
Pukul 2:00 siang
Saila kini berada di kantor suaminya. Ia duduk santai di sofa, tepat di depan meja kerja Leon. Ia duduk di sana menunggu suaminya selesai bekerja. Ia sibuk membaca buku untuk menghabiskan waktunya sampai Leon selesai dengan kesibukannya. Sesekali Saila melirik Leon yang saat itu sibuk tanpa memperhatikan dirinya.
“Mas Leon!” panggil Saila dengan suara lembut, dan wajah manjanya yang ia tunjukkan di depan Leon.
Leon yang sibuk bekerja, mengangkat kepalanya ketika mendengar Saila memanggil namanya.
“Ada apa sayang?” tanya Leon sambil tersenyum.
“Aku mau makan es krim,” jawab Saila.
“Kenapa kau tiba – tiba mau makan es krim di cuaca dingin begini?” tanya Leon mengerutkan keningnya.
“Aku panas, rasanya tubuh mau berkeringat. Dan rasanya nikmat kalau panas – panas begini makan es krim,” jawab Saila sambil mengipas – ngipas wajahnya dengan tangannya.
“Panas ...!” Leon terlihat semakin bingung. Bagaimana bisa istrinya bisa kepanasan sedangkan ia merasa baik – baik saja. “Apa AC disini tidak berfungsi ya?” lanjut Leon sambil meraih remot AC, kemudian menambah kembali suhu dinginnya.
"Iya, aku panas Mas Leon. Beliin Es krim ya," kata Saila.
Leon tidak membalas ucapan Saila dan hanya sibuk menambah suhu ACnya sampai Saila bilang merasa nyaman.
Saila yang melihat Leon tidak merespon keinginannya, berdiri dari sofa, dan berjalan menghampiri suaminya yang masih duduk di kursi kerjanya.
Ia langsung menyandarkan setengah tubuhnya di meja kerja Leon, berdiri menyandarkan tubuhnya di sana sambil berhadapan dengan Leon.
“Ayo ... belikan aku es krim ya!” kata Saila sambil memegang tangan Leon, memainkannya dengan manja, memohon di depan suaminya.
Leon yang melihat tingkah manja Saila hanya bisa menghela nafasnya, kemudian berkata: “Oke, sebentar. Aku telfon seseorang dulu untuk membelikanmu es krim, ya.”
Leon pun menuruti keinginan istrinya tanpa membantah lagi. Lagi pula tidak ada salahnya makan es krim selama Saila suka, apalagi Saila tengah hamil.
Saila mengangguk dengan ekspresi manjanya di depan Leon yang saat itu duduk di kursi kerjanya.
Leon pun menghubungi bawahannya di luar untuk membelikan Saila es krim di Restoran dekat kantornya.
Setelah menyuruh bawahannya, Leon kembali tersenyum melihat Saila, kemudian berkata: “Sudah ... es krimnya akan segera datang, kau senang, kan?”
“Senang sekali,” balas Saila dengan wajahnya yang seketika ceria.
“Ya sudah. Kalau gitu, aku keluar sebentar. Kau tunggu disini dulu ya!” kata Leon sambil berdiri dari tempat duduknya, kemudian berjalan untuk keluar dari ruangannya itu.
Saila yang melihat Leon berjalan meninggalkan mejanya ikut dari belakangnya.
Leon menghentikan langkahnya ketika ia menyadari Saila mengikutinya dari belakang. Ia menoleh melihat Saila yang berdiri di belakangnya dengan wajah Saila yang tampak tersenyum padanya.
__ADS_1
“Kau mau kemana?” tanya Leon.
“Ikut sama Mas Leon,” jawab Saila.
“Aku mau ke kamar mandi sayang. Tidak kemana - mana,” kata Leon.
“Terus kenapa kalau Mas Leon mau ke kamar mandi? Aku juga mau ikut ke sana!” kata Saila dengan santainya di depan Leon.
“Kau duduk saja yang manis disini. Tunggu es krimmu. Tidak baik menungguku di kamar mandi,” balas Leon.
“Tapi ... jangan lama – lama ya. Aku tidak suka sendirian,” kata Saila sambil tersenyum.
“Iya, aku pasti segera kembali. Tunggullah disini,” kata Leon memegang bagian atas kepala Saila dengan manja.
Saila pun mengangguk menyetujui ucapan Leon. Leon yang melihat itu, kembali melangkah untuk keluar dari ruangannya.
