Siapa Aku, Lihat Aku.?

Siapa Aku, Lihat Aku.?
bab 31...


__ADS_3

Maya yang hanya termenung di jendela kamar hotelnya mengingat kejadian dimana dirinya di dorong oleh vanesa dan di hina Leon lalu di dorong... Leon yang sudah balik entah habis dari mana, melihat Maya yang duduk termenung...


"Hem.." Leon berdehem.


Maya yang mendengar itu menoleh ke arah suara itu, terlihat Leon yang berdiri sambil membawa tentengan entah apa isinya tapi seperti kotak makanan.


Sementara Maya langsung berbalik lagi seakan tidak perduli... Dengan ke hadiran Leon


"Ini makanlah." ucap Leon menyerahkan kantong itu.


"Terimakasih." ucap Maya.


Leon yang melihat Maya membuka kotak itu lalu memakannya. Ya Maya tidak akan seperti Leon dirinya sangat tidak menolak rezeki, Maya tidak berani keluar kamar takut ketemu Vanesa dan dirinya juga harus irit.


Terpaksa Maya masih memakai baju lingerie lagi malam ini... Segera Maya langsung menutup tubuhnya dengan selimut dan baring di sofa karena baju yang pertama Maya lagi di laundry.


Keesokannya seorang pelayan hotel mengantarkan Maya baju yang di laundry hotel, Leon yang menerima karena Maya lagi mandi...


"Aku akan pergi." ucap Leon.


"Kemana tuan.?" tanya Maya.


"Kamu emang istri ku, tapi kamu tidak boleh tahu kehidupan ku dan kamu tidak boleh menyentuh barang milik ku kamu mengerti." ucap Leon menekan kata mengerti.

__ADS_1


"Mengerti." ucap Maya keluar untuk sarapan di restoran hotel.


Selesai sarapan Maya balik lagi ke kamar... Di kamar hotel Maya menghubungi kak Tia yang menjadi atasannya itu.


"Hallo kak... apa kabar, kakak sibuk.?" ucap Maya di balik ponsel.


"Baik pengantin baru... Bagaimana kamu di sana, kok bisa telepon, kemana Leon.?" tanya Tia .


"Keluar kak... Kak aku belom bisa balik." ucap Maya.


"Iya, Reza sudah bilang." ucap Tia.


"Ooh iya aku lupa, kalo suami Kakak temanya tuan Leon." ucap Maya.


"Mmmm..." ucap Maya kiku tidak tau harus bilang apa.


"Yauda tidak usah di jelasin, kamu yang sabar ya May." ucap Tia mengerti ke adaan Maya dan Leon.


"Kak sudah dulu ya." ucap Maya mengakhirkan panggilan dirinya dengan Tia.


Setelah Maya menutup ponselnya, tak lama berbunyi...


"Hallo siapa ini ?" tanya Maya yang nomor tidak di kenal.

__ADS_1


"Hallo may, ini ibu." ucap ibu Erika.


"Ibu, apa kabar, bagaimana kabar Sania dan ibu.?" ucap Maya.


"Ibu dan Sania baik, kamu bagaimana nak.?" ucap ibu .


"Maya baik Bu, dan ini ibu pakai nomor siapa.?" ucap Maya.


"Ibu membeli ponsel yang murah May karena ibu juga butuh untuk menghubungi diri mu May." ucap ibu Erika.


"Maafin Maya ya Bu." ucap Maya.


"Untuk apa kamu meminta maaf .?" ucap ibu Erika.


"Kamu sudah balik.?" ucap ibu Erika.


"Belom Bu, katanya besok Maya akan balik Bu." ucap Maya.


Akhirnya ibu Erika mengakhirkan panggilannya dengan putri kesayangannya itu... Sementara Maya sangat kangen entah kenapa Maya malahan menangis memikirkan keadaan ibu dan adik nya..


Selesai telepon Maya langsung masuk kamar mandi, kini tubuhnya polos tanpa sehelai benang yang menempel di tubuhnya....


"Apa benar sebegitu jijik kah anda pada saya.? tubuh ku apa lebih menarik dengan wanita luar sana.?" lirih Maya sambil menatap tubuhnya di cermin.

__ADS_1


Maya memakai lingerie lagi malam ini lebih seksi dari malam sebelumnya, Maya tahu ini pasti ulah nenek Tika yang menukar semua bajunya dengan baju seksi yang tipis.


__ADS_2