Siapa Aku, Lihat Aku.?

Siapa Aku, Lihat Aku.?
kemarahan Nayla...


__ADS_3

Hana yang menatap neneknya berbaring di ranjang pasien membuat air matanya turun begitu saja.


"Nek... Nenek Hana yakin nenek kuat, janji sama Hana bahwa nenek akan selalu mendampingin Hana nek." ucap Hana memegang tangan neneknya yang sudah keriput itu.


Kerutan di wajahnya membuat Hana tahu betapa lelahnya neneknya itu...


"Han... Bagaimana keadaan nenek.?" tanya Mira yang baru datang.


"Seperti yang kakak liat... Aku takut nenek akan pergi." ucap Hana yang mencurahkan isi hatinya rasa takutnya yang di rasa Hana.


"Kita berdoa saja yang terbaik buat nenek Han." ucap Mira menguatkan sepupunya itu. Mereka saling berpelukan memberi semangat.


...****...


Malam ini Hana tidur di rumah Mira... Semenjak nenek dan ibunya meninggal Hana memang tidak pernah pulang kerumah suaminya Devan sudah hampir 1 bulan Hana pergi dari Devan. Melanjutkan usaha nenek nya, mama Tika dan nenek Jenni pergi keluar negri untuk periksa kesehatan nenek Jenni... Pernikahan Devan dan Hana Masi di bilang muda baru beberapa bulan mereka menikah cobaan sudah sangat banyak.


"Van... Sampai kapan, kamu tidak menjemput istri kamu.?" tanya Derry kakak laki-laki nya.


Derry dan Devan berbicara di depan kolam renang...


"Biarkan saja, kenapa harus aku jemput kan dia yang pergi sendiri bukan aku yang mengusirnya." kata Devan.


Derry yang sangat kesal sekali atas ucapan adiknya menepak sedikit kepala adiknya itu.

__ADS_1


"Au... Kamu." ucap Devan menahan emosi palanya di tepak kakak ya itu...


"Dia istri mu, biar bagaimana pun Hana tanggung jawab kamu." ucap Derry.


Setelah mengucapkan itu pada Devan Derry langsung pergi meninggalkan adiknya itu sendirian..


"Sayang..." sapa Derry yang melihat istrinya Nayla menampakan wajah emosinya Derry menyapanya tidak di hiraukan malah terus berjalan Derry akhirnya mengikuti istrinya itu...


"Plak... Ini adalah tamparan dari aku, Aku juga ingin mewakil kan Hana..." ucap Nayla.


"Kamu..." kata Devan menahan emosinya karena di gampar kakak iparnya.


"Devan... " ucap Derry.


"Kamu, tahu bahwa nenek Hana meninggal dan kamu tidak datang, sekarang Hana bagaimana pun keadaanya kamu tidak ada peduli sedikitpun di mana tanggung jawab kamu sebagai suami.?" ucap Nayla yang menangis.


"Seandainya Hana boleh memilih dia juga tidak mau menjadi istri mu..." sambung Nayla kembali.


"Lebih baik kamu ceraikan dia." kata Nayla lalu pergi meninggalkan Devan..


Devan hanya diam, Derry yang hanya bisa melihat Devan di marahin istrinya itu... Derry tahu bagaimana Nayla kalau sudah marah menepuk pundak Devan pelan dan pergi menyusul Nayla istrinya...


"Papa Devan.." ucap Denis yang tiba tiba muncul...

__ADS_1


"Kamu belom tidur.?" tanya Devan.


"Aku kangen mama Hana." ucap Denis.


"Apa benar mama Hana tidak akan pulang lagi.?" tanya Denis kembali...


"Kamu tidur, mau aku temenin.?" tanya Devan..


Akhirnya Devan menemani Denis tidur malam ini...


*Malam ini Hana yang hanya termenung sendirian... melihat keluar jendela menikmati indahnya malam.


"Hana... Kamu belom tidur.?" tanya bunda Shinta.


"Bunda, bunda kenapa belom tidur.?" tanya balik Hana.


"Han... Apa kamu tidak mau pulang kerumah suami kamu, kasian dia walau bunda juga tidak suka padanya tapi biar bagaimanapun dia adalah suami mu nak." ucap bunda Hana.


"Biar bagaimanapun kamu harus menghormatinya, dan kedua orang tuanya yang sudah baik sayang, Kamu masih ada kami Hana." ucap bunda Shinta.


"Terimakasih bunda..." ucap Hana memeluk bunda Shinta.


### Terimakasih untuk yang sudah singgah membaca cerita ku, jangan lupa like dan komennya...###

__ADS_1


Bersambung dulu....


__ADS_2