Sorry For Hurting You

Sorry For Hurting You
Kekecewaan Kate


__ADS_3

Alice tersenyum ke arah Ell yang sudah masuk ke dalam gerbang rumahnya.


Ell telah berhasil membuatnya melupakan kesedihannya.


(Terima kasih Kak)


Keesokan harinya di sekolah...


"Ada apa hem?"


tanya Ell pada Kate yang tengah memasang wajah murung.


"Aku gagal lagi Ell.


Apa yang harus aku lakukan?


Jika aku terus gagal begini, Ayah dan Ibu pasti akan sangat kecewa saat mengetahui nilaiku."


"Tenanglah.


Kau masih punya kesempatan Kate.


Aku akan mengajarimu lebih keras lagi."


"Terima kasih Ell.


Tapi semua ini kesalahanku.


Aku lebih fokus menjadi seorang Model daripada menjadi seorang Murid.


Kau sudah memberikan waktu untuk mengajariku.


Hanya saja aku tidak pernah belajar dengan keras.


Maafkan aku ya.


Aku selalu membebanimu Ell."


"Kau tidak pernah membebaniku Kate.


Sepulang sekolah aku akan mengajarimu lagi.


Kau mau kan?"


Kate tersenyum dan kemudian menganggukkan kepalanya.


"Hem, kali ini aku akan lebih rajin belajar Ell.


Aku tidak akan menyerah."


Ell mengelus kepala Kate dengan lembut.


"Jawaban yang sangat bagus."


Tiba-tiba terdengar suara deheman dari meja yang berada tidak jauh dari mereka.


Siapa lagi jika tidak Marcell.


Marcell adalah salah satu teman dekat Ell dan Kate.


"Ell, tunggu sebentar.


Aku mau ke kamar mandi dulu."


"Hem, baiklah."


Setelah Kate pergi, Marcell mendekati Ell dan kemudian duduk di sampingnya.


"Sampai kapan kau akan menyembunyikan perasaanmu Ell?


Kau harus segera memberitahu Kate.


Jika kau tidak memberitahunya segera, maka Kate akan diambil oleh orang lain.


Kau tahu sendiri bahwa banyak pria yang mengincarnya.


Bukan hanya di sekolah.


Tapi Kate sangat terkenal di kalangan masyarakat."


Ell hanya diam dan tidak membalas ucapan Marcell.


"Ell, apa kau tidak mendengar ucapanku?"


"Diamlah Marcell.


Aku sedang belajar.


Kau menggangguku saja!"


"Kau ini selalu begitu.


Jangan sampai kau menyesal nantinya.


Aku sudah memperingatkanmu."


Marcell beranjak dari meja Ell.


Ell menghentikan kegiatannya sejenak dan kemudian menarik napas panjang.


Ya, semua orang tahu bagaimana perasaannya terhadap Kate.


Dan mereka menganggap bahwa ia dan Kate saling menyukai.


Entahlah.


Sayangnya ia sendiri belum tahu bagaimana perasaan Kate padanya.


Bel istirahat berbunyi.

__ADS_1


Semua murid pergi ke kantin untuk makan siang.


Seperti biasa, Alice akan makan siang bersama Rayn.


Namun kali ini ia harus pergi ke kantin sendirian karena Rayn memiliki urusan mendadak.


"Alice..."


Alice mengalihkan pandangannya ke arah sumber suara.


Ia tersenyum saat mengetahui bahwa Kate yang barusan memanggilnya.


Kate sedang bersama teman-temannya.


Dan Ell juga berada di meja yang sama.


"Kak Kate.."


"Kemarilah.."


Alice kemudian menghampiri meja Kate dan teman-temannya.


Mata Alice menangkap Ell yang sedang menikmati makanannya.


Pria itu sama sekali tidak terpengaruh dengan kehadirannya.


Berbeda dengan teman-teman Kate dan Ell yang terlihat tidak suka dengan kehadirannya di sana.


Mereka menatapnya dengan tatapan sinis.


"Kau sendirian Alice?"


"Iya Kak."


"Kemarilah.


Kau bisa ikut bergabung dengan kami."


Kate menarik tangan Alice.


"Apa aku tidak salah dengar Kate?


Bagaimana bisa kau mengajaknya bergabung dengan kita?"


ucap Kesha, teman dekat Kate.


"Tentu saja bisa.


Apa kalian terpengaruh dengan kehadiran Alice di sini?"


"Kate, kau tahu sendiri bahwa kami tidak suka dengannya.


Bukan hanya kami.


Tapi semua murid di sini tidak ada yang menyukainya."


"Alice adikku.


ucap Kate dengan nada kecewa.


Alice perlahan melepas tangan Kate.


