Siapa Aku, Lihat Aku.?

Siapa Aku, Lihat Aku.?
bab 4..


__ADS_3

Saat Maya ingin merapikan isi tasnya dirinya menemukan sebuah kartu nama yang di berikan Billi... Maya pun teringat bagaimana Billi memberinya sebuah kartu nama untuknya...


"Apa mereka kelompok penjual wanita.?" gumam Maya melihat kartu nama yang di beri Billi.


Tok... Tok...


"Masuklah..." ucap Maya mempersilakan seorang yang mengetuk pintu untuk masuk ke kamarnya...


"Kamu di rumah.?" ucap Sofia, temen baik Maya.


"Iya aku di pecat." ucap Maya lemas...


"Yang sabar ya, tuhan lagi mencarikan kamu kerja." ucap Sofia... Menghibur Maya sahabatnya.


Maya hanya mengaggukan kepalanya tanda setuju sama ucapan Sofia sahabatnya itu...


"Eeh apa ini.?" ucap Sofia sambil melihat kartu nama.


"Ooh itu, tadi di beri oleh salah satu sahabat yang menolong aku." ucap Maya.


"Ini kan perusahaan dimana Joni bekerja ." ucap Sofia yang tahu nama perushaan pacarnya bekerja.


"Apa orang ini menawarkan kamu bekerja di perushaannya.?" ucap Sofia.


"Aku tidak tahu, tahu hanya menyuruh ku untuk datang besok." ucap Maya.


"Lebih baik kamu kesana, siapa tahu ada kerjaan untuk mu." ucap Sofia.


Maya sepertinya tidak yakin dan sedikit malas untuk mencoba ke perusahaan Billi apalagi dengan pendidikan yang di milikinya yang hanya lulusan D3 saja.


Epilog.... Di rumah Reza.


Saat di rumah Reza... Billi dab Leon sangat asik main sebuah game, inilah mengisi ke kosongan mereka yang tidak tahu harus apa yang di kerjakan...


"Tia, kamu makin cantik " ucap Billi merayu istri Reza karena memberinya sebuah jus orange.


"Seandainya Hellena aa disini, mungkin Billi tidak akan berani bilang bahwa Chintia cantik." ucap Reza.


"Kamu cemburu ya.?" ucap Billi..

__ADS_1


"Bukannya kalian tadi lagi pergi ke bar kenapa sekarang sudah disini.?" tanya Tia bingung. Karena setau Chintia baru saja suaminya meminta izin malah sudah balik.


"Kamu tahu, tadi suami kamu berantem membela wanita yang di ganggu oleh sekelompok pria." ucap Billi.


"Wah suami ku memang hebat." ucap Tia lalu memberi cium pada suaminya itu.


"Kalian emang aneh.." ucap Leon...


"Makanya tuan muda jangan di abadikan gelar jomblo nya itu." ucap Billi.


"Jomblo di pertahankan." ucap Tia lagi...


"Dan kamu Tia, kenapa mau sama Reza.?" ucap Leon.


"MMM... Reza lebih baik dari kamu." ucap Tia.Ya Chintia memang sahabat mereka saat di bangku kuliah makanya Chintia sedikit berani sama Leon.


Setelah Billi menceritakan semuanya pada Tia tentang Maya....


"Bagaimanan kalau gadis itu kerja membantu aku saja di butik." ucap Tia.


"Ide bagus." ucap Billi.


"Ya walau aku dan Hellena di jodohka tapi jujur hati kua mencintainya saat pandangan pertama." ucap Billi..


Leon mendengar sangat bosen, akhirnya Leon izin balik lebih dulu...


Maya akhirnya menghubungi Billi dan Billi menyuruh Maya untuk ke butik milik Chintia, setelah Billi memberi alamat butik Chintia ke Maya... Akhirnya Maya memutuskan untuk pergi ke tempat butik Chintia.


Ke esokannya Maya pun datang ketempat Chintia seperti petunjuk yang di berikan Billi... Setibanya Maya di alamat yang di berikan oleh Billi, Maya di sambut langsung oleh Chintia...


"Ada yang bisa di bantu.?" ucap salah satu pelayan menyabut Maya.


"Eh... Maaf kak sayabmau mencari nona Chintia." ucap Maya.


"Ooh silakan." Kaka Spg itu mengantar Maya ke tempat ruang Chintia.


Sesampainya di ruang Chintia, Maya yang di sambut rahma oleh Chintia pun merasa rileks dantidak tegang lagi...


"Maya... silakan duduk." ucap Chintia pada Maya.

__ADS_1


Setelah mereka saling memperkenalkan diri...


"Kamu yang di tolong suami ku.?" ucap Chintia..


Maya terkejut dan sedikit takut wajahnya pucat seakan di kira Maya berselingkuh pada suaminya.


"Iii...Iya nona, tapi saya tidak kenal dengan suami anda... saya sangat berterimakasih suami anda sudah mau menolong saya." ucap Maya menangis.


"Haha... Kenapa kamu menangis, saya hanya bertanya." ucap Chintia.


"Ah ...." Maya menghapus air matanya.


"Boleh saya liat map yang kamu bawa.?" ucap Chintia melihat map ynng di bawa oleh Maya.


Maya menyerahkan map nya ke Chintia... Chintia membuka dan membaca lembar demi perlembar...


"Kamu sangat pintar sampai mendapat beasiswa." ucap Chintia.


"Makasih nona." ucap Maya yang karena sudah di puji Chintia.


"Qisera Maya Sari... Nama kamu cantik semoga hatimu juga." ucap Chintia.


"Terimakasih nona." ucap Maya.


"Kamu di terima, dan besok kamu sudah boleh masuk." ucap Tia.


"Apa boleh saya masuk sekarang saja nona." ucap Maya


"Kenapa ingin buru buru.?" tanya Tia pada Maya yang heran.


"Karena saya ingin memahami apa tugas saya disini nona, agar tidak mengecewakan anda nona." ucap Maya.


"Sudah tidak apa apa, besok saja kamu kesini nanti saya akan menyuruh seorang membantu kamu." ucap Chintia.


"Terimakasih nona." ucap Maya lalu pamit pergi...


Setelah Maya pergi Chintia menghubungi Billi menceritakan betapa semangat nya Maya yang ingin bekerja di tempatnya...


"Sepertinya gadis ini sangat membutuhkan pekerjaan" ucap Chintia ke Billi lalu mereka pun mengakhiri pembicaraan mereka.

__ADS_1


__ADS_2