SILA DAN SAILA

SILA DAN SAILA
Mencoba gaun pesta


__ADS_3

Pukul 13:00 siang


Kini Saila tengah berada di butik milik ibunya untuk mencoba beberapa model gaun pesta yang akan ia pakai di hari pertunangan Sila nanti.


Tadi pagi, Yasmin memang menghubungi Saila untuk datang ke butik melihat model gaun apa yang Saila sukai? Dan Leon mengantar istrinya kesana.


Saat itu, Leon tidak mau mengganggu kesibukan ibu mertuanya dan istrinya, jadi ia hanya mengantar Saila tanpa menunggu Saila di sana, namun ia tetap berpamitan pada ibu mertuanya sebelum meninggalkan Saila di butik.


Apalagi Leon memang memiliki rapat yang harus ia lakukan dengan perusahaan asing. Yang mengharuskan ia datang ke kantor untuk hadir.


***


Pukul 13:30 siang.


Sila baru saja tiba di depan butik ibunya. Ia di jemput Pak Herman yang pernah menjadi supir pribadi Saila. Sila langsung masuk ke dalam butik. Saat di dalam butik, Sila sudah melihat Saila duduk santai di sofa besar tepat di ruang tunggu. Ia mendatangi saudara kembarnya itu.


“Saila, kau di sini?” tanya Sila saat ia sudah berdiri di samping sofa yang diduduki Saila.


Saila mengangkat kepalanya. “Iya, aku baru datang 30 menit yang lalu,” jawab Saila.


“Terus, dimana ibu?” tanya Sila sambil meletakkan tasnya di atas meja tepat di depan Saila.


“Ada di dalam sama Bibi Rina,” jawab Saila.


“Kalau gitu, aku masuk ke  dalam dulu ya, bertemu sama ibu!” ucap Sila.


Saila mengangguk. “Oke. Masuklah!” balas Saila.


Sila pun kembali melangkah untuk masuk ke dalam ruangan dimana Yasmin mengerjakan semua desain pakaiannya? Namun Sila menghentikan langkahnya, kemudian menoleh kembali ke arah Saila.


“Oh, ya Saila!” ucap Sila.


Saila kembali melihat Sila. “Emm!”


“Apa kau sudah mencoba beberapa model gaun yang akan kau pakai?” tanya Sila.


“Sudah sih, tapi ibu bersikeras membuatkanku gaun yang baru. Jadi aku menunjukkan hasil desainku sendiri pada ibu, dan ibu bilang bagus. Mungkin aku akan pakai itu nanti,” jawab Saila.


“Oh gitu. Ya sudah, aku masuk ke dalam ya. Kau tunggu aku disini. Kita pergi belanja nanti. Ayah memberikanku Black Card tadi!” ucap Sila sambil tersenyum.


Saila mengangguk. “Oke. Aku tunggu!” balas Saila.


Sila kembali berjalan masuk, sedangkan Saila menyandarkan tubuhnya di sofa menunggu Sila selesai mencoba gaun pesta yang ia inginkan.


Satu jam kemudian.


Sila selesai mencoba beberapa model gaun yang ia sukai. Ia kembali keluar bersama ibunya untuk menghampiri Saila.

__ADS_1


Dan saat mereka diluar, Sila dan Yasmin melihat Saila sedang tidur pulas dengan tubuh bersandar di sofa. Yasmin membungkuk di depan Saila, menyentuh lengannya, mencoba membangunkan anaknya itu.


“Saila sayang ... Saila!” Sambil menggoyang – goyangkan lengan anaknya.


Saila pun terbangun. Ia menegakkan tubuhnya sambil mengucek – ngucek matanya melihat jelas ibu dan saudara kembarnya.


“Ibu, Sila. Sejak kapan ibu dan Sila disini?” tanya Saila.


“Baru saja. Maaf ya sudah membuatmu menunggu,” jawab Sila.


“Iya, tidak apa – apa kok. Tapi kita jadi belanja, kan?” tanya Saila.


“Tentu saja jadi,” jawab Sila.


“Ini sudah jam 3 sore sayang. Belanjanya besok saja. Kau itu sedang hamil muda loh. Jangan membuat tubuhmu lelah!” ucap Yasmin memperingati Saila. Yasmin kemudian menoleh melihat Sila yang berdiri di sampingnya. “Kau antar saja Saila pulang!” pinta Yasmin.