Ia tidak ingin Kate bertengkar dengan teman-temannya hanya karena dirinya.


"Tidak apa-apa Kak.


Aku akan makan di tempat lain saja."


"Bagus kalau kau menyadari tempatmu."


ucap Marcell.


Lagi-lagi Kate begitu kecewa melihat perlakuan buruk teman-temannya pada Alice.


Ia tidak suka Alice diperlakukan seperti itu.


Alice tersenyum.


"Aku pergi Kak.."


Alice kemudian meninggalkan meja itu dan kembali ke kelas.


Sepertinya orang-orang tidak menyukai kehadirannya di sana.


Termasuk teman-teman sekelasnya yang juga memberikan tatapan tidak suka padanya.


Kate mengepal tangannya dengan erat.


"Kalian keterlaluan!'


ucap Kate.


Ia kemudian pergi meninggalkan teman-temannya.


Sementara teman-teman Kate sangat bingung dengan sikap yang ditunjukkan Kate selama ini.


Kate masih saja memperlakukan Alice dengan sangat baik.


Seharusnya Kate juga ikut membenci Alice sama dengan mereka.


Karena Alice telah membuat keluarganya hancur.


Berita yang disiarkan selama ini sudah cukup membuktikan bahwa Alice adalah benalu di dalam keluarga Kate.


"Ell, apa yang membuat Kate begitu menyukai gadis itu?


Bukankah seharusnya Kate membencinya?


Sejak awal Alice telah membawa dampak buruk untuk keluarganya."

__ADS_1


"Apa kita punya hak untuk melarang Kate memperlakukan orang lain dengan baik?


Kita sama sekali tidak punya hak, walaupun menurut kita itu tidaklah benar."


Ell kemudian beranjak dari kursinya.


Ia juga ikut meninggalkan teman-temannya.


"Ada apa dengan mereka berdua?


Tadi Kate, dan sekarang Ell juga bertingkah aneh."


tanya Kesha.


"Entahlah, aku juga tidak mengerti dengan sikap mereka."


--


Alice menatap ke arah luar gedung sekolah.


Tiba-tiba seseorang menyodorkan makanan padanya.


"Aku tahu kau belum makan siang."


Alice mengernyitkan keningnya.


"Maafkan aku.


Tadi aku tidak bisa menemanimu makan siang."


"Kau tidak perlu meminta maaf Rayn.


Kau bebas melakukan apapun."


"Tapi mereka mengolok-olokmu lagi kan?"


"Aku sudah biasa menerima hal itu.


Kau tidak perlu khawatir Rayn.


Dan aku juga tidak mau kau ikut dijauhi karena berteman denganku."


"Lebih baik aku dijauhi dari pada harus bertingkah buruk sama seperti mereka."


"Rayn, kau tidak harus melakukannya."


"Apa kau ingin aku menjadi orang buruk sama seperti mereka?"


Alice perlahan menggelengkan kepalanya.


"Bahkan jika itu bukan dirimu, aku juga tetap tidak akan menyukai sikap mereka Alice.


Perbuatan mereka sangat buruk.


Mereka tidak seharusnya menghina orang lain dan juga menjauhinya.


Kau tidak pantas mendapatkan perlakuan buruk Alice."


Alice menatap mata Rayn.


"Aku beruntung memiliki sahabat sepertimu Rayn.


Di saat orang-orang sangat membenciku,kau malah memperlakukanku dengan sangat baik.


Terima kasih Rayn."


Rayn mengambil handphonenya dan tiba-tiba memotret Alice.


"Kau harus melihat wajahmu saat ini Alice.


Sepertinya matamu akan berlinang air mata."


Rayn memperlihatkan hasil gambar yang diambilnya pada Alice.


"Rayn, kau benar-benar!"


Rayn tergelak melihat ekspresi lucu Alice.


"Kau tidak melihat wajahmu ini Alice?


Kau terlihat seperti anak kecil."


"Rayn, kau harus menghapus foto itu."


"Tidak, aku tidak mau.


Anggap saja ini sebagai bayaran makan siangmu."


"Kalau begitu aku mengembalikannya padamu agar kau mau menghapus foto itu."


Alice menyodorkan makan siang di tangannya pada Rayn.


"Tidak, aku hanya bercanda Alice.


Baiklah aku akan menghapusnya.


Tapi setelah kau menghabiskan makan siangmu."


Alice tersenyum puas.


"Baiklah.."


Alice duduk di kursi dan kemudian menikmati makan siang yang dibawa Rayn untuknya.


Rayn tersenyum melihat foto Alice.


Jujur saja, ia sama sekali tidak berniat menghapus foto itu.


(Maafkan aku Alice.)

__ADS_1


Rayn menatap Alice yang sedang menghabiskan makanannya.


__ADS_2