SILA DAN SAILA

SILA DAN SAILA
Pertemuan orang tua


__ADS_3

Bima sudah merencanakan pernikahan Saila dan Leon satu minggu ke depan. Ia dan Yasmin bahkan sudah menghubungi Angela dan Sila di Prancis kalau mereka harus kembali untuk menghadiri pernikahan Saila.


Sila dan Angela kaget mendengar kabar pernikahan Saila yang secara tiba – tiba itu. Tentu saja Yasmin menceritakan semuanya pada adik iparnya kalau Saila hamil di luar nikah dengan pacarnya.


Angela dan Sila pun tak percaya dengan semua berita Saila yang mereka dengar. Bagaimana tidak percaya, mereka mengenal Saila sebagai gadis rumahan yang tak pernah pacaran. Namun karena penjelasan dari Yasmin membuat mereka bisa memahami keadaan Saila.


Dan mereka berencana kembali ke Indonesia setelah Sila menyelesaikan semua masalah pelajarannya di kampus. Sila bahkan berencana untuk tinggal di Indonesia dalam waktu yang lama.


Yasmin merasa sangat bahagia mendengar kalau anaknya bersedia kembali ke Indonesia untuk waktu yang lama. Begitu pun dengan orang – orang yang mengetahui kabar kalau Sila akan kembali ke Indonesia bersama Angela dan keluarga kecilnya. Mereka semua menunggu kedatangan Sila dan Angela.


***


Hari ini adalah hari dimana ibu kandung Leon kembali dari Prancis? Leon menjemput ibunya di bandara untuk membawanya bertemu dengan Keluarga Besar Saila. Dan saat ini Leon berdiri di area penjemputan, menunggu kedatangan ibunya.


Tak lama kemudian, seorang perempuan paruh baya dengan gaya elegannya berjalan keluar dari dalam bandara sambil menarik kopernya. Ia datang menghampiri Leon yang sejak tadi berdiri menunggunya di area tunggu.


Ketika sudah berdiri di depan anaknya, ia langsung membuka kacamata hitamnya, sambil menghela nafasnya menatap anak semata wayangnya itu.


“Kenapa kau datang sendiri? Mana gadis yang akan kau nikahi itu?” tanya ibunya yang bernama Nyonya Serly.


“Saila ada di rumah kedua orang tuanya bu. Dia tidak bisa ikut menjemput ibu di sini,” jawab Leon dengan serius.


“Kau ini bagaimana sih? Ibu, kan mau kenalan dengan calon mantu ibu. Harusnya kau bawa dia kesini dong?” Nyonya Serly terlihat kesal dengan anaknya yang tak membawa Saila, calon istrinya.


“Iya bu. Nanti aku bawa dia bertemu dengan ibu,” jawab Leon sambil tersenyum melihat ibunya.


“Dan kau. Kenapa kau tiba – tiba mau menikah secepat ini, sebelum ibu bertemu dengan keluarga calon istrimu itu. Bahkan sudah menetapkan tanggal pernikahan kalian tanpa menunggu ibu datang?” Ibu Serly terus mengomeli anaknya mengenai pernikahannya yang sangat mendadak itu. Bahkan ketika ia meninggalkan Prancis ia sangat kesal mendengar berita anaknya akan menikah.


“Bu, kita bicarakan di dalam mobil ya. Tidak enak bicara di sini. Disini banyak orang. Nanti aku ceritakan semuanya pada ibu di mobil. Oke!” ucap Leon menenangkan kekesalan ibunya.


“Oke. Ibu akan menurutimu. Tapi semuanya harus kau ceritakan pada ibu. Jangan ada yang di sembunyikan!” pinta Nyonya Serly, menaikkan jari telunjuknya, menunjuk anaknya.


Leon dengan cepat melingkarkan tangannya di bahu ibunya, mengajaknya pergi dari sana.“Baik ibuku sayang. Aku akan cerita. Ayo cepat, kita masuk ke mobil,” balas Leon.

__ADS_1


Ia membantu ibunya menarik kopernya, dan berjalan menuju mobilnya dengan posisi yang masih memeluk bahu ibunya berjalan menuju mobilnya. Ia melepaskan tangannya dari bahu ibunya, kemudian memasukkan koper


Nyonya Serly ke dalam bagasi.


Selesai memasukkan koper ibunya, ia kembali membantu Nyonya Serly membuka pintu mobil. Nyonya Serly pun masuk ke dalam mobil setelah Leon membuka pintu mobil untuknya diikuti Leon yang masuk ke dalam mobil, lalu melajukan mobilnya meninggalkan bandara.


Di dalam mobil.


Leon menceritakan semua pada ibunya mengenai Saila, namun ia tidak mengatakan pada ibunya kalau ia telah memperkosa Saila. Yang ia katakan pada ibunya kalau ia dan Saila saling mencintai sampai akhirnya ia menghamili Saila. Bahkan hubungannya dengan Sila tidak ia ceritakan pada ibunya.


“Jadi ... gadis yang ingin kau nikahi dulu itu adalah Saila. Yang kau bilang pada ibu,” tanya Nyonya Serly.


Nyonya Serly memang belum tahu jelas siapa kekasih anaknya. Yang ia tahu kalau Leon ingin menikahi pacarnya satu tahun yang lalu, namun baru sekarang ia mengetahui tentang gadis yang dulu Leon pacari.


Meskipun ia tahunya kalau gadis itu adalah Saila bukan Sila. Leon terpaksa membohongi ibunya, karena tidak ingin menciptakan masalah. Akan lebih baik kalau ibunya tahunya seperti ini. Seperti yang di ketahui kedua orang tua Saila.