“Ya bu,” jawab Sila. Sila kemudian meraih kembali tasnya yang ada di atas meja. “Ayo Saila. Kita pulang!” ajak Sila.


Saila berdiri dari tempat duduknya sambil memegang tasnya di sana.


“Aku pulang ya bu!” pamit Saila.


“Iya, hati – hati di jalan. Suruh Pak Herman menyetirnya pelan – pelan ya Sila!” pinta Yasmin.


“Iya bu,” jawab Sila.


Sila dan Saila pun berjalan keluar dari butik ibunya. Mereka langsung naik mobil dan meninggalkan butik milik ibunya itu.


Dan saat itu, Saila mengatakan kalau ia sudah ada di perjalanan pulang. Leon pun menyuruh istrinya langsung datang ke kantornya, karena sekarang ia belum bisa pulang ke rumah, dan Leon tidak mau kalau Saila sendirian di rumah. Jadi, mau tidak mau, Leon menyuruh Saila datang ke kantornya.


“Kak Leon, kenapa?” tanya Sila ketika ia melihat Saila selesai menelfon.


“Dia menyuruhku datang ke kantornya sekarang,” jawab Saila.


“Padahal aku mau mengajakmu makan es krim bareng seperti dulu, baru mengantarmu pulang!” ucap Sila.


"Kau juga mau makan es krim ya?" tanya Saila.


"Iya," balas Sila.


"Aku juga pengen banget makan es krim. Tadinya mau ajak Mas Leon kalau aku sudah ada dikantornya!" kata Saila.


"Kalau gitu, kita makan es krim dulu baru ke kantor Kak Leon!" kata Sila.


“Gimana kalau Kita makan es krim di dekat kantor Mas Leon saja? Di sana ada Restoran yang punya menu es krim!” ajak Saila dengan antusias.


“Beneran?” tanya Sila.

__ADS_1


“Iya, nanti aku hubungi Mas Leon untuk menjemputku di sana saja. Karena aku juga tidak mau masuk ke kantornya. Aku hanya menganggu pekerjaannya kalau aku di sana!” kata Saila.


“Oke. Baiklah!” balas Sila.


Sila kemudian menatap  ke depan, melihat Pak Herman. “Pak Herman!” panggil Sila.


“Ya nona,” jawab Pak Herman.


“Kita ke Kantor Kak Leon ya. Antar Saila ke sana!” pinta Sila.


“Baik nona,” jawab Pak Herman.


Pak Herman pun memutar arah jalannya menuju Perusahaan milik Leon.


Beberapa menit kemudian, mereka sampai di depan Perusahaan Leon yang berhadapan langsung dengan Restoran yang di sebutkan Saila tadi.


Pak Herman memasukkan mobilnya ke dalam parkiran Restoran, tepat di depan Restorannya. Dan Sila turun dari mobil bersama dengan Saila.


“Ini Restoran yang kau maksud Saila?” tanya Sila menatap Restorannya itu.


“Iya, ini Restorannya. Kata Mas Leon disini ada beberapa menu es krim yang enak,” jawab Saila.


“Ya udah. Kita masuk yuk sambil tunggu Kak Leon datang menjemputmu!” ajak Sila.


“Iya,” balas Saila.


Sila masuk ke dalam Restoran sambil menarik tangan Saila masuk. Saat di dalam Restoran, Sila dan Saila mencari tempat untuk mereka duduki. Dan mereka duduk di pinggir jendela kaca Restoran. Sila langsung memesan es krim ketika pelayan Restoran mendatanginya.


Setelah pesan es krim, Sila dan Saila asyik mengobrol di sana sambil menunggu pesanan es krim mereka datang.


Dan dari arah luar, terlihat Alexa yang datang bersama seorang wanita, yang merupakan karyawan kantor Leon, sekaligus bawahan Alexa. Mereka datang ke Restoran untuk bertemu dengan seorang klien bisnisnya.


Alexa berjalan masuk ke dalam Restoran dengan beberapa dokumen yang ia pegang di tangannya.


.


.


.


Bersambung


.


.


Drama ikan terbangnya diperkirakan up date besok ya sayang2ku🤣😂😃😀😄

__ADS_1


.


Jangan lupa vote, like dan komennya ya. Lope selapangan untuk kalian semua😘😘😍🤗


__ADS_2