tersebut...
"Lebih baik bapak putar arah karena cuaca buruk ada pohon tumbang." ucap polis yang sedang mengatur jalan itu...
Devan menurut lalu mereka memutar arah mencari hotel yang tidak jauh dari pantai di mana Devan dan Hana kunjungi...
Karena akibat cuaca buruk hotel yang mereka datangi pun penuh, saat Devan ingin memesan 2 ( Dua ) kamar tetapi tersisa satu kamar saja di hotel itu...
"Maaf tuan, hanya tinggal satu kamar saja dan itu juga tinggal ranjang singgel." ucap resepsionis hotel.
"Baiklah." Devan mengambil kamar hotel itu.
Saat mereka masuk melihat kamar hotel itu Hana dan Devan saling terdiam melihat isi kamar hotel tersebut.
Yang hanya ada 1 ranjang yang ukuran 180, TV, lemari kecil kursi lalu meja lampu....
"Saya akan tidur di bawah dan anda di tempat tidur... " ucap Hana.
Devan hanya diam, lalu mencet telepon yang ada dikamar hotel untuk terhubung di bagian pelayanan hotel tersebut...
__ADS_1
Devan memesan makan malam... Setelah makan malam selesai mereka berjalan di taman hotel dan berbelanja beberapa setel baju untuk mereka ganti...
Keduanya membersihkan badannya masing masing... Hana yang sudah memasang posisi untuk tidur di lantai Devan menghentikannya...
"Tidurlah disini." ucap Devan menepuk tempat tidur di sampingnya...
"Kamu tidak usah takut." kata Devan lagi...
Hana percaya iya pun menghampiri ke tempat tidur yang di tepuk suaminya...
"Aku keluar dulu..." ucap Devan.
Devan keluar meninggalkan Hana sendirian... Entah kemana Devan pergi Hana tidak tahu, dirinya sudah merasa lelah Hana langsung tidur.
Tak lama Devan datang dengan kondisi mabuk... Hana terkejut melihat Devan yang mabuk...
"Tuan anda kenapa.?" tanya Hana panik... dirinya sedang tidur nyenyak tiba pintu di ketok dengan keras... padahal Devan membawa kunci kamarnya.
Devan mendorong Hana ke tempat tidur lalu menindih tubuh Hana... Menciumi Hana lalu melepaskan baju Hana tanpa menghiraukan jeritan Hana yang sudah menangis memohon agar Devan menghentikan aksinya itu.
"Tuan lepaskan, jangan lakukan ini." kata Hana yang sudah tidak memakai baju atau sehelai benang yang ada di tubuhnya lagi...
Sementara Devan tidak menghiraukan malah tetap membuka baju yang dia pakai... ******* mencium bibir Hana dan melakukan aksinya dengan menikmati setiap goyangan tanpa hiraukan tangisan Hana...
__ADS_1
Selesai melakukan hubungan suami istri itu Devan tumbang setelah menaruh benih di dalam rahim Hana... sementara Hana yang merasa sakit di sekujur tubuhnya. Tidak menyangka malam pertamanya dengan suami di lakukan dengan cara kasar seperti ini... Hanya bisa menangis nasibnya.