
" Kamu janji tidak akan menyakitkan Maya.?" ancam Billi...
" Lebih baik kamu urus Helena jangan urusin aku." kata Leon
"Yang sabar ya bro..." ucap Reza menepuk bahu Billi.
Sore ini pukul 4 sore, 3 pria itu lagi asik menikmati secangkir kopi sesuai selera mereka di sebuah cafe favorite mereka...
"Bukannya itu Vanessa." ucap Reza. yang melihat Vanesa masuk ke sebuah hotel turun dari sebuah taxi.
"Iya perempuan itu sudah balik." ucap Billi tanpa melihat ke arah wanita yang lagi di bicarakan.
"Siapa pria itu mesra sekali..." ucap Reza.
"Pria itu lebih cocok jadi ayahnya..." ucap Billi.
"Kamu tahu pria itu.?" tanya Reza.
"Pak Rudi pemilik perusahan stasion televisi swasta, anaknya 3 dan memiliki 2 cucu..." ucap Billi.
"Wow hebat sekali..." ucap Reza.
"Kenapa.? Vanesa lebih memilih orang tua itu dari pada Leon Wijaya." ucap Billi.
"Aku tidak bicara seperti itu." ucap Reza..
Mereka semua bercanda, saat mereka lagi asik ketawa melihat seorang gadis yang berjalan di sore itu menuju sebuah halte bus... Ya itu adalah Maya yang lagi menuju ke halte, Leon menatapnya kedua sahabatnya sadar akan tatapan Leon saat melihat Maya.
__ADS_1
"Cantik.." goda Billi.
"Iya..." ucap Leon...
Leon sadar dan marah pada Billi yang selalu menggoda dirinya...Saat mereka lagi berdebat tiba tiba melihat Maya menampar seorang pria.
"Apa yang terjadi, kenapa Maya menampar pria itu " ucap Billi...
Billi yang tiba tiba bangkit ingin keluar membela Maya sementara Leon dan Reza hanya duduk diam sambil melihat, tak lama Billi sudah sampai di dekat Maya.
Beberapa orang yang di sana menjelaskan apa yang terjadi di situ... Ternyata pria itu melakukan pelecehan pada Maya, karena tidak terima Maya marah lalu menampar nya... Ya tempat mereka nongkrong tidak jauh dari butik Tia.
"Kak terimakasih." ucap Maya ke Billi.
"Sudah tidak apa apa... biar aku antar kamu pulang." ucap Billi.
Tak lama mobil angkot yang di tunggu Maya pun tiba Maya langsung naik Billi pun ikot... Kedua pria di cafe itu yang melihat langsung melotot..
"Hai... sudah lama ya.?" ucap Tia baru tiba... Setelah beberapa menit mobil angkot Maya dan Billi pergi.
"Lumayan kamu sudah menghabiskan 2 episode." ucap Leon.
"Aku duluan..." ucap Leon langsung pergi...
Leon langsung pergi...
"Mau kemana kenapa buru buru.?" tanya Tia ke suaminya...
__ADS_1
"Biasa... Paling ke rumah Maya." ucap Reza.
"OOO... Kenapa tidak bareng saja sama Maya tadi jemput di toko, atau aku bisa sekalian ajak Maya kesini." ucap Tia.
"Sudahlah, yuk kita pulang aku rindu kamu." ucap Reza.
"Genit banget sih kamu." ucap Tia...
Setelah mengantar Maya Billi langsung naik taxi... Saat Maya baru tiba di rumah Leon pun datang...
"Kak ganteng, pasti mau cari kak Maya ya.?" ucap Sania yang lagi membuat kerajinan di teras.
Leon hanya menganggukkan kepala...
"Masuk kak, biar Sania panggilin dulu kak Maya dikamar." ucap Sania mempersilakan Leon duduk..
tok... tok...
"Kak, boleh aku masuk.." ucap Sania meminta izin...
"Kak, di luar ada kak Leon..." ucap Sania setelah masuk kamar Maya.
"Leon.?" ucap Maya kaget...
"Iya sama calon suami sendiri kok lupa, terkejut gitu." ucap Sania.
Maya langsung keluar menemui Leon di teras... Benar saja Leon lagi berbicara sama ibu yang baru pulang kerja...
__ADS_1
"Itu dia, kamu mandi sana." ucap ibu Erika, dengan kondisi bingung Maya masuk lalu mandi, selesai mandi Maya baru sadar apa yang dilakukan nya...