Siapa Aku, Lihat Aku.?

Siapa Aku, Lihat Aku.?
bab 8


__ADS_3

Maya diam mendengar ucapan Tia perbincangan mereka se.ua hanya dirinya yang masih belom paham juga... Tia yang mati matian membela Maya agar tidak terbawa bawa...


"Kamu kenapa Tia seakan tidak setuju bila Maya dengan Leon." ucap Billi.


"Kalian ini sadar tidak sih, Maya dia tidak tahu apa apa... dan kalian apa sudah tanya dan tau Maya sudah punya pacar atau suami anak.." ucap Tia.


"Benar juga." ucap Reza.


"Maya, apa kamu sudah punya pasangan.?" tanya Billi.


"Belom tuan." ucap Maya langsung...


"Sekarang apa lagi Tia.?" tanya Billi.


"May, apa kamu mau kerumah Leon dan menjadi kekasih nya." ucap Tia.


"Tidak Kak." ucap Maya langsung...


"Wau kamu langsung menolak Leon Wijaya, sementara di luar banyak yang mengantri." ucap Reza.


"Kalian harus ingat ini pura pura." kata Leon akhirnya buka suara yang dari tadi diam saja.


"Mungkin Maya tidak mau pura pura ya jadi mau beneran.?" ucap Billi lagi.


"Tidak tuan, saya tidak mau saya mohon jangan libatkan saya, saya masih ingin bekerja." ucap Maya.


"Kamu tetap bekerja tenang saya tidak akan memecat kamu dan kalau ada apa apa ada saya Maya... ini hanya untuk sementara saja May." ucap Tia.


"Jadi kamu mau ya." ucap Tia.


"Baiklah..." ucap Maya akhirnya setuju.


Akhirnya Maya setuju jadi pura pura kekasih Leon Wijaya...


"Baiklah, Reza kamu siapkan." ucap Leon pada Reza, Reza mengerti dan membuka sebuah cek untuk Maya... lalu menyerahkan pada Maya.


"Apa ini tuan." ucap Maya bingung melihat selembar cek yang di serahkan Reza padanya...


"Itu bayaran kamu." kata Reza.


"Aku, tidak mau tuan aku ikhlas membantu nya." ucap Maya.


"Sudah terima saja." kata Billi.

__ADS_1


Maya menoleh ke Tia... Tia menganggukkan pala nya tanda menyuruh Maya mengambilnya... Akhirnya Maya menerimanya...


"Jadi kamu bersiaplah aku akan menjemput my di tempat kerja mu." kata Leon.


"Hari ini... Apa tidak bisa besok tuan aku belom siap." kata Maya.


"Kamu tidak dengar nenek bilang apa.?" ucap Billi.


Setelah Tia meyakinkan Maya akhirnya Maya setuju, merekapun akhirnya balik ke tempat kerja setelah selesai mengukur jas untuk Leon.


di perjalanan Maya hanya diam Tia yang sadar akan sikap Maya merasa kasian pada gadis yang baru bekerja dengannya itu...


"Kamu kenapa.?" tanya Tia membuyarkan lamunan Maya.


"Aku hanya bingung saja kak." ucap Maya.


"Bingung kenapa.?" ucap Tia...


"Kalau tuan muda itu banyak yang mau, kenapa belom punya pasangan." ucap Maya...


"Hahahaha... Leon kamu memikirkan Leon.?" ucap Tia..


"Aku bukan mikirin hanya bingung saja sampai harus cari kekasih pura pura kak.?" ucap Maya.


Maya mengerti... Apa yang di ceritakan oleh Tia, lalu Tia juga menjelaskan ke Maya apa yang di suka Leon dan tidak di suka Leon lalu menceritakan sedikit situasi keluarga Leon ke Maya agar Maya nanti tidak terasa kaku dan tidak ke Tahuan bahwa dirinya kekasih bohongan Leon...


Maya sudah siap... Dirinya di beri baju oleh Tia baju di butiknya sebagai hadia kencan Maya pada leon.. Maya juga sudah memberi tahu ibunya bahwa dia akan balik malam supaya ibu dan adiknya tidak cemas. Tak lama Leon datang menjemputnya.


Maya membuka pintu mobil Leon sementara Leon hanya melihat ke depan tanpa menoleh ke Maya... Tia dan Reza yang melihatnya mengantar mereka sehingga Maya masuk ke mobil Leon, Mobil itu sudah melaju...


"Sayang apa kamu yakin.?" ucap Tia lagi ke Reza.


"Kamu tenang saja ya sayang." ucap Reza dan akhirnya mereka balik ke rumah nya.


Sementara di dalam mobil Leon dan Maya hanya saling diam membuat Maya yang ceria itu tidak bisa berkutik... Sesampainya di rumah pun Leon tidak ada suara atau berbicara pada dirinya... Kedatangan mereka di sambut oleh nenek Tika dan mama Hana.


"Nenek kira kamu tidak akan datang." ucap nenek Tika menyambut Maya, Maya di rangkul oleh nenek Tika...


"Makasih nenek sudah mengundang aku." ucap Maya sopan...


"Wau kita ke datangan tamu spesial..." ucap Denis.


Maya memberi hormat sopan...

__ADS_1


"Panggil saya kak Denis, ini istri saya Devi." ucap Denis mengenalkan diri..


Lalu nenek Tika mengenalkan satu persatu semua yang ada di rumahnya....


"Ini Tasya kakak nya Leon itu suami kak Tasya Heri, itu kak David kakaknya Ka Denis." ucap nenek Tika.


"Sayang ini mantu mu." ucap nenek pada suaminya...


"Ini suami saya Daniel, kakek nya Leon kamu panggil saja kakek... Dan itu papa mertua kamu Devan." ucap nenek Tika...


Jimmy, Jerry dan Eldon mengenalkan dirinya pada Maya... Maya senang karena apa yang di takutkan nya tidak terjadi justru keluarga Leon menyambutnya dengan hangat. Mereka makan malam bersama, Jerry, Jimmi dan Eldon menempel pada Maya.


"Tante, Tante benar pacarnya uncle.?" tanya Jerry tidak percaya.


"Ah... iii... iya.." ucap Maya gugup.


"Kenapa mau sama uncle.?" ucap Eldon.


Jimmi yang dari tadi memperhatikan terasa ada yang aneh... Sementara Leon hanya diam membiarkan ponakannya mendekat ke Maya.


"Kalian kenapa ganggu aunty Maya sih.?" ucap Tasya.


"Sudah berapa lama kamu berpacaran dengan Leon.?" ucap Devi membuat Maya bingung...


"A... Aku." ucap Maya lalu di lanjut Leon.


"Baru tiga bulan." ucap Leon.


"Iya baru 3 bulan kak." kata Maya.


"Seperti nya sudah malam, aku antarnya balik." ucap Leon.


"Biar aku pulang sendiri saja." ucap Maya reflek membuat Leon terdiam dan yang lain...


"Biarkan Leon mengantar kamu, ini sudah malam." ucap Hana.


"Tidak apa apa nyonya..." ucap Maya.


"Kenapa panggil nyonya, panggil saja mama. " ucap nenek Tika tiba tiba...


"Ah, Tante saja." kata Maya gugup.


Benar benar suasana membuat Maya bingung dan gugup... sikap Leon yang dingin padanya membuat Maya takut sekali berbicara pada Leon.

__ADS_1


__ADS_2