Siapa Aku, Lihat Aku.?

Siapa Aku, Lihat Aku.?
bab 54...


__ADS_3

Maya segera merapikan dirinya lalu pergi dari rumah ibunya... Sambil membawa ijazah miliknya untuk memenuhi syarat melamar kerja..


"Semoga dengan kondisi ku seperti ini masih ada orang menerima diri ku ya tuhan." ucap Maya..


Saat Maya lagi menutup pintu tiba tiba tangannya di tarik seseorang Maya terkejut dan berbalik...


"Tuan Leon." ucap Maya yang kaget melihat suaminya berdiri di hadapan nya.


"Tu... Tuan sedang apa.?" tanya Maya...


"Ikot aku..." ucap Leon menarik Maya.


"Lepaskan aku tuan, aku mohon tuan lepaskan aku..." ucap Maya yang masi berontak...


Tiba tiba penglihatan Maya menjadi gelap... Dirinya pingsan, Leon segera membopong Maya dalam mobilnya menuju rumah sakit...


Dokter segera memeriksa kondisi Maya, tak berselang lama dokter keluar... Dan menjelaskan kondisi Maya kepada Leon...


"Tuan, istri anda hanya terlalu stres saya harap anda bisa menjaganya agar tidak membuatnya tertekan kasian bayi yang di kandungannya bila ini terus berlanjut." ucap sang dokter.

__ADS_1


Leon menganggukkan kepalanya lalu masuk ke kamar dimana Maya di rawat... Melihat Maya yang berbaring membuatnya merasa bersalah dengan kondisi lagi hamil, Leon juga takut bila nenek Tika tahu akan membuat nenek jatuh sakit.


"Dimana aku.?" tanya Maya setelah sadar... Maya yang masih merasa pusing setelah beberapa menit baring dirinya berusaha duduk... Tiba mendengar suara seseorang masuk sedang berbicara.


Leon yang melihat Maya yang lagi berusaha duduk segera mengakhiri pembicaraannya melalui ponselnya, lalu menghampiri Maya.


"Kamu istirahatlah dulu." ucap Leon.


"Tidak tuan saya sudah baikan." ucap Maya.


"Ini perintah." ucap Leon... Maya langsung baring tapi dirinya membuang wajah dari Leon.


Dokter datang memeriksa Maya... Maya hanya mengalami kram saja dirinya dan bayinya baik baik saja, setelah menjelaskan dokter segera pergi meninggalkan Maya dan Leon.


Sekarang hanya tinggal mereka berdua Maya yang membuang muka pada Leon membelakangi Leon.


"Kamu sudah berani." ucap Leon, tapi Maya tetap tidak menjawab setiap pertanyaan Leon.


"Maya... Qisera Maya Sari." ucap Leon penuh penekanan.

__ADS_1


Maya berbalik dan menatap Leon...


"Kamu ingin tahu kenapa aku melakukan ini.? Aku kesabaran aku sudah habis tuan Leon Wijaya... Aku terima kamu menghina akau wanita murah, aku terima semua kamu tidak mau ke rumah ibu ku aku terima semuanya aku terima semua sikap cuek mu pada ku dan tidak peduli kamu pada bayi ini..... Tapi aku sudah tidak tahan kamu menyuruh wanita itu datang memperlihatkan foto mesra kamu dan dia." ucap Maya menangis.


"Aku masih istri kamu, aku terima kamu tidak mencintai ku... Tapi aku mohon bersabarlah sampai anak ini lahir." ucap Maya.


"Aku tidak mau anak ini kamu yang merawat dengan wanita itu... Makanya aku pergi bersama anakku." ucap Maya... Menangis pecah Leon hanya diam mendengar ucapan Maya.


"Maaf." ucap Leon walau pelan tapi masih terdengar jelas di telinga Maya.


"Jadi aku mohon tuan biarkan aku pergi." ucap Maya lagi..


"Tidak, aku tidak akan biarkan kamu pergi bersama anak kita." ucap Leon.


"Hiks... Hiks... Hiks..." Maya hanya menangis.


"Dan kamu harus tahu satu hal aku Leon Wijaya tidak akan pernah menceraikan kamu." ucap Leon tegas.


"Apa mau anda tuan.?" ucap Maya meminta penjelasan sama Leon...

__ADS_1


"Apa anda masih ingin membuat aku menderita... Selama ini aku hanya bisa diam dengan semua sikap anda pada saya." ucap Maya yang lagi nangis.


__ADS_2