
Saat ini David tengah berada di sebuah Club Malam menghabiskan waktunya untuk minum – minum.
Sementara Ken dan Zidan baru saja mendapat kabar dari orang suruhan Ken kalau David ada di tempat itu. Mereka langsung mendatangi Club Malamnya itu.
Beberapa saat kemudian, mereka sampai di depan Club Malam dimana David berada. Mereka berdua turun dari mobil dan masuk ke dalam Club untuk mencari David. Saat mereka di dalam, Zidan menyuruh anak buahnya berpencar mencari David tanpa harus mengganggu orang yang ada di dalam.
Zidan dan Ken ikut mencari keberadaan David. Hanya sebentar saja mereka sudah menemukan keberadaan David yang kini berada di sebuah ruangan bersama gadis – gadis Club Malam. Ia sedang asyik minum - minum di sana.
Zidan masuk ke dalam ruangan dengan ekpresi marah yang sejak tadi tampak di wajahnya. Ia terlihat sudah tidak tahan untuk memukul lelaki yang sudah berbuat jahat pada Sila.
David yang melihat kedatangan banyak lelaki berbaju hitam sangat terkejut, apalagi ia melihat Zidan dan Ken yang sudah berdiri tegak di depannya dengan pandangan tajam. Begitu juga dengan para wanita yang bersamanya. Mereka semua berdiri dengan ekspresi kaget dan ketakutan.
“Apa dia orangnya, Zidan?” tanya Ken melirik Zidan.
“Iya paman. Dia orang yang membawa Sila tadi,” jawab Zidan.
“Kalau begitu, bawa dia keluar dari sini!” perintah Ken.
“Baik paman,” jawab Zidan.
Zidan pun menyuruh bawahannya untuk membawa David keluar dari ruangannya.
“Hei, kalian siapa?” teriak David yang berusaha melepaskan kerah bajunya dari anak buah Zidan, namun mereka terus menarik David keluar dari ruangannya. Kedua bawahan Zidan yang menarik paksa David, berjalan cepat untuk keluar dari Club Malam itu.
Ketika mereka diluar, mereka langsung mendorong tubuh David ke depan dengan keras sampai ia jatuh tersungkur.
“Hei, apa yang sudah aku lakukan pada kalian sampai menarikku dengan paksa?” tanya David kaget melihat mereka berdiri tegak, apalagi melihat Zidan yang menatapnya dengan penuh amarah.
Zidan tidak menanggapi pertanyaan David. Ia hanya menatap David dengan wajahnya yang sangat marah. Ia mengepal kedua tangannya yang sudah tidak tahan ingin melayangkan pukulannya pada David. Ia kemudian menarik kerah baju David untuk membantunya berdiri.
Ketika David berdiri, Zidan langsung memukul perut David sampai pria itu langsung memegang perutnya dengan wajahnya yang sangat kesakitan. Saat itu, tangan kanan Zidan memegang kerah baju David dengan erat, dan tangan kirinya memukul perut David.
“Kenapa kau memukulku? Aku tidak melakukan kesalahan apapun padamu!” tanya David menatap heran Zidan yang masih memegang kerah bajunya.
__ADS_1
“Itu karena kau sudah menyakiti Sila!” jawab Zidan.
“Aku tidak melakukan apapun padanya. Kau salah paham!” kata David serius.
Zidan terlihat tidak percaya dengan ucapan David. Ia pun menyuruh anak buahnya memegang kedua tangan David agar David tidak melawan ketika ia memukulnya.
Saat David sudah di pegang kedua bawahan Zidan, baru Zidan mulai memukul David untuk melampiaskan amarahnya pada David yang telah menyakiti Sila. David beberapa kali berteriak pada Zidan untuk tidak memukulnya, namun semakin David berteriak, Zidan semakin memukul David dengan keras sampai akhirnya ia puas menghajar David.
“Uhuk ... uhuk ... uhuk!” terdengar suara David yang sudah sangat kesakitan. Ia sudah terlihat tidak bisa menahan tubuhnya, meskipun saat itu masih di pegang oleh kedua anak buah Zidan.
“Zidan, sudah cukup. Dia sudah tidak berdaya. Sekarang bawa dia ke hadapan Tuan Besar dulu. Tuan, sudah menunggu kita sejak tadi!” kata Ken memegang bahu Zidan menyuruhnya berhenti.
“Aku ingin dia masuk penjara sekarang, Paman. Dia harus masuk penjara karena sudah menyakiti Sila!” kata Zidan tegas.
