Siapa Aku, Lihat Aku.?

Siapa Aku, Lihat Aku.?
Pesan dari nenek Ayu...


__ADS_3

Sudah siang Hana di rumah nenek dan mama nya kini hanya izin pamit pulang dia ingin sebelom Devan pulang dirinya sudah di rumah atau pulang bareng sama suaminya jangan terjadi salah paham pada orang rumah...


Tapi sebelom berangkat Hana menelepon kakak iparnya kak Nayla...


"Hallo kak... Maaf ganggu." ucap Hana sopan...


"Iya ada apa Han.." kata Nayla di seberang sana.


"Kak boleh saya minta nomor tuan Devan." ucap Hana ragu.


"What, Han kamu tidak ada nmr suami kamu.?" kata Nayla refleks..


"Aduh wajar ya, baiklah akan aku kirim." kata Nayla lagi.


Sayang sekali saat Hana ingin menghubungi Devan suaminya pulsanya habis hanya tinggal buat SMS... akhirnya Hana mengirim pesan pada suaminya.


Tuan saya Hana, saya akan pulang sekarang... pesan terkirim berharap Devan dapat membacanya.


sebelom pulang nenek Ayu berpesan pada Hana...


"Han," ucap nenek...


"Iya nek..." kata Hana lembut.


"Nak, ketika suami mu sudah meninggalkan kamu pulanglah kesini." ucap nenek membuat Hana menangis dan memeluk neneknya itu apalagi Hana mengingat ucapan Devan yang akan menceraikan nya setelah 1 tahun pernikahannya.


"Nenek jaga kesehatan nenek ya." kata Hana lalu pamit pergi.


Yuli ibu Hana hanya bisa diam melihat putrinya pergi...


Maafin mama Han, semua salah mama... padahal mama lebih baik kehilangan rumah ini dari pada melihat kamu menderita nak... Batin Yuli yang tidak tega pada anak gadis satu satunya.


Di mobil angkutan umum tiba tiba ponselnya berbunyi...


melihat nomor yang tidak di kenal tapi Hana segera mengangkatnya karena takut itu dari Devan..


"Hallo... nona." ucap seorang pria di seberang ponsel.


"Siapa.?" kata Hana bingung.

__ADS_1


"Saya Robby asisten tuan Devan." ucap Robby.


"Iya tuan ada apa.?" kata Hana bingung.


"Nona dimana.?" tanya Robby lagi.


"Saya sudah menuju pulang tolong sampaikan ke tuan Devan." ucap Hana sopan.. Robby setelah menjawab langsung memutuskan teleponnya pada Hana.


Robby memberikan laporan pada atasannya apa yang di bicarakan nya saat telepon dengan Hana.


"Baiklah aku akan tunggu dia di depan pintu gerbang aku malas berurusan dengan mama dan nenek." ucap Devan yang habis mengabiskan waktunya di sebuah cafe.


Di dalam mobil Devan sangat kesal sekali mengapa dirinya sampai seperti ini, sangat merepotkan buatnya...


"Awas wanita itu, mama dan nenek juga kenapa bisa sangat menyukainya." ucap Devan sambil memukul setir mobil...


Devan selalu membawa mobil sendiri ke kantor ya kecuali kalau ada meeting keluar kota dan cukup jauh urusan kerjaan deh pasti menyuruh Robby yang menyetirkannya.


Saat Hana lagi berjalan di kawasan perumahan elit itu tiba tiba mobil sedan hitam mewah mengkilat berhenti di dekatnya... Hana menoleh dan melihat siapa saat kaca terbuka betapa terkejut itu Devan yang tidak menoleh ke arahnya...


"Tuan..." kata Hana.


"Masuk." ucap Devan tetap melihat ke arah Hana.


"Selamat sore Aslam mualaikum nek." ucap Hana memberi salam dan Salim tangan nenek Jenni.


"Walaikum salam bagaimana kabar ibu dan nenek kamu.?" tanya nenek Jenni.


"Alhamdulillah semua baik nek." ucap Hana.


"Bagaimana Van ketemu mertua.?" ucap nek Jenni pada Devan yang lagi asik mainin hp nya.


"Ah..." Devan bingung. Hana juga ikot bingung.


"Aku mau mandi dulu .." ucap Devan lalu pergi..


"Anak itu kebiasaan banget." ucap nek Jenni.


"Hallo David, mana adek kamu Denis.?" tanya Hana mengahlikan pembicaraan...

__ADS_1


"Denis ikot Oma pergi." ucap David.


"kamu tidak ikot.?" tanya Hana.


"Tidak." ucap Denis...


Ya emang dari tadi Denis dan nyonya Tika tidak ada...


"Denis, dari tadi nyariin kamu terus Han." ucap nek Jenni.


"Maafin Hana kelamaan keluarnya nek." ucap Hana.


"Sudah kamu mandi dulu nanti kita makan malam bersama." ucap nek Jenni.


Hana pergi ke kamarnya... Betapa terkejutnya barang barangnya sudah tidak ada di kamarnya... Hana langsung mencari embok Tun dan Sani.


"Emba Sani, apa Emba liat barang barang aku.?" tanya hanya sedih dan bingung...


"Maksudnya non.?" tanya Sani..


"Iya baju aku di kamar dan koper aku ilang Emba." ucap Hana.


"Bukannya semua ada non di kamar tuan Devan." ucap Sani.


"Apa.?" kata Hana terkejut.


"Iya kamar non akan di tempati Sari." kata Sani.


Hana baru sadar dirinya di panggil non terus...


"Emba kenapa sih dari tadi ngeledek Hana Mulu, panggil non Hana lagi bingung juga." ucap Hana makin sedih dan kesal.


"Kamu kan sudah menikah dengan tuan Devan jadi kami harus panggil non." ucap Sani.


"Tidak ada yang berubah Emba, Hana ya tetap Hana Emba jadi Hana mohon jangan panggil Hana non lagi ya Emba." ucap Hana memohon.


"Tidak bisa, kamu tetap nona muda, istri dari tuan muda Devan.." ucap Sani lalu pamit meninggalkan Hana.


Sekarang Hana tidak memikirkan Sari memanggilnya apa... Yang harus dia pikirkan sekarang adalah bagaimana caranya masuk kamar Devan dan mengambil semua barangnya...

__ADS_1


"Kenapa sih tuhan menghukum ku dari kemampuan aku... sungguh kali ini aku tidak sanggup dan tidak punya keberanian..." Batin Hana.


Yang di kejutkan oleh Nayla saat dirinya lagi asik pada pemikirannya dan ngelamun berdiri sampai tidak menyadari kehadirannya.


__ADS_2