Sedangkan Saila kembali duduk di sofa melanjutkan kesibukannya membaca buku.
Beberapa hari ini Saila memang tidak mau jauh – jauh dari Leon. Kemanapun Leon pergi, ia pasti akan ikut. Bahkan ia kadang bersikap sangat manja di depan suaminya ketika ia menginginkan sesuatu.
Tak lama ketika Saila duduk di sofa, seseorang mengetuk pintu ruangan Leon. Saila pun kembali berdiri dan berjalan menghampiri pintu ruangannya. Ia membuka pintunya dan melihat bawahan Leon tengah membawakan pesanannya.
“Nyonya, ini es krimnya!” kata bawahannya itu sambil menyodorkan es krim yang sudah terbungkus di depan Saila.
Saila meraihnya, sambil berkata: “Terima kasih!”
“Silahkan!” balas Saila.
Setelah melihat kepergian bawahan suaminya itu, Saila kembali menutup pintu ruangannya dan kembali berjalan ke arah sofa. Ia duduk di sana dan mulai menikmati es krimnya.
Leon yang baru saja dari kamar mandi, masuk ke dalam ruangannya kembali dan sudah melihat Saila tengah asyik menikmati es krimnya. Ia langsung duduk di samping Saila, memperhatikan Saila yang seakan tidak menyadari kehadirannya.
“Hei, apa itu sangat enak sampai kau tidak sadar aku disini?” tanya Leon melihat Saila.
Saila menoleh, dan menjawab, “Siapa bilang aku tidak sadar. Aku tahu kok kalau Mas Leon datang, tapi karena aku sangat senang bisa makan es krim jadi tidak bisa lihat Mas Leon.”
“Jadi ... es krim itu sudah menggantikan posisiku sekarang?” tanya Leon menggoda Saila.
“Siapa bilang, Mas Leon iihh ... aku tidak begitu kok. Mas Leon tetap yang terbaik,” kata Saila yang seketika berwajah serius di depan Leon.
“Kalau begitu berikan aku ciuman sebagai balasan karena sudah membelikanmu es krim!” pinta Leon sambil menunjuk – nunjuk pipi kanannya.
Saila pun mencium pipi Leon dengan sigap. Leon kembali menunjuk bibirnya agar Saila juga menciumnya. Saila kembali menuruti suaminya dengan mengecup bibir Leon.
“Sudah puas, kan?” kata Saila.
__ADS_1
“Belum. Aku juga mau es krimmu itu,” kata Leon sambil melihat es krim yang di pegang Saila.
Saila menyodorkan es krim di depan mulut Leon, “Ini.”
Leon menjilat es krim yang diberikan Saila sambil terus memandang istrinya.
“Eemm tidak enak sama sekali,” keluh Leon dengan wajahnya yang seakan makan makanan pahit.
“Masa sih tidak enak. Enak kok. Aku dari tadi makan terus nggak masalah. Enak banget malah,” balas Saila yang merasa bingung.
“Kalau begitu, biar kucoba dari bibirmu saja!” pinta Leon.
“Bilang saja kalau Mas Leon mau mencium-
Leon langsung membungkam mulut Saila dengan mencium bibir istrinya. Ia mencium bibir Saila, menikmati rasa es krim di mulut Saila, dan menikmati bibir lembut istrinya.
Ketika puas, Leon kembali melepaskan ciumannya, dan menatap Saila sambil mengusap bekas es krim di bibirnya, kemudian menjilatnya.
“Ini baru rasanya enak sekali. Aku baru merasakan es krim senikmat ini. Tapi ... bibirmu lebih nikmat dari rasa es krimnya,” kata Leon yang terus memandang Saila.
“Mas Leon kenapa sih suka sekali menggodaku?” kata Saila cemberut di depan Leon.
Leon langsung memeluk tubuh Saila dari samping, kemudian berkata: “Aku menggodamu karena aku sangat suka melihat wajah polosmu itu. Sangat lucu dan menggemaskan.”
"Tapi, aku tidak suka. Sangat menyebalkan," balas Saila.
Leon tidak menjawab dan hanya memeluk istrinya bahkan semakin mempererat pelukannya dari Saila.
.
.
Bersambung.
.
.
Hai sayangku. Follow IGku ya.....dewimutiawitular992
.
.
.
__ADS_1
.