Siapa Aku, Lihat Aku.?

Siapa Aku, Lihat Aku.?
Ke Kantor Devan...


__ADS_3

Hana yang tiba di kantor Devan di antar supir bernama Eko yang berusia 50 tahun...


"Pak, tunggu sebentar ya." ucap Hana saat ingin turun.


"Tapi nyonya nyuruh saya balik, nona." ucap pak Eko.


Hana hanya diam, Hana tau pasti mertuanya menyuruh dirinya balik bersama putranya Devan... Tapi mengingat sifat Devan yang sangat dingin pasti tidak akan mengajaknya pulang bersama.


Sesampainya di depan resepsionis Hana bertanya kepada seorang wanita bernama Diana.


"Selama siang nona, ada yang bisa di bantu." sapa Diana pada Hana karena tidak ada yang tahu kalo Hana adalah istri Devan.


"Siang Emba, maaf saya ingin bertemu pak Devan apa bisa.?" ucap Hana sopan.


"Apa anda sudah ada janji dengan tuan devan.?" tanya Diana...


"Tidak..." ucap Hana.


"Kalau gitu...Tunggu ya Bu, saya hubungin dulu." Diana menghubungi asisten Devan Robby setelah di beri tahu akhirnya Hana di persilakan naik menuju ruangan Devan.


Hana menuju ke lantai 9 di mana di sana ruangan Devan berada, di depan ruangan Devan ada sekretaris Devan.


"Siang Emba, apa pak Devan ada.?" tanya Hana sopan pada Nuri sekertaris Devan.

__ADS_1


"Siang, tuan Devan lagi ada meeting sebentar lagi selesai." ucap Nuri..


"Silakan tunggu sebentar." ucap Nuri, setelah menghubungi Robby asisten Devan.


Tak lama Robby datang...


"Nona... Kenapa anda kesini.?" tanya Robby menghampiri Hana.


"Saya mau antar ini tuan." ucap Hana sambil menunjukan paper bag yang di bawanya.


"Yuk tunggu di dalam saja sebentar lagi Devan juga akan selesai." ucap Robby ya Robby adalah sahabat terbaik Devan...


Hana mengikuti Robby ke ruangan Devan ....


"Aku tinggal ya, kamu duduk saja disini." ucap Robby sebelum keluar ruangan Devan.


"Tidak apa apa disini tidak ada hantu." ucap Robby lalu pergi meninggalkan Hana sendiri di ruangan Devan.


Hana duduk sambil matanya melihat sekitar ruangan di sana begitu rapih sesuai dengan sifat dan karakter Devan yang tenang...


"Nur siapkan dokumen yang tadi, bawa keruangan saya." ucap Devan sambil ingin membuka pintu ruangannya... Devan terdiam setelah melihat Hana lagi duduk melihat ke arahnya...


"Yang nona Hana menunggu anda." ucap Nuri...

__ADS_1


Devan langsung menutup pintunya dia langsung duduk di kursi kebesarannya. Tanpa menghiraukan Hana...


"Tuan ini..." Hana mendekat dan menaruh paper bag yang di bawa oleh nya...


Sementara Devan hanya diam sibuk dengan beberapa kertas yang tadi di bawa Devan saat rapat...


"Saya permisi tuan." ucap Hana... Saat Hana ingin pergi tiba tiba ponsel Devan berbunyi... Devan melihat ke Hana Hana merasa tidak nyaman dilihat Devan... Devan menutup telepon tersebut meletakan ponselnya di meja...Entah siapa yang menelepon Devan.


"Tunggulah di situ." ucap Devan pada Hana... Hana menurut dan duduk di tempatnya tadi...


"Apa tuan, lupa nama aku.?" gumam Hana pelan.


Devan mengambil jas dan kunci mobilnya lalu mengajak Hana sekalian...


"Ayolah cepat." ucap Devan.


Hana langsung bangkit dari duduknya, paper bag yang di bawa Hana pun dia berikan pada Robby yang di temukan Devan ke ruangannya...


"Wah apa ini.?" ucap Robby membuka paper bag.


"Siomay... kamu yang buat.?" ucap Robby lagi yang membuka paper bag itu...


"Iya.." ucap Hana...

__ADS_1


"Makasih ya." ucap Robby, sebelum Hana jawab Devan langsung mengajak Hana keluar, Devan langsung berjalan Hana mengikutinya dari belakang Devan... Rasanya Hana ingin bilang pada Devan untuk pelan pelan jalannya.


Hana tidak dapat mengimbangi jalan Devan yang sangat deras... Di depan parkir Devan langsung masuk ke mobilnya Hana pun ikot naik mobil Devan..


__ADS_2