“Iya, aku tahu, tapi kita bawa dia ke hadapan Tuan Besar dulu. Itu perintah!” kata Ken.
“Baik,” balas Zidan.
Zidan pun menyuruh kedua anak buahnya membawa David masuk ke dalam mobil untuk membawanya bertemu dengan Tuan Bima. Mereka melajukan mobilnya menuju sebuah Villa milik Keluarga Mahesa atas permintaan Tuan Bima.
Di dalam Villa sudah terlihat Tuan Bima yang duduk di sebuah sofa besar, di ruang tamu Villa miliknya. Ia duduk bersandar di sofa sambil menyilangkan kedua kakinya, menunggu kedatangan mereka. Kedua pengawal yang memegang David, langsung membawa David di hadapan Tuan Bima dengan membuatnya berlutut di depan Tuan Bima.
“Tuan, ini orang yang sudah menyakiti Nona Muda!” kata Ken yang saat itu berdiri di depan Tuan Bima bersama Zidan.
Tuan Bima tidak menjawab perkataan Ken. Ia hanya menatap terus wajah lelaki yang sudah membuat putrinya terluka. Tatapannya seakan ingin membunuh lelaki di depannya itu.
“Tuan, saya benar – benar tidak menyakiti Sila. Saya hanya menakutinya. Sungguh, saya tidak melakukan apapun!” sahut David yang terlihat ketakutan melihat Tuan Bima.
“Lalu, kenapa putriku bisa ada di tempatmu. Banyak bekas pukulan di wajahnya, dan pakaiannya berantakan. Apa kau bisa
menjelaskannya padaku?” kata Tuan Bima dengan tegas.
“Saya hanya menakutinya, karena dia terus berteriak tuan. Saya benar – benar tidak melakukan apapun,” jawab David.
__ADS_1
Tuan Bima terlihat tidak percaya dengan perkataan David. Ia pun berdiri tegak menatap David dengan amarah yang tampak di wajahnya, kemudian menendang tubuh David dengan keras sampai tubuh David yang berlutut tadi, langsung jatuh di lantai dalam keadaan terlentang.
“Berani sekali kau menyakiti anakku. Bahkan jika kau menakutinya. Itu tidak pantas kau lakukan!” tegas Tuan Bima.
Kedua pengawalnya kembali memegang tubuh David untuk berlutut di depan Tuan Bima. Tuan Bima kembali menendang David, memukulnya sampai lelaki itu tidak berdaya dan tak sadarkan diri.
Setelah melihat David yang terbaring di lantai dengan tubuhnya yang di penuhi darah, Tuan Bima akhirnya menghentikan aksinya.
Ia berdiri tegak di depan David dengan tatapan dingin melihat David.
“Ken!” panggil Tuan Bima .
Ken berjalan maju, kemudian memberikan sapu tangan untuk Tuan Bima. Itu sudah biasa ia lakukan jika Tuan Bima habis memukul orang yang sangat ia benci.
“Bawa dia ke penjara. Aku ingin dia dihukum seberat – beratnya!” lanjut Tuan Bima sambil mengusap kedua tangannya secara bergantian dengan sapu tangannya tadi.
“Baik tuan,” jawab Ken sambil membungkukkan setengah badannya yang saat itu berdiri di samping Tuan Bima.
Tuan Bima pun pergi dari sana bersama Zidan setelah puas menghajar David, sedangkan Ken masih berada di sana mengurus David yang tidak sadarkan diri. Ken menunggu David sampai sadar kembali baru ia akan membawa David ke penjara.
***
Sementara Sila kini duduk bersandar di atas kasurnya. Ia duduk termenung di sana memikirkan semua ucapan David padanya.
Sejak Tuan Bima membawanya pulang ke rumah, Sila memang tidak pernah bicara atau pun merespon orang yang mengajaknya bicara. Ia bahkan tidak mau makan yang sudah di sediakan pelayan rumahnya. Ia hanya duduk seperti orang bodoh di atas tempat tidurnya.
Saila dan ibunya semakin khawatir dengan kondisi Sila yang sama sekali tidak ada kemajuan, meskipun dokter yang merawatnya mengatakan pada mereka kalau Sila hanya butuh waktu untuk sendiri, menenangkan pikirannya, namun Nyonya Yasmin tidak percaya, karena ia pernah mengalami hal yang dialami Sila saat ini. Ia pernah depresi saat ia kehilangan sahabat terbaiknya. Ia takut kalau yang di alami Sila sama seperti dirinya dulu.
.
.
Bersambung
__ADS_1
.
.