
Ell keluar dari kamarnya.
Langkahnya kemudian bergerak menuju kamar seorang gadis yang sedari tadi berada di dalam pikirannya.
Ell tersenyum sambil sesekali memperbaiki penampilannya.
"Ell.."
Langkah Ell terpaksa harus terhenti.
Ia kemudian membalikkan tubuhnya dan bertemu dengan Marine yang tengah berjalan kearahnya.
"Kau mau kemana Ell?
Sebentar lagi acara akan segera dimulai."
"Aku mempunyai urusan sebentar Bi."
"Urusan apa yang kau maksud Ell?
Sudahlah, kau bisa mengurusnya nanti.
Lebih baik kau bersiap-siap ke depan Ell.
Sepertinya wartawan sudah hadir."
"Aku akan segera kesana setelah melakukan melakukan urusanku sebentar Bi."
Ell hanya ingin bertemu dengan Alice sebentar saja.
Entahlah, ia ingin menjadi orang pertama yang melihat penampilan gadis itu malam ini.
"Ell, tidak ada yang lebih penting dari acara malam ini.
Kemarilah."
Ell terpaksa menuruti perkataan Marine dan akhirnya mengurungkan niatnya untuk bertemu dengan Alice.
Marine dengan sengaja membawa Ell ke kamar Kate yang sudah menunggu Ell di sana.
Ia ingin Ell dan Kate bersama di acara malam ini.
Dan pastinya penampilan Kate juga bisa membuat Ell terpukau nantinya.
"Ell, ada seseorang tengah menunggumu di dalam."
Ell mengerutkan keningnya.
Apa maksud dari perkataan Marine barusan?
Sekarang pikirannya tertuju pada Kate.
Pasti gadis itu tengah menunggunya di sana, mengingat kamar itu adalah milik Kate.
Tapi rasanya hal itu tidak biasa baginya.
Kate sama sekali tidak pernah menunggunya seperti ini.
Marine tersenyum dan kemudian pergi dari sana.
Ia ingin memberikan waktu untuk Ell dan Kate berduaan di sana.
Ell melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar Kate.
Langkahnya terhenti saat melihat seorang gadis mengenakan gaun bewarna merah tengah menghadap ke arah meja rias.
Pikirannya langsung teringat dengan Alice tadi siang.
Kejadian tadi siang persis seperti saat ini.
Saat dimana ia melihat Alice mengenakan gaun Ibunya.
Dirinya mulai membayangkan Kate adalah Alice.
Hingga tidak menyadari Kate sudah berbalik dan tersenyum ke arahnya.
Senyum di wajah Kate perlahan mulai memudar saat melihat respon yang diberikan oleh Ell padanya.
Ell sama sekali tidak tersenyum ataupun berbicara untuk menunjukkan kekagumannya atas penampilannya malam ini.
"Ell..." panggil Kate.
Ell masih saja diam hingga beberapa saat kemudian pria itu tersenyum ke arahnya.
Kate juga tidak bisa menahan senyumnya.
Ia tahu Ell akan menyukai penampilannya.
Berbanding terbalik dengan apa yang dipikirkan Kate saat ini, nyatanya Ell membayangkan bahwa gadis yang di hadapannya saat ini bukanlah Kate melainkan Alice.
Alice tengah tersenyum ke arahnya dan Ell membalas senyuman manis itu dengan senyuman juga.
"Ell, bagaimana penampilanku saat ini?"
Ell akhirnya tersadar setelah mendengar suara Kate barusan.
__ADS_1
Dan juga Alice biasanya memanggilnya dengan sebutan "Kakak" sehingga bayangannya tentang Alice menjadi hilang seketika.
Ell melihat penampilan Kate dari bawah ke atas.
Ia kemudian tersenyum lagi
"Kau cantik Kate.
Sama seperti biasanya."
Kate tersipu mendengar pujian yang dilontarkan Ell barusan.
"Terima kasih Ell.
Kau juga tampan malam ini."
ucap Kate dengan senyuman manisnya.
Ell hanya menanggapinya dengan anggukan.
Berbeda dari biasanya, momennya bersama Kate kali ini terasa sangat biasa.
Padahal sebelumnya ia akan sangat menikmati kebersamaan mereka berdua.
Bahkan momen ini sangat dinanti-nantikannya sejak menikah dengan Alice.
"Kalau begitu ayo kita keluar Ell dan langsung menuju ke acara.
Anggota keluarga yang lain pasti sudah berada di sana."
Ell kemudian menganggukkan kepalanya dan keluar bersama Kate dari kamar.
Dan benar saja, wartawan sudah berdatangan.
Dari kejauhan, Marine bersama Mario dan juga Sergio dan Laura tengah menyapa para wartawan itu.
Para tamu undangan satu per satu mulai berdatangan.
Mereka disambut begitu baik oleh Keluarga Dakota.
"Terima kasih sudah mengundang kami Pak Mario.
Setelah lama tidak bertemu, akhirnya kita bisa bertemu di acara spesial ini."
ucap salah seorang anggota masyarakat yang merupakan tamu undangan.
"Kami yang seharusnya berterima kasih Pak Burhan.
Terima kasih atas kehadiran Bapak dan juga masyarakat yang lain.
Mario kemudian mempersilahkan mereka duduk di kursi yang telah disediakan.
Ell dan Kate berjalan bersama dan membuat semua kamera menyorot ke arah mereka berdua.
"Tuan Ell, sebenarnya apa tujuan acara bersama masyarakat ini dilaksanakan?
Sebenarnya kami sangat penasaran."
ucap salah seorang wartawan sambil menyodorkan mikrofon pada Ell.
"Tidak ada tujuan khusus.
Kami hanya ingin mempererat hubungan kami dengan masyarakat dimana Kakek saya berasal.
Serta kami juga sudah lama tidak berkunjung ke sini."
"Nona Kate, Nona terlihat sangat cantik malam ini.
Dari dulu kalian berdua sangat serasi walaupun Tuan Ell sudah menikah.
Kami berharap kedepannya hubungan kalian berdua baik-baik saja."
Kate tersenyum dan sekilas melihat ke arah Ell.
Pujian itu membuatnya bahagia.
"Terima kasih.
Yasudah. Kalau begitu, kami menyambut tamu yang lain dulu.
Permisi.
Ell dan Kate meninggalkan para wartawan.
Sedari tadi Kate mengajak Ell berbicara.
Ell hanya memberikan respon dengan anggukan namun pikirannya tengah tertuju pada seseorang.
Ia mengedarkan pandangannya, mencari Alice yang belum muncul juga.
Sementara acara akan segera dimulai.
Sementara di lain tempat, Alice sudah mengantarkan undangan yang diberikan oleh Marine tepat pada tujuannