
Flash Back
Saat David membawa Sila ke Apartemen miliknya. Ia berusaha membuat Sila agar mau kembali padanya lagi seperti dulu, memohon di depan Sila, namun Sila terus menolak David dengan keras, bahkan Sila berani menampar wajah David yang membuat pria itu sangat marah padanya.
Ia pun membalas Sila dengan memukul wajah Sila dengan keras sampai Sila jatuh ke lantai.
“Berani sekali kau menamparku!” kata David yang tidak terima dengan tamparan yang di lakukan Sila.
Sila memegang pipinya, kemudian bangun kembali, dan berdiri melihat David dengan tatapannya yang semakin membenci David.
“Itu pantas kau dapatkan. Cuih ...!” Sila langsung meludah di depan David, merasa jijik dengan lelaki itu. “Lelaki bejat sepertimu bahkan tidak pantas berada di tempat yang sama denganku. Kau itu manusia sampah. Pria yang sangat kotor!” lanjut Sila berteriak sambil menatap tajam David. Ia sangat marah pada David yang sudah sangat menyakitinya.
David kembali memukul wajah Sila sampai Sila kembali jatuh tersungkur di lantai. David berkali – kali memukul wajah Sila, bahkan melempar tubuh Sila ke kasur, dan berusaha ingin memperkosa Sila. Ia merobek paksa sebagian baju Sila sampai akhirnya Sila pingsan di depannya.
Saat melihat Sila tidak sadarkan diri, David seketika menghentikan aksinya yang baru saja mau melakukan hal bejat pada Sila. Ia ketakutan karena mengira Sila sudah meninggal.
Ia memeriksa Sila dengan tangannya yang gemetar ketakutan, namun David langsung bernafas lega saat mengetahui kalau Sila masih bernafas.
David pun duduk di sofa, tepat di samping tempat tidurnya, menenangkan dirinya sambil menunggu Sila sadar kembali.
Selama satu jam. Sila pun akhirnya sadar kembali dari pingsannya. Ia bangun dari sana, dan duduk melihat David yang masih duduk di tempatnya tadi. Ia kaget melihat David yang tersenyum sinis padanya.
“Kau sudah sadar?” tanya David.
__ADS_1
Sila tidak menjawab David. Ia hanya menatap David dengan wajahnya yang ketakutan. Ia berpikir kalau David sudah melakukan hal bejat padanya, padahal David sama sekali tidak melakukan hal itu ketika ia ketakutan tadi melihat Sila pingsan.
“Kenapa kau melihatku seperti itu? Apa kau tidak senang melihatku? Harusnya kau tersenyum, karena kita sudah berhubungan tadi. Aku sudah menikmati tubuh seximu yang selama ini menggairahkan semua pria yang melihatnya! Aku sangat senang, Sila. Kau juga harus senang dong!” kata David sambil tersenyum sinis melihat Sila.
David sengaja mengatakan itu semua agar Sila bersedia kembali lagi padanya, padahal ia sama sekali tidak memperkosa Sila tadi.
Sila yang mendengar hal itu sangat syok. Ia menunduk, memegang kepalanya dengan kedua tangannya yang gemetar, merasa tidak terima dengan dirinya yang dinodai David.
David berdiri dan berjalan mendekati Sila yang masih duduk di atas tempat tidurnya. Ia naik di atas tempat tidur, tepat di samping Sila, kemudian memegang dagu Sila, meremasnya dengan keras.
“Kau tidak bisa lagi menolakku. Kalau kau menolakku lagi, aku langsung memberikanmu pada seorang pria yang sangat membutuhkan wanita sexi sepertimu. Lagi pula aku tidak rugi. Aku sudah menikmati tubuhmu itu!” ancam David sambil tersenyum sinis menatap tubuh sexi Sila.
“Aaaaaaa ... pergi kau!” teriak Sila yang langsung mendorong David darinya.
“Sila, kalau kau berani melawan dan menolakku lagi. Aku benar – benar akan membawamu pada mereka lagi. Kau sudah mengatakan aku sebagai sampah, dan pria kotor. Kalau kau pergi dari sini. Kau akan tahu seperti apa pria sampah yang kau katakan itu!” ancam David dengan tegas.
David kembali melempar tubuh Sila ke kasur, kemudian berkata: “Tinggal disini sampai aku kembali. Jika kau berani kabur. Aku pasti akan menunjukkanmu pria sampah yang kau maksud!”
Sila pun duduk diam disana memegang kedua lututnya, menundukkan kepalanya dengan tubuhnya yang terlihat gemetar.
Sejak tadi ia tidak membalas ucapan David, karena sudah merasa sangat frustasi dengan dirinya yang sudah tidak suci lagi, apalagi yang menodainya adalah lelaki yang sangat menjijikkan menurutnya, padahal sebenarnya David tidak mengambil kesuciannya.
Setelah bicara pada Sila, David pun pergi meninggalkan Sila sendirian di apartemennya. David sengaja membuat Sila berpikiran kalau ia sudah diperkosa agar ia bisa menikahi Sila yang merupakan anak orang kaya. Jika saja Sila tidak pingsan tadi, mungkin David memang akan memperkosa Sila.
__ADS_1
Flasback berakhir.
***
Dua hari setelah kejadian David yang di pukul Tuan Bima dan Zidan, kini David sudah berada di penjara. Ia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya yang sudah menyakiti dan memukuli Sila. Apalagi Sila sudah mengatakan semuanya.
Saat itu, Tuan Bima menyuruh dokter psikolog untuk mengobati Sila sampai akhirnya Sila bersedia bercerita.
Ia mengatakan kalau dirinya di perkosa David, namun sebenarnya sama sekali tidak terjadi apapun. Dan Tuan Bima pun semakin marah sampai ia ingin kalau David harus mendapatkan hukuman yang setimpal.
Sebelum David di penjara, ia sempat mengatakan pada Tuan Bima kalau ada seseorang yang menghubunginya untuk datang bertemu dengan Sila. Tuan Bima pun kembali menyelidiki dan menemukan bahwa yang melakukannya adalah Alexa, namun Alexa kini sudah tidak berada di negara ini.
Alexa sudah kembali ke Prancis setelah ia keluar dari rumah sakit. Ia ketakutan kalau ia masih berada di negara ini, nyawanya pasti tidak akan selamat.
***
Sementara Sila kini sudah bisa keluar dari kamarnya. Ia duduk di taman belakang rumahnya bersama ibunya. Ia menghabiskan waktunya di taman bersama Saila, ibunya, dan dokter psikolog yang selalu mendampinginya.
Meskipun ia sudah mau keluar dari kamarnya, namun sikapnya berubah. Ia tidak banyak bicara lagi seperti dulu, bahkan jarang tersenyum, dan tertawa.
Apalagi kalau Zidan datang menjenguknya. Ia merasa tidak senang. Ia tidak pernah peduli dengan Zidan seperti dulu, bahkan Sila kadang meninggalkan tempatnya jika ia bosan mendengar Zidan bicara padanya.
.
__ADS_1
.