Siapa Aku, Lihat Aku.?

Siapa Aku, Lihat Aku.?
bab 51...


__ADS_3

Hari ini tepat usia kandungan Maya lima bulan perut ratanya sudah mulai terlihat... Semenjak pindah dari rumah utama Maya dan Leon lebih banyak diam dan tidak ada perbincangan di antara mereka...


Maya telah berhenti bekerja jadi semenjak berhenti bekerja kebutuhan dirinya di penuhi oleh Leon suaminya, biar tidak peduli tapi Leon masi mencukupi ke butuhan sang istri...


"Non... Apa non perlu sesuatu.?" ucap pelayan yang melihat Maya lagi asik buka tutup pintu kitchen di dapur.


"Iya, Emba aku rasanya lapar sekali...Tapi aku bingung mau makan apa.?" ucap Maya.


"Jangan jangan si Dede bayi mau makan yang di beri ayah nya atau di suapi sang ayah.." ucap pelayan yang berusia 40thn itu...


Maya terdiam, karena emang benar apa yang di ucapkan pelayan apartment yang pulang setiap kerja nya selesai... Dan datang kembali di pagi hari, Bernama Susi..


"Ya sudah Emba makasih saranya... Aku istirahat dulu, nanti kalau Emba Uda mau pulang bangunin aku." ucap Maya yang masuk ke kamar kedua di apartemen tersebut.


Pelayan itu pun mulai melakukan tugas nya... Saat hendak ingin pamit pada Maya bel apartemen berbunyi, Emba Susi pun segera membuka pintu tersebut... Terlihat wanita cantik dengan baju yang sangat seksi menerobos masuk...


"Maaf Emba nyari siapa.?" tanya Susi..


"Mana wanita itu.?" ucap Vanessa yang langsung duduk sebelum di persilakan.

__ADS_1


"Nona, maksud anda." ucap Emba Susi.


"Dia tak lama lagi tidak akan menjadi nona kamu, aku yang akan jadi nona kamu." ucap Vanessa.


"Wanita gila " ucap Susi .. Lalu meninggalkan Vanessa dan memanggil Maya di kamarnya.


Tok....


Tok...


Tok...


"Non... Di luar ada orang gila." ucap Susi... Lalu membuka pintu.


"Dia ngaku jadi nona muda." ucap emba Susi.


Maya segera menemui Vanessa... Di rumah tamu yang lagi asik melihat kuku kuku ya yang panjang itu...


"Emba Vanesa." ucap Maya setelah tiba berhadapan di rumah tamu itu..

__ADS_1


"Kamu, saya hanya mau kasih lihat ini." ucap Vanessa memperlihatkan ponselnya ke Maya...


Maya yang melihatnya hanya diam dan tidak berbicara...


"Jadi kamu siap siaplah menjadi janda dan tinggalkan status mu sebagai nona Leon Wijaya... Wanita miskin seperti kamu tidak pantas berdiri di samping Leon." ucap Vanesa.


"Nona... Lebih baik anda pergi dari sini." ucap Emba Susi tidak terima majikannya di hina.


"Kamu, siap siap di pecat." ucap Vanessa pergi meninggalkan apartemen itu.


"Nona..." ucap Emba Susi..


"Tidak apa apa Emba, saya baik baik saja." ucap Maya.


"Nona, jangan percaya wanita itu." ucap Emba Susi.


"Iya Emba, terimakasih... Apa Emba sudah mau pulang." tanya Maya.


Emba Susi pun pamit meninggalkan Maya sendiri di apartemen, menahan air mata yang akan turun tapi sayang pertahannya tidak berhasil setelah Susi pergi air mata itu meluncur deras...

__ADS_1


" Kenapa, Kenapa semua ini terjadi apa salah saya... Siapa saya, lihat aku saja kamu tidak mau tapi kamu berselingkuh dengan wanita itu." ucap Maya kesal sakit hatinya bergumam sendiri, segera Maya masuk kamarnya dan mengemas bajunya..


Maya pergi dan mengambil beberapa uang yang ada dan meninggalkan kartu ATM yang di beri oleh Leon padanya... Maya pergi meninggal apartemen hanya meninggal kan kartu ATM di kamarnya di meja kecil sebelah tempat tidur di kamarnya.


__ADS_2