Siapa Aku, Lihat Aku.?

Siapa Aku, Lihat Aku.?
bab 23...


__ADS_3

Seperti janji Billi dia datang pukul 3 sore untuk menjemput Maya...


"Bil, kamu gila ya..." ucap Tia di ruangannya ya Billi datang ke ruangan Maya sambil menunggu Maya balik...


"Kayak gue benar mencintai Maya deh Tia." ucap Billi.


"Tapi lo uda ada Hellena Bil.." ucap Tia.


Tapi Lo tau kan gw sama Elena tidak ada perasaan..." ucap Billi.


"Gue juga yakin banget kalau dia selingkuh dari gue, buktinya sekarang dia tidak menghubungi gue, di telepon saja tidak bisa emang waktu di Singapore dan disini berbeda.?" ucap Billi.


"Gue ngerti Bill... Tapi bagaimana dengan nyokap Lo.?" ucap Tia.


"Entah lah dia masih maksa gw harus menikah dengan Helena." ucap Billi.


"Terus bagaimana dengan nenek Tika.?" kata Tia lagi.


"Itu dia yang buat gw pusing, kalau bukan nenek Tika gw da ajak kawin lari si Maya." ucap Billi.


"Lo gila ya Bil." ucap Tia.


Jam pulang pun tiba Tia dan Billi pun sudah mau balik... tapi saat mereka di depan pintu toko Leon bersama Reza pun datang... Suasana menjadi canggung.


"Sayang kamu kok kesini." ucap Tia mencairkan suasana.

__ADS_1


"Ooh iya Leon mau menjemput Maya jadi aku ikut biar bisa sekalian pulang bareng kamu." kata Reza.


"Ayuk kak Billi." ucap Maya yang langsung menuju ke mobil Billi..


"Gue duluan ya..." ucap Billi. pamit pada Tia dan Reza serta Leon.


Maya dan Billi sudah meninggalkan tempat parkir mobilnya sudah melaju...


"Yang sabar ya Leon... ini semua salah kamu." ucap Tia sambil menepuk pundak Leon lalu mengajak Leon juga pulang.


"Berani sekali dia seperti ini pada ku." ucap Leon sambil memukul setir mobilnya...


Sementara Billi dan Maya mereka berdebat masalah makan malam...


"Aku ingin langsung pulang saja kak." ucap Maya.


"Iya, tapi kita makan malam dulu." ucap Billi.


"Maaf kan aku ingin pulang." ucap Maya.


"Oke, baiklah kita pulang." ucap Billi mengalah.


Mereka sudah sampai di depan gang rumah Maya...


"Kakak lebih baik langsung pulang saja... Maaf aku tidak bisa ajak kakak mampir ke rumah. Terimakasih banyak ya kak maaf merepotkan kakak, lain kali kakak tidak perlu jemput aku lagi." ucap Maya lalu turun.

__ADS_1


Billi hanya diam saja melihat sikap Maya yang begitu tegas padanya, Billi sangat mengerti akan sikap Maya ke dirinya... Karena sikap Maya ini lah yang membuatnya selalu ingin mendapatkan hati Maya.


"May, aku akan menghubungi mu." ucap Billi lalu pergi.


Sementara Leon di rumah... Selesai makan malam bersama nenek dan kakek Leon segera ke kolam ikan taman di belakang rumah, duduk sambil melihat ponselnya seakan lagi menunggu seseorang menghubunginya.


"Leon.. boleh nenek duduk.?" ucap nenek Tika.


"Silakan nek." ucap Leon.


"Nenek dengar dari pak Ujang kamu tidak mengantar Maya pulang semalam.?" ucap nenek Tika...


"Kenapa bisa kamu jelaskan sama nenek..." ucap nenek Tika lagi.


Leon menarik nafasnya lalu membuangnya kasar...


"Maafin Leon nek.." ucap Leon.


"Kamu tidak perlu minta maaf sama nenek, tapi kamu harus minta maaf dengan Maya." ucap nenek Tika.


"Semalam pasti kamu yang mengajak nya kesini bukan.?" ucap nenek Tika lagi.


"Iya." ucap Leon.


Nenek Tika hanya senyum karena senang Leon lah yang mengajak Maya kerumahnya... Tapi nenek Tika juga kecewa Leon tidak mengantar Maya pulang.

__ADS_1


__ADS_2