“Iya bu. Dia gadis yang aku maksud,” jawab Leon menoleh ke samping, tersenyum melihat ibunya.


“Kenapa ibu tiba – tiba membahas tentang Alexa? Dia bukan siapa – siapa bagiku. Dia hanya teman dan sekertaris pribadiku, tidak lebih?” Leon terlihat kesal melihat ibunya yang lagi – lagi mau menjodohkannya dengan Alexa.


“Ibu, kan hanya mengatakan keinginan ibu. Lagi pula dia, kan temanmu sejak kecil. Dia gadis yang baik, tidak seperti si Saila itu, yang punya hati plin plan. Tapi karena kau sudah menghamilinya, ibu terpaksa setuju dengan pernikahanmu itu," jelas Nyonya Serly dengan wajah tak sukanya membahas Saila.


Leon menghela nafasnya mendengar ocehan ibunya yang tak suka dengan Saila. Ia kembali bicara sesaat setelah mendengar ucapan ibunya.


“Saila adalah gadis yang baik bu. Ibu pasti akan menyukainya kalau ibu bertemu dengannya nanti. Dia bukan gadis seperti yang ibu kira. Dia baik dan punya sopan santun!” ucap Leon menatap serius ibunya, berusaha membela Saila di depan ibunya.


“Ibu tidak akan berkomentar apapun sebelum bertemu dengannya secara langsung,” balas Nyonya Serly melihat ke samping jendela kaca mobilnya tanpa melihat langsung anaknya yang fokus menyetir.


“Apa sebaiknya ibu istirahat dulu? Besok baru aku bawa ibu ke rumah Saila untuk bertemu dengan keluarganya! Ibu, kan baru sampai dari Prancis?” ucap Leon yang sesekali menoleh ke samping melihat ibunya.


“Ibu ingin bertemu sekarang, Leon. Bawa ibu ke sana sekarang!” pinta Nyonya Serly yang kembali melihat anaknya.


“Baiklah. Kalau itu yang ibu inginkan. Aku akan menghubungi Saila dulu.”

__ADS_1


Leon pun dengan cepat menghubungi Saila untuk mengatakan kalau ia dan ibunya akan datang ke rumahnya sekarang. Tentu saja Leon mendapat persetujuan dari Saila, dan Leon terlihat senang mendengar Saila setuju.


Tak lama setelah Leon menghubungi Saila, Leon sudah sampai di depan pintu pagar rumah Keluarga Mahesa. Ia kembali meminta izin pada salah satu pengawal rumah Saila untuk membiarkannya masuk ke dalam. Leon melajukan mobilnya masuk ke dalam pekerangan rumah Saila setelah pintu pagar rumahnya terbuka lebar. Ia memarkirkan mobilnya di depan rumah Saila, kemudian turun dari mobil bersama ibunya.


Dan tanpa di duga, Saila sudah berdiri di depan pintu rumahnya, menyambut kedatangan Leon dan ibunya. Saat itu, Leon tak menyangka kalau Saila sampai keluar menjemputnya. Saila bahkan tersenyum sambil mengulurkan tangannya, menyapa Nyonya Serly.


Nyonya Serly membalas sambutan hangat yang diberikan Saila padanya. Memang apa yang di katakan Leon benar adanya, kalau gadis itu adalah gadis yang punya sopan santun. Pikirnya.


“Ayo masuk tante. Ayah, ibu ada di dalam menunggu tante dan Mas Leon!” Saila mengajak Nyonya Serly masuk ke dalam rumahnya


Perasaan Saila masih terasa canggung saat ia mulai memanggil Leon dengan sebutan Mas Leon, namun ia tetap harus melakukan itu agar aktingnya dan Leon berjalan lancar. Mereka akan berakting di depan keluarganya kalau mereka saling mencintai.


Nyonya Serly masuk ke dalam bersama Leon mengikuti Saila yang sudah berjalan di depannya. Saila membawa mereka berdua di Ruang Keluarga dimana kedua orang tuanya tengah duduk santai.


Saat di sana, Bima dan Yasmin menyambut Nyonya Serly dengan hangat. Saling berjabat tangan diiringi dengan senyuman dari mereka. Tidak seperti saat mereka menyambut kedatangan Leon kemarin di rumahnya. Sangat berbeda, bahkan Leon sendiri syok melihat sambutan hangat mereka yang tak sama dengannya.


Namun, ia tetap mengerti, karena ia sudah menghamili Saila. Kalau saja kedua orang tua Saila tahu yang sebenarnya, mungkin ia sekarang sudah berada di rumah sakit. Terbaring lemah di sana akibat pukulan yang akan ia terima dari ayah Saila. Untung saja Saila membelanya, rela berakting di depan kedua orang tuanya.


Orang tua mereka kini tengah mengobrol asyik mengenai anak – anak mereka, sedangkan Saila dan Leon hanya saling lirik – lirikan melihat silaturahmi orang tuanya yang terjalin baik di hari pertama bertemu.


Tidak seperti bayangan mereka kalau pembicaraan mereka akan kaku. Namun, itu semua karena Yasmin yang langsung asyik ngobrol dengan Nyonya Serly. Dan Bima hanya mengikuti istrinya saja.


.


.


Bersambung


.


.


Jadwal Up Date SDS Minggu - Kamis. Jumat, sabtu nggak up date ya🤗

__ADS_1


__ADS_2