
Saat ini semua anggota keluarga sedang makan besar untuk merayakan kedatangan Alice.
Sebenarnya itu adalah ide Mario sendiri dan ia mempersiapkan semuanya tanpa sepengetahuan Marine.
Karena ia yakin Marine tidak akan menyetujuinya.
"Besok aku akan mendaftarkan Alice ke sekolah yang sama dengan Ell dan Kate.
Alice mau sekolah kan sayang?"
Alice perlahan menganggukkan kepalanya.
Marine kemudian menatap Suaminya tidak suka.
"Kenapa Alice harus bersekolah di tempat yang sama dengan Ell dan Kate?
Kita bisa mendaftarkannya di sekolah biasa.
Dan apa kau yakin dia bisa menyesuaikan diri di sana?"
ucap Marine dengan nada meremehkan.
Ia yakin Alice tidak akan bisa mengikuti pelajaran di sekolah elit dan berkualitas.
"Alice harus bersekolah di tempat yang bagus juga, sama seperti Ell dan Kate.
Dan aku yakin Alice pasti bisa mengikuti pelajaran."
"Aku sangat senang mendengarnya Ayah.
Kami bertiga bisa bertemu di sekolah.
Dan kami akan menjaga Alice dengan baik."
Mario tersenyum dan kemudian mengelus kepala Kate yang berada di sampingnya.
"Bagus sayang.
Ayah bangga padamu."
"Ell, kau akan menjaga Alice juga kan?"
tanya Mario pada Ell yang sedari tadi hanya diam saja.
Ell hanya menganggukkan kepalanya.
"Bagus.
Besok aku akan mendaftarkan Alice ke sana."
Setelah selesai makan, para orang tua kemudian melanjutkan pembicaraan di ruang tamu.
Sementara anak-anak langsung tidur.
Karena besok mereka akan pergi ke sekolah.
Laura berjalan menuju kamar mandi.
Namun ia menengok ke arah pintu kamar Alice yang terbuka.
Ia kemudian masuk ke dalam sana.
"Alice..
Kenapa kau belum tidur juga sayang?"
Alice hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan Laura.
"Apa Alice sebenarnya tidak ingin bersekolah, hem?"
Alice menggelengkan kepalanya.
"Alice ingin Bi.
Tapi apa Alice bisa bersekolah di sana?
Alice takut tidak bisa mengikuti pelajaran di sekolah."
"Tentu saja Alice bisa sayang.
Bibi yakin Alice pasti bisa mengikuti pelajaran di sekolah.
Alice adalah anak yang pintar."
"Alice tidak perlu takut ataupun khawatir.
Bibi juga akan membantu Alice mengerjakan pekerjaan rumah."
"Benarkah itu Bi?"
tanya Alice dengan nada riang.
"Tentu saja sayang."
"Terima kasih Bi."
Alice memeluk Laura dengan erat.
"Kalau begitu, sekarang Alice harus tidur."
__ADS_1
"Baik Bi."
Laura kemudian menaikkan selimut pada tubuh Alice dan duduk di tepi ranjang.
Laura mengelus kepala Alice dengan lembut.
Perlahan mata Alice mulai tertutup dan akhirnya tertidur.
"Selamat tidur sayang."
Laura mengecup kepala Alice.
Ia menengok ke arah Alice sebentar dan kemudian keluar dari kamar itu.
--
Keesokan harinya, sebelum berangkat ke kantor, Mario mendaftarkan Alice ke sekolah.
Dan di hari yang sama pula Alice sudah bisa masuk sekolah.
"Sayang, hari ini adalah hari pertamamu bersekolah di sini.
Alice harus rajin belajar dan mengikuti apa yang dikatakan oleh Guru.
Mengerti?"
"Baik Paman."
"Alice tidak perlu takut.
Teman-temanmu pasti orang yang baik sayang."
Alice tersenyum dan kemudian memeluk Mario.
"Terima kasih banyak Paman."
"Sama-sama sayang.
Oh ya, sekarang Paman harus pergi ke kantor.
Kau harus ikut bersama Guru."
Alice melihat ke arah Ibu Guru yang sedang menunggunya.
