Siapa Aku, Lihat Aku.?

Siapa Aku, Lihat Aku.?
Pergi jalan - jalan...


__ADS_3

Keesokan harinya di sebuah taman seorang gadis yang lagi asik menyiram bunga sambil berbicara sama bunga itu satu persatu...


"Bunda... Lagi apa.?" tanya Denis yang sudah rapi.


"Kamu sudah bangun.?" ucap Hana lalu mendekat ke Denis...


"Bunda... Hari ini Denis mau sambut ke datangan Oma sama opa kata Emba Sari.


"Kamu sudah siap.? Sarapan dulu ya." ucap Devan yang baru datang...


"Iya papa..." kata Denis lalu di bawa pergi sama Emba Sari..


"Pagi tuan..." ucap Hana membungkukkan tubuhnya memberi hormat pada Devan suaminya... Hana Masi terlalu formal sama suaminya itu sementara pernikahan mereka sudah berjalan 7 bulan...


"Sedang apa.?" tanya Devan yang tidak berpakaian kantor.


"Saya hanya iseng tuan, jadi saya siram bunga." ucap Hana.


"Kemana, pak Dodi.? kenapa bukan pak Dodi yang rawat.?" ucap Devan.


"Kalau emang sudah gak mau kerja biar aku pecat." ucap Devan.


"Jangan tuan... Kasian ini salah aku, maafin aku tuan." kata Hana cepat merasa bersalah mengambil pekerjaan pak Dodi.


Devan berbalik badan dan tersenyum... Dirinya tahu Hana tidak mungkin membiarkan para karyawan di rumah itu kehilangan pekerjaan... Hana yang menghentikan pekerjaannya lalu berjalan di belakang Devan tapi sementara Devan yang menuju meja makan, sementara Hana yang malah belom ke dapur..


"Kemana istri kamu.?" tanya Dery.


Devan yang bingung sama pertanyaan kakaknya di berbalik badan ternyata Hana tidak ada di belakangnya lagi.

__ADS_1


"Hana, di dapur sayang dia mana mau makan bersama sama orang yang membencinya." kata Nayla yang memoles selai di roti untuk anak dan suaminya.


"Denis, nanti kalau ada Oma sama Opa Denis jangan nakal... Kasian opa sama Oma capek." ucap Nayla yang tahu pasti Denis akan manja sama kedua mertuanya itu.


"Iya mami." ucap Denis.


"David nanti kamu ada les." ucap Nayla..


"Sayang aku tidak bisa jemput David tolong ya hari ini." ucap Nayla.


"Sayang aku ada meeting, Devan cuti." ucap Derry.


"Baiklah, sari tolong nanti kamu jemput David ya." ucap Nayla.


"Biar aku yang jemput." ucap Devan.


Hana yang sedang lihat Denis bermain dengan mainannya di sambil tersenyum melihat Denis...


" Bunda..." kata Denis .


"Iya sayang..." ucap Hana.


"Bunda mainan Denis rusak... Hiks... Hiks... Hiks..." kata Denis menangis.


"Denis jangan nangis, sini bunda lihat siapa tahu bisa di betulin." ucap Hana menangkan Denis.


"Kenapa.?" tanya Devan yang baru datang.


"Tuan, ini mainan Denis lepas." ucap Hana sambil menunjukan mainan Denis.

__ADS_1


"Biar aku lihat." ucap Devan meminta, Hana pun memberikan mainan itu ke Devan menyerahkan ke Devan untuk di periksa.


"Diam ya sayang, papa lagi betulin." ucap Hana memangku Denis menenangkan Denis.


Mainannya sudah betul Denis melanjutkan main kembali...


"Tuan, tidak pergi kerja.?" tanya Hana membuka pembicaraan yang dari tadi hanya diam.


"Saya cuti tiga hari." kata Devan...


"Apa anda ingin minum biar saya ambilkan." kata Hana yang sudah bangkit.


"Duduk... " ucap Devan memegang tangan Hana mencegahnya.


Hana duduk lagi di tempatnya...


"Hem... Nggak terasa sudah mau satu tahun pernikahan ya tuan." ucap Hana tersenyum getir... Merasa sedih dirinya akan berstatus janda tapi perawan.


"Iya, dan permintaan nenek belom di kabulkan, bagaimana nanti sore kita pergi." ucap Devan.


"Maksud tuan.?" ucap Hana bingung.


Sesuai ucapan Devan setelah jemput David dan menyambut kedatangan kedua orang tuanya... Devan mengajak Hana pergi entah kemana di dalam mobil Hana hanya diam memperhatikan jalanan dirinya hanya memandang di luar.


"Kamu sudah makan.?" ucap Devan memecahkan kesunyian selama 2jam.


"Tuan lapar.? saya ada bawa bekal." ucap Hana.


Devan yang mendengar hanya diam, tidak habis pikir Hana membawa bekal saat jalan dengannya.

__ADS_1


__ADS_2