SILA DAN SAILA

SILA DAN SAILA
Pertengkaran Sila dan Alexa


__ADS_3

Saat masuk ke dalam Restoran, Alexa terkejut ketika sepasang matanya melihat dua saudara kembar duduk mengobrol dengan tawa yang menghiasi di wajah keduanya. Alexa berdiri diam menatap sambil mengerutkan keningnya, melihat dengan jelas Sila dan Saila. Wajahnya terlihat penasaran melihat Sila dan Saila di sana. Dan karena rasa penasarannya itu membuat Alexa berniat untuk menghampiri mereka.


Alexa menoleh ke samping, melihat bawahannya yang sejak tadi berdiri di sampingnya.


“Kau masuk duluan. Dan bawa dokumen – dokumen ini!” perintah Alexa sambil menyodorkan dokumen pada wanita itu.


“Baik bu,” jawabnya.


“Pergilah. Aku akan menyusul nanti!” perintah Alex kembali.


“Baik.”


Bawahannya itu pun kembali berjalan menuju sebuah ruangan dimana klien bisnis yang akan Alexa temui?


Sementara Alexa berjalan menghampiri Sila dan Saila yang duduk mengobrol di tempatnya itu.


Mereka masih belum menyadari kedatangan Alexa di Restoran, namun ketika Alexa sudah berjalan mendekati mereka, Sila langsung menyadarinya. Ia kaget melihat Alexa bejalan menghampirinya. Ia langsung menatap Alexa dengan tatapan tajamnya, tidak suka melihat kehadiran Alexa yang sangat ia benci.


“Alexa!” kata Sila memandang Alexa. Bola matanya terus mengikuti Alexa yang berjalan menghampirinya.


Dan saat itu, Saila ikut heran dengan ekspresi yang di tunjukkan Sila. Ia ikut menggerakkan kepalanya, melihat Alexa.


Ketika Alexa sudah berdiri di samping meja mereka, Alexa terlihat diam sambil mengerutkan keningnya menatap Sila dan Saila secara bergantian.


“Jadi kedua orang ini benar – benar kembar!” dalam hati Alexa.


Ia terlihat tak bisa membedakan wajah mereka berdua, namun pandangannya seketika tertuju pada Sila. Ia bisa menebak, kalau yang ia lihat di depannya, tepat di samping kirinya sekarang adalah Sila. Ia bisa melihat dari cara berpakaian Sila yang terlihat sexi. Dan yang duduk di depan Sila tepat di samping kanannya pasti adalah Saila. Melihat penampilan Saila yang terlihat biasa saja.


Sila terlihat tidak suka melihat tatapan Alexa padanya.


“Hei, apa yang kau lihat?” tanya Sila.


Alexa tersenyum mendengar pertanyaan dari Sila. Sekarang ia sangat yakin kalau yang bertanya padanya adalah Sila, si wanita kasar.


“Jadi kalian berdua benar – benar kembar?” tanya Alexa sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya menatap Sila dan Saila secara bergantian. Wajahnya terlihat sangat tidak suka dengan Sila dan Saila.


“Iya, terus kenapa? Dari tatapanmu itu seperti, kau tidak suka kalau aku disini!” ucap Sila.


Alexa menggelengkan kepalanya dengan senyuman sinis di wajahnya.


“Kalian berdua benar – benar satu paket. Bukan hanya kembar wajah, tapi kalian juga menyukai pria yang sama, bahkan bergantian tidur dengan satu pria!” ucap Alexa.


Sila langsung berdiri.


Plak ...


Dan melayangkan satu tamparan untuk Alexa. Sila sangat kesal mendengar ucapan Alexa yang seakan menghina dirinya dan Saila.


“Sila, kau menamparku lagi!” teriak Alexa sambil memegang pipinya.


Saila ikut berdiri. “Sila, apa yang kau lakukan?” tanya Saila mengerutkan keningnya.


“Kau duduk saja. Jangan ikut campur. Ini urusanku dengannya!” perintah Sila dengan tegas. Sila memang sejak dulu ingin melampiaskan amarahnya pada Alexa yang selalu menjelek – jelekkannya di depan Leon.


Saila pun menuruti keinginan saudari kembarnya. Ia kembali duduk di sana menatap Sila dengan khawatir.

__ADS_1


Sila kembali menatap Alexa.