"Baik Paman."
"Paman pergi."
Mario mengelus kepala Alice dan kemudian pergi.
"Ayo Alice, ikut bersama Ibu.
Alice kemudian mengikuti langkah Ibu Guru menuju ruangannya.
"Anak-anak, hari ini kita kedatangan murid baru.
Perkenalkan dirimu Alice."
Alice mengangguk dan mulai memperkenalkan dirinya.
"Halo teman-teman.
Namaku Alice Brielle.
Senang bertemu dengan kalian semua."
sapa Alice.
Namun tidak ada satupun yang meresponnya.
"Ibu harap kalian bisa memperlakukan Alice dengan baik.
Baiklah Alice, kau duduk di sebelah Michelle."
"Baik Bu."
Alice kemudian berjalan menuju tempat duduknya yang bersebelahan dengan Michelle.
"Baiklah anak-anak.
Ibu akan pergi keluar.
Jangan ribut sampai guru datang."
"Baik Bu..."
ucap seluruh murid.
"Hai, aku Alice..."
sapa Alice pada Michelle.
Michelle tidak merespon dan malah membuang muka.
Alice tersenyum dan kemudian mengambil buka catatan dari tasnya.
Selama pelajaran berlangsung, tidak ada satupun murid yang mau berbicara dengan Alice.
Namun Alice tidak bersedih akan hal itu.
__ADS_1
Ia sudah berjanji pada Laura dan Mario untuk bertahan di sana.
Tidak terasa, waktu istirahat akhirnya tiba.
Semua teman satu kelasnya pergi meninggalkan ruangan
Lagi-lagi tidak ada yang mengajaknya.
Alice kemudian keluar dari ruangan.
Ia menatap ke sekelilingnya.
Kantin sudah dipenuhi oleh para murid yang ingin makan siang.
"Alice..."
Alice melihat ke arah Kate dan Ell yang berjalan menghampirinya.
"Kak Kate..."
"Kakak yakin di hari pertamamu masuk sekolah kau akan sendirian.
Makanya aku dan Ell ingin mengajakmu makan siang bersama.
Benarkan Ell?"
"Hem."
ucap Ell dengan nada datar.
Sekilas Alice menatap Ell yang sedang melihat ke arah lain.
"Kau mau kan makan siang bersama kami Alice?"
"Aku mau Kak."
"Bagus.
Ya sudah ayo kita pergi ke kantin."
Kate menarik tangan Kate.
Sementara Ell berjalan di belakang Alice dan Kate.
Sesampainya di kantin, Kate mengeluarkan bekal makan siang yang telah disiapkan Ibunya untuknya.
Begitu juga dengan Ell.
Ia mengeluarkan bekal yang disiapkan Laura.
Alice hanya bisa diam melihatnya.
"Alice, apa Ibu tidak menyiapkan bekal makan siang untukmu?"
"Bibi juga menyiapkan bekal makan siang untukku Kak.
Hanya saja aku lupa membawanya."
bohong Alice.
Ia tidak mau Marine semakin membencinya dengan mengatakan yang sebenarnya pada Kate.
Ia tahu Kate akan protes pada Bibinya itu.
"Hem, baiklah.
Kita akan berbagi makan siang.
Beruntung Ibu selalu memberikan porsi yang banyak."
Kate mulai membagi makanannya untuk Alice.
Perlahan perasaan Alice berubah menjadi sedih.
Sebegitu bencikah Bibinya padanya?
Sebenarnya tadi pagi Pamannya sudah mengatakan pada Bibinya untuk menyiapkan bekal makan siang juga untuknya.
Namun Bibinya sama sekali tidak menyiapkannya.
"Ini untukmu Alice.
Makanlah."
Alice kemudian tersenyum.
"Terima kasih Kak."
"Kau bisa mengambil makananku kalau kau mau."
ucap Ell pada Kate.
Alice tersenyum melihat keduanya.
Ia kemudian mengarahkan pandangannya pada Ell.
Ia tahu bahwa sebenarnya Ell memiliki sifat yang baik.
Terutama pada Kate.
__ADS_1
Hanya saja kehadirannya mungkin sangat mengganggu Ell.