
Sesampai di sebuah danau taman kecil yang tidak begitu ramai Devan dan Hana duduk di tepi danau...
"Kamu suka.?" ucap Devan.
"Iya, tadi anda bilang lapar apa anda mau makan sekarang.?" tanya Hana lagi.
"Apa yang kamu bawa." tanya Devan.
Hana senyum dan membuka rantang nasi yang dia bawa... Devan langsung mengambil dan memakan bekal yang di bawa Hana dengan lahap suaminya itu memakan bekal yang di bawanya... Seulas senyum di wajah Devan untuk Hana dibalas senyum termanis yang Hana punya.
"Kamu senang.?" kata Devan.
"Senang... Terimakasih tuan." ucap Hana.
Senyum manis Devan yang tidak pernah di tunjukkan ke siapapun baik itu pada mantan kekasihnya yang menjalin cinta selama 5tahun dan LDR selama 3tahun itu... Dan akhirnya memutuskan menikah tapi dalam sekejam kekasih Devan itu menghilangkan rasa cinta Devan pada dirinya dalam hitungan beberapa menit Vidio.
"MAAF..." ucap Devan pada Hana yang terdiam mendengar kata itu.
"Ma... Maaf buat apa tuan.?" kata Hana bingung karena Hana merasa tidak ada Devan membuat salah pada dirinya.
"Aku tidak datang di pemakaman ibu dan nenek." ucap Devan.
__ADS_1
Hana tersenyum... "Oooh itu, tidak apa apa tuan." ucap Hana di hatinya merasa sedih tapi apa kenapa harus sedih.
"Aku memang tidak bisa jadi suami yang baik buat kamu." kata Hana.
"Anda sudah baik anda tidak memukul aku, ya tidak ada kekerasan dalam rumah tangga yang anda lakukan pada saya tuan... Contohnya hari ini saya senang bisa dekat sama anda tuan." ucap Hana langsung Devan mencium bibirnya...
Hana membulatkan matanya, ketika bibir Devan sudah mendarat di bibir Hana... Devan mencium bibir Hana dan tak berapa lama Hana pun membalas ciuman itu walau masih kaku...
"Tuan maaf." ucap Hana yang sadar akan tindakannya tadi... Hana sangat sadar akan sikapnya pada Devan.
( Ya ampun aku uda matre murahan pula. ) ucap Hana sangat malu setelah selesai berciuman itu.
"Cantik..." ucap Devan tersenyum, sementara Hana tercengang mendengar ucapan Devan walau pelan terdengar sangat jelas kata itu di telinga Hana..
"Kita cari makan... Kamu pasti sudah lapar.?" ucap Devan lagi.
Hana menganggukkan kepalanya tanda setuju memang tadi Devan makan bekal Hana yang mereka makan bagi dua.
"Kamu mau makan apa.?" tanya Devan pada istri nya...
"A... Aku terserah tuan saja." kata Hana gugup baru kali ini semenjak pernikahan mereka Devan baru bertanya padanya dan makan berdua di luar.
__ADS_1
"MMM...baiklah kita restoran di depan saja ya.?" kata Devan membelokan setirnya.
"Jangan tuan... Saya tidak ada uang." ucap Hana reflek membuat Devan tertawa terbahak.
"Hahahaha... " kata Devan sambil mengucek rambut Hana.
Ya selama menikah Devan hanya memberinya sebuah kartu, tapi tidak pernah Hana menggunakan kartu tersebut...
"Apa kamu mau uang cash, kenapa kamu tidak pernah menggunakan kartu yang Roby kasih.?" ucap Devan.
"Sa... Saya sudah banyak menggunakan uang anda dan keluarga anda tuan saya tidak mau lagi menambahkan utang saya pada anda ini aja saya bingung bagaimana membayar semuanya tuan." ucap Hana panjang lebar.
"Jadi kamu memikirkan itu.? Setiap malam aku dengar kamu nangis kamu memikirkan itu.?" tanya Devan terkejut.
"Iya " kata Hana menganggukkan kepalanya.
"Kenapa kamu memikirkannya.?" tanya Devan.
"Aku tidak kerja hanya di rumah, bagaimana aku membayar uang Mama... Apa boleh aku bekerja tuan atau aku kerja di kantor anda aku bisa kok jadi OG di kantor anda." ucap Hana.
"Apa.? OG.? Mau taruh dimana muka saya.?" ucap Devan kesal.
__ADS_1