“Itu tamparan untuk wanita bermulut pedas sepertimu. Aku sungguh heran sama Kak Leon. Kenapa dia masih bisa menjadikanmu sekertarisnya? Kau bahkan menjelek – jelekkanku di depan Kak Leon!” ucap Sila dengan tatapan marahnya.


“Itu adalah kenyataan Sila. Kau memang wanita yang suka gonta – ganti pria. Saat kau sudah bosan meniduri satu pria, kau akan meninggalkannya dan berganti ke pria yang lain!” balas Alexa dengan suaranya yang lantang.


Alexa kemudian mengalihkan pandangannya pada Saila. “Dan saudaramu yang sok polos itu, sama denganmu. Dia wanita yang sangat murahan!” kata Alexa menghina Saila. Ia menggeleng – gelengkan kepalanya, merasa ilfil melihat Saila.


“Jaga ucapanmu itu. Kau pikir kau siapa berani menghinaku dan Saila?” ucap Sila dengan marah.


Alexa langsung mengalihkan pandangannya pada Sila.


“Bagaimana bisa kau masih bisa tersenyum lebar saat saudaramu yang polos itu menikah dengan Leon, pria yang pernah menjadi pacarmu, sekarang malah menjadi saudara iparmu. Sungguh ironis.” kata Alexa kembali menghina Sila.


Sila hanya diam menatap Alexa dengan pandangan marahnya.


Alexa kembali melihat Saila. “Dan kau Saila, kau pikir Leon benar – benar mencintaimu. Itu karena kau hanya mirip dengan Sila. Ditambah kau hamil anaknya, kan? Huh ... kau itu benar – benar bodoh. Tidak bisa membedakan antara cinta dan rasa kasihan yang di tunjukkan Leon padamu!” ucap Alexa.


Seketika Saila menundukkan kepalanya di sana saat mendengar ucapan Alexa. Ia tidak bisa mengatakan apa – apa. Mungkin saja apa yang dikatakan Alexa ada benarnya? Leon hanya menganggapnya sebagai pengganti saja.


“Saila!” teriak Sila ketika ia melihat Saila menunduk. Saila langsung mengangkat kepalanya melihat Sila.


“Apa kau bodoh? Kau percaya dengan kata – katanya sekarang, hah!” lanjut Sila dengan wajahnya yang terlihat kesal. Ia tahu kalau Saila pasti mempercayai semua ucapan Alexa.


Saila kembali menundukkan kepalanya. Dan Sila bisa tahu kalau Saila benar – benar mempercayai kata - kata Alexa.


Ia sangat marah, tatapannya pada Alexa seketika tajam dan dingin. Rasanya ia ingin sekali merobek mulut Alexa di sana.


“Kenapa kau menatapku begitu? Apa kau mau memukulku lagi, hah?” tanya Alexa yang sadar dengan tatapan Sila padanya.


“Oke, aku pergi, tapi sebelum aku pergi. Aku akan berikan peringatan pada kalian. Wanita penggoda seperti kalian berdua itu tidak pantas berada di dekat Leon. Hanya karena wajah yang sama, yang kalian miliki, kalian bisa dengan muda memikat pria secara bergantian.” ucap Alexa, kemudian menatap Saila yang duduk di tempatnya itu.


“Dan aku benar – benar kasihan denganmu Saila. Selama ini kau pasti selalu berhubungan dengan setiap pria yang pernah di pacari saudari kembarmu itu, kan? Dengan kata lain, kau hanya mendapatkan barang bekas dari Sila!” lanjut Alexa.


Sila sudah sangat geram dengan semua yang dikatakan Alexa. Ia sudah tidak bisa lagi menahan amarahnya.


Plak ...


Sila kembali menampar Alexa yang ke dua kalinya.


A’ Alexa sangat kesakitan di pipinya saat menerima pukulan dari Sila.


Dan tamparan Sila kali ini membuat Alexa sampai tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya. Itu hampir membuatnya jatuh.


Alexa menegakkan kepalanya menatap Sila sambil memegang pipi bekas tamparan Sila.


“Sila ... beraninya kau menamparku lagi. Dasar wanita penggoda!” umpatnya dengan suara yang keras sampai seluruh Restoran mendengar suaranya.


“Itu tamparan dariku, karena kau sudah menghina harga diriku!” balas Sila.


Plak ...


Sila lagi - lagi melayangkan tamparannya. Dan itu membuat Alexa sangat malu. Bagaimana bisa ia di tampar oleh gadis yang jauh lebih muda darinya? Itu membuat harga dirinya jatuh.


