Siapa Aku, Lihat Aku.?

Siapa Aku, Lihat Aku.?
bab 22


__ADS_3

Di rumah Maya pagi ini dengan mata yang sebab...


"Aku berangkat dulu ya..." ucap Sania pamit setelah sarapan.


"Nak, apa kamu semalam pulang sendiri.?" tanya ibu Erika.


"Iya Bu." ucap Maya.


"May, apa yang terjadi kamu dan Leon bertengkar.?" tanya ibu.


"Tidak Bu." ucap Maya lagi.


"Kenapa kamu menangis." ucap ibu lagi...


"Ibu..." ucap Maya lalu memeluk ibunya...


Ibu hanya menepuk punggung anaknya dengan lembut... ibu mengerti bahwa Maya tidak ingin bercerita...


"Ya ampun orang itu tidak ada minta maaf atau apalah..." gerutu Maya saat lagi asik menunggu angkot...


"May..." ucap seorang pria di dalam mobil...


"Kak Billi." ucap Maya yang melihat siapa di dalam mobil yang memanggil namanya.


"Ayok masuk." ucap Billi...


Maya membuka mobil sport biru itu lalu masuk duduk di kursi samping pengemudi.


"Bagaimana tidur kamu.?" ucap Billi.


"Lumayan nyenyak." jawab Maya.

__ADS_1


"Kamu Sudah sarapan.?" tanya Billi lagi.


"Sudah kak." ucap Maya.


"Ooh ya kenapa kakak lewat depan gang rumah aku.?" tanya Maya.


"Aku sengaja ingin jemput kamu." ucap Billi.


"Sungguh merepotkan sekali kak." ucap Maya.


"Aku takut kamu di ganggu lagi sama orang." ucap Billi.


"Kakak berlebihan sekali, lain kali tidak usah... kemaren hanya lagi apes saja kak." ucap Maya.


"Biarkan aku menjaga kamu." ucap Billi.


"Kakak buat aku salah paham saja." ucap Maya.


"Tapi kak." ucap Maya.


"Kamu akan menikah dengan Leon.?" ucap Billi lagi...


"Iya, kamu tidak mencintainya kamu hanya tidak enak dengan nenek Tika... Karena rumah aku bisa beliin May." ucap Billi.


"Aku wanita jahat, matre kak demi sebuah uang rumah aku mau menikah." ucap Maya.


"Tidak itu bentuk wajar May." ucap Billi.


"Kak, maaf tapi aku tidak bisa kak aku memiliki alasan sendiri kak... aku tidak ingin salah paham yang aku buat akan menjadi lebih buruk kak." ucap Maya.


"Sejujurnya aku juga ingin kak membatalkan nya tapi aku tidak ingin mengecewakan kak..." ucap Maya.

__ADS_1


"Kamu sangat baik, aku mengerti tapi biarkan aku menjaga kamu." ucap Billi.


"Terimakasih kak." ucap Maya.. lalu suasana jadi hening.


"Nanti aku akan jemput kamu." ucap Billi memecahkan keheningan.


"Terimakasih kak." kata Maya.. akhirnya Maya sampai di butik Tia, bersamaan dengan Tia yang baru tiba juga.


"Tia aku pergi dulu..." ucap Billi bersorak di dalam mobilnya lalu meninggalkan mereka.


"May, kamu..." ucap Tia..


"Tidak kak, tadi kak Billi hanya kebetulan lewat." ucap Maya.


"Semalam apa yang terjadi kamu dengan Leon.?" tanya Tia.


"Aku..." ucap Maya yang mencari alasan ..


"Sudah ceritakan semuanya saja." ucap Tia..


"Dia mengajak aku kerumahnya tapi menyuruh aku pulang sendiri kak di malam hari." kata Maya berbicara jujur...


"Aduh, pantas saja dia khawatir banget sampai menyuruh suami ku untuk menghubungi kamu... " ucap Tia.


"Maaf ya kak merepotkan kakak dan kak Reza." ucap Maya.


"Aduh so sweet sekali sih kamu, calon suami yang membuat kamu yang minta maaf... sudahlah Leon memang gitu kamu yang sabar ya." ucap Tia.


Lalu Maya pun keluar dari ruangan Tia... Maya yang mulai sibuk dengan pekerjaan sampai tidak sadar jam makan siang beberapa temen kerjanya sudah mengajak Maya untuk makan siang tapi Maya menolaknya...


Tia yang sudah pergi makan siang keluar dengan salah satu klien nya...

__ADS_1


__ADS_2