
Maya menghindari ibu ibu, dirinya sangat tidak enak hati pas ibu ibu yang ada di sana membicarakan dirinya.
"Kak, kenapa ibu di luar sana membicarakan kakak..." ucap Sania saat tadi dirinya ke toko untuk membeli mie instan.
"Sudah kamu biarkan saja mereka..." ucap Maya..
"Kak, apa kakak ada masalah.?" ucap Sania sadara akan raut wajah kakaknya.
"Tidak ada, sudah kamu istirahat saja." ucap Maya.
"Aku mau makan mie, apa kakak mau.?" ucap Sania.
"Tidak." ucap Maya lalu pergi ke kamar.
Heningnya malam Maya hanya termenung semua yang terjadi pada dirinya sampai harus menjadi istri kontrak tuam muda Leon Wijaya.
( kenapa aku yang kamu pilih .? ) ucap Maya dalam hati , dirinya sangat bingung.
( apa karen aku orang miskin, yang bisa dia beli.? ) ucap Maya dalam hati.
( semoga ini yang terbaik, untuk semuanya.) ucap Maya lagi dalam hati... Dan menguatkan hatinya agar apa keputusannya itu yang terbaik buat semuanya.
Sambil menatap langit langit kamar Maya merenungi nasibnya, sambil berbaring dan akhirnya tertidur...
Ke esok paginya, seperti biasa Maya pergi bekerja dan ibu Erika juga pergi bekerja lebih pagi... Sania yang sudah berangkat pergi sekolah.
__ADS_1
"May, pagi..." ucap Tia yang baru datang...
"Pagi kak..." ucap Maya ya karena hanya Maya yang dilihat Tia di ruangan itu.
"May, kemana yang lain.?" tanya Tia.
"Kak Dinda lagi di toilet kak, Siska dan Julia lagi di gudang kak." ucap Maya.
"Kalau mereka sudah datang kamu keruangan aku." ucap Tia.
"Baik kak." ucap Maya.
Tak lama Maya pun datang ke ruangan Tia... Maya tidak tahu kenapa dirinya di panggil oleh Tia apa karena masalah pernikahan dirinya dengan Leon.
"Kak, ada apa.?" ucap Maya.
"E... Eh...MMM... Sa... Saya belom yakin kak, tapi saya melakukannya demi rumah kak." ucap Maya.
" Rumah... Maksudnya ada apa dengan rumah.? tanya Tia bingung.
"Iya kak, saya setuju menikah asal tuan lein memberikan kami rumah." ucap Maya.
"Saya mengerti..." ucap Tia..
"Anda jangan salah paham saya tidak menjual diri saya kak, saya akan menggantinya kak." ucap Maya.
__ADS_1
"Kamu tenang saja Maya saya mengerti May..." ucap Tia berdiri dan memegang pundaknya.
"Terimakasih kak." ucap Maya.
" Bila ada apa apa kamu bisa cerita sama aku." ucap Tia.
"Baik kak, terimakasih kak." ucap Maya.
Menatap punggung Maya membuat Tia merasa kasian...
Ya malam itu saat mengantar Leon Maya bilang pada Leon dia meminjam uang pada Leon membeli rumah untuk adik dan ibunya agar tidak di usir lagi dan pindah sana kemari.
Sementara di kediaman Leon...
"Mah, apa mama yakin mau kesana.?" ucap Devan..
"Kenapa kamu tidak mau pergi.?" ucap nenek Tika.
" Maya itu gadis baik baik kita harus memintanya juga dengan baik baik." ucap nenek Tika.
"Kemaren Leon sudah kesana ." ucap Devan, ya Devan tau dari anak buahnya yang di perintahnya untuk mencari tahu tentang Maya.
"Bagus kalau emang anak itu sudah kesana, jadi ibu nya pasti tidak akan terkejut lagi bila kita datang." ucap kakek Daniel.
"Aku hanya takut Leon akan kasar pada anak itu..." ucap Devan..
__ADS_1
Nenek Tika pun ketawa mendengar ucapan putranya itu.