Siapa Aku, Lihat Aku.?

Siapa Aku, Lihat Aku.?
bab 9...


__ADS_3

Semua bingung melihat Maya yang bersikap biasa saja seakan menjaga jarak pada Leon... Dan demikian Leon juga yang sangat cuek pada Maya, seperti seorang yang baru kenal tidak ada bucinnya... Biasakan pasangan baru itu lagi mesra mesra nya dan Maya seharusnya manja


pada Leon.


"Aunty..." ucap Jerry menarik Dres yang Maya pakai...


"Ah, apa sayang." ucap Maya mensejajarkan Jerry.


"Aunty apa benar pacar uncle.?" ucap Jerry lagi...


"Iya..." kata Maya...


"Jangan pernah buat uncle sedih." ucap Jerry.


Maya terdiam... Lalu memberi kan jari kelingkingnya pada Jerry membuat janji pada anak yang berusia 8 tahun itu...


"Aunty besok main lagi kesini ya... uncle besok ajak aunty main kesini lagi ya." ucap Eldon.


" Iya..." ucap Leon sambil mengusap pala keponakannya itu .


( Kesini lagi lebih baik aku harus membuat rencana buat putus dengan nya... Rasanya seram banget ke rumah ini apalagi semuanya pada baik pada ku.) ucap Maya dalam hati...


"Kalian hati - hati ya... Leon kamu bawa mobil pelan pelan saja." ucap Hana pada putranya.


"Kamu marahin Leon ya sayang kalau Leon salah." ucap nenek Tika...


Maya pun pamit pada semuanya... Dan masuk ke dalam mobil Leon... Mobil melaju sampai keluar gerbang komplek perumahan elit tersebut itu.

__ADS_1


"Turun..." ucap Leon menepikan mobilnya di sebuah halte...


"Aku turun disini.?" ucap Maya...


"Iya bukan kamu mau pulang sendiri." ucap Leon pada maya..


"Baiklah terimakasih tuan." ucap Maya... lalu membuka pintu mobil Leon untuk turun.


Setelah Maya menutup pintu Leon langsung melajukan mobilnya meninggalkan Maya sendiri di halte...


"Dasar pria jahat..." ucap Maya sambil melihat ke arah mobil Leon yang sudah ilang dari pandangannya...


"Aduh aku harus naik apa.?" ucap Maya bingung karena dia tidak pernah kesini...


"Apa aku harus naik taksi, aaah tidak pasti sangat mahal uang aku tidak akan cukup." ucap Maya pelan sambil melihat dompetnya...


"Aunty Maya." ucap anak kecil setelah kaca mobil terbuka.


"Jerry..." ucap Maya kaget melihat anak di dalam mobil itu memanggilnya...


"Masuklah." ucap David membuka kaca mobil menyuruh Maya masuk... Jerry menggeser duduknya supaya Maya bisa duduk di sebelahnya.


"Kenapa aunty berdiri di halte, bukan uncle mengantar aunty pulang .?" ucap Jerry.


"Iya, tapi aunty minta di turunin di halte saja." ucap Maya tersenyum pada anak itu...


"Aunty, tidak usah berpura pura lagi pada kami." ucap Jimmi yang akhirnya buka suara... ya anak usia 10 tahun ini sudah cukup paham dengan situasinya.

__ADS_1


"Iya aunty, papa juga sudah tahu..." kata Jerry lagi...


"Maafkan saya tuan... Saya tidak bermaksud membohongi keluarga anda." ucap Maya.


"Kamu tenang saja hanya nenek yang tidak tahu... kita semua tahu." ucap David.


"Anak itu memang selalu berbuat sesukanya saja." ucap David lagi...


David menanyakan alamat rumah Maya, setelah mengantar Maya pulang sampai depan gang rumahnya... David dan anak nya juga akhirnya balik ke rumah.


"Papi, aunty Maya cantik ya." ucap Jerry.


"Cantikan mami." ucap Jimmy lalu menutup seluruh tubuhnya dengan selimut nya...


David yang paham situasi anak laki laki pertamanya ini, hanya bisa diam dan menyuruh mereka tidur...


Mengambil ponselnya lalu memencet sebuah nomor...


"Kamu dimana.?" ucap David saat telepon sudah di angkat.


"Dikamar kak." ucap Leon di sebrang ponselnya... Ya David menghubungi Leon...


"Aku sudah tahu semua, tadi aku mengantar Maya pulang... lebih baik kamu jujur pada nenek sebelum mereka tahu, kamu tahu ayahmu pasti akan mencari tahu tentang gadis itu." ucap David memberi tahu Leon.


"Kamu tenang saja kak... Aku akan mengurus nya..." kata Leon.


Mereka mengakhir pembicaraannya di ponsel....

__ADS_1


__ADS_2