“Sila, berani sekali kau!” teriak Alexa dengan wajahnya yang sangat marah.

__ADS_1


“Itu tamparan dari Saila, karena kau berani menghinanya!” kata Sila dengan mata melotot melihat Alexa.


Memang sejak tadi ia sudah tidak tahan dengan semua penghinaan Alexa padanya.


Saila langsung berdiri dan memegang lengan Sila. “Apa yang kau lakukan Sila?” tanya Saila.


“Aku melakukan yang pantas dia terima, bahkan tamparan yang kuberikan padanya tidak akan pernah cukup, tidak sebanding dengan mulutnya yang kotor itu!” jawab Sila.


Alexa tidak mau kalah. Ia pun mengangkat tangannya untuk menampar Sila, namun Saila dengan sigap menghadangnya, tepat di depan Sila. Akhirnya yang kena tamparannya adalah Saila.


“Saila!” teriak Sila. Ia langsung memegang kedua bahu Saila dari belakang. “Apa yang kau lakukan? Kenapa kau menghadangnya?” tanya Sila yang saat itu memegang pipi Saila.


“Sila, kita pergi saja dari sini. Hentikanlah. Jangan bertengkar lagi. Aku mohon!” ucap Saila memohon pada saudari kembarnya.


Sila menghela nafasnya, Haaaa ...


“Baiklah. Sesuai keinginanmu. Kita akan pergi. Ayo!” Ajak Sila sambil memegang erat tangan Saila.


Namun saat itu, Alexa masih tidak terima perlakuan Sila padanya. Sebelum ia membalas tamparan Sila padanya, ia tidak akan tenang, amarahnya tidak akan reda. Ya, Alexa memang sangat dendam pada Sila semenjak Sila berpacaran dengan Leon di tambah Saila sekarang hamil anak Leon yang membuatnya semakin dendam pada Sila dan Saila. Terutama pada Sila yang sekarang mempermalukan dirinya di depan banyak orang.


Alexa langsung menarik rambut Sila, dan berniat untuk memukul wajahnya, melampiaskan semua amarahnya pada Sila.


“Hei, apa yang kau lakukan. Lepaskan rambutku brengsek!” teriak Sila sambil memegang rambutnya, berusaha melepaskan rambutnya dari Alexa.


Saila terlihat panik melihat pertengkaran mereka yang tidak ada hentinya. Ia tidak tahu harus melakukan apa sekarang?


Sementara orang – orang yang ada di Restoran itu hanya diam menyaksikan mereka bertengkar tanpa mau ikut campur.


Sila masih berusaha melepaskan rambutnya dengan tangan kanannya, dan tangan kirinya berusaha untuk meraih rambut Alexa, namun dengan cepat Alexa langsung memukul wajah Sila.


Saila kaget dan langsung maju untuk memisahkan kedua wanita kasar itu.


“Sudah cukup. Cepat hentikan. Orang – orang melihat kalian!” teriak Saila yang berusaha memisahkan mereka, berusaha melepaskan tangan Alexa dari rambut Sila.


Alexa menoleh melihat Saila. “Minggir kau!” Ia langsung mendorong Saila dengan keras menggunakan tangan satunya sampai setengah tubuh Saila berada di meja.


A’ Saila terdengar kesakitan akibat perutnya yang terbentur di sudut meja Restoran. Ia menggigit bibirnya sambil menggenggam perutnya, menahan rasa sakitnya di sana.


Sementara Sila dan Alexa masih bertengkar di sana. Dan saat itu juga, manajer Restoran datang menghampiri mereka bersama para pelayan Restoran. Para pelayan langsung memisahkan mereka berdua.


.


.


Bersambung


.


.


Tahan emosi sayang2ku ya. Tarik nafas baru buang. Kalau perlu wudhu  kalau ngga bisa menahan emosinya.🤗🤗. Yang mau tebak silahkan tebak, siapa tahu tebakannya benar?


Drama ikan terbangnya masih lanjut di bab selanjutnya. Sabar ya sayang2ku, minum jus semen dulu baru bisa buka bab selanjutnya. Heheheh.....🤣😂😄😅


Lope selapangan untuk kalian semua😘😘

__ADS_1


Jangan lupa votenya untuk Sila dan Saila ya. Terima kasih


__ADS_2