Siapa Aku, Lihat Aku.?

Siapa Aku, Lihat Aku.?
Bab 12


__ADS_3

Selesai makan malam nenek menyuruh Leon mengantar Maya pulang.... tapi sebelumnya nenek berpesan pada Leon untuk mengantar Maya sampai rumah...


"Jangan kamu turunin dia di halte." bisik David pada Leon...


"Uncle jangan suruh aunty turun di halte ya." bisik Jerry kembali.


Leon hanya mengusap pala Jerry... Nenek yang memberi kode membuat Leon takut walau nenek Tika tidak memberi tahu bahwa dirinya tahu Leon pernah menurunkan Maya di halte... Leon sudah paham akan sikap dan ucapan nenek...


Di dalam mobil hanya ada Maya dan Leon...


"Aku sudah menolak, kenapa nenek anda masih memaksa apa semua orang kaya semaunya.?" ucap Maya.


" 2 tahun... kayaknya waktu yang cukup untuk kita menjadi suami istri bukan.?" ucap Leon.


"Ini sebuah pernikahan tuan bukan mainan, dan anda pikir saya mau memiliki gelar janda." ucap Maya.


"Saya mohon, anda yang mengenal keluarga anda jadi anda sudah paham bagaimana mereka bagaimana menolaknya." ucap Maya menangis, dirinya memang belom siap menikah apalagi dengan Leon yang baru di lihatnya baginya...


Leon diam, tidak tahu harus bicara apa membuat Maya yang menangis seperti itu di tambah ini perintah dari neneknya orang yang sangat di cintai, Leon juga tahu tidak ada yang bisa bantah keputusan nenek Tika... sekalipun nenek Jenni masih hidup juga tidak bisa apa apa kalau nenek Tika membuat keputusan.

__ADS_1


Di sebuah gang mobil Leon berhenti gang sempit yang hanya bisa di lalui oleh motor... Maya tidak lupa pamit dan mengucapkan terimakasih pada Leon meski dirinya benci dengan Leon.


"Kamu mandi dulu..?" ucap ibu... Yang tahu putrinya sudah pulang...


Mayang langsung mandi, selesai mandi Maya tidak keluar lagi dari kamar... Biasanya Maya akan membantu adiknya belajar kali ini Maya lebih senang berada dikamar mengurung dirinya... Menangis mengingat apa yang terjadi sampai dia harus menikah di pikiran Maya terngiang suara nenek Tika yang akan datang melamar dirinya meminta pada ibunya...


Maya belom berani berbicara pada ibunya bahwa nenek Tika akan datang, karena selama ini ibu dan adiknya tidak pernah tahu tentang Leon dan tidak pernah mengenal Leon... Maya juga tidak pernah menceritakan Leon pada adik dan ibu nya...


"Apalagi cobaan yang kamu berikan tuhan." ucap Maya... bergumam sambil menangis rasanya Maya tidak kuat.


"Selama ini ibu dan adik ku tidak tahu aku punya kekasih, masa tiba tiba aku mau menikah... Pasti ibu akan syok.." ucap Maya untuk dirinya.


"Nenek akan menikahkan aku dengan Maya dua Minggu lagi." ucap Leon.


"Apa..?" ucap Reza dan Tia...


"Dua Minggu lagi.? kamu tidak salah, ini pernikahan Leon.? bagaimana dengan Maya.? apa Maya menerimanya.? Bagaimana ibunya Maya apa setuju.? dua Minggu sangat cepat." ucap Tia membuat Leon bingung harus jawab yang mana..


"Gadis itu lebih dengar apa kata kamu." ucap Leon.

__ADS_1


"Ini bukan masalah dengar Leon." ucap Tia kesal...


" Beri tahu dia, hanya 2 tahun batas menikah setelah itu bercerai." ucap Leon.


"kamu gila Leon." ucap Tia.


"Aku akan memberinya rumah serta mobil, setelah kita bercerai." ucap Leon lagi.


"Bukan masalah itu tuan muda Leon Wijaya." kata Tia kesal.


"Kau pikir Maya akan menerima fasilitas yang kamu beri." ucap Tia.


" Aku juga akan membolehkan dirinya bekerja." ucap Leon lagi.


Tia diam dirinya sangat kesal dan kecewa, sedih dan marah walau bagaimanapun Maya sudah di anggapnya adik oleh Tia... Tia kasian pada Maya sekarang hanya rasa kasian pada gadis yang berusia 22 tahun itu yang baru dikenalnya.


Leon akhirnya izin balik kepada pasangan suami istri ini... Tia diam pada Leon rasa kecewa pada Leon membuatnya tak bisa berbuat apa apa pada gadis berusia 22 tahun itu.


"Sayang, kamu setuju dengan keputusan Leon.?" ucap Tia pada Reza..

__ADS_1


"Ini sudah keputusan nenek." ucap Reza lalu mengajak Tia untuk istirahat besok kerja.


__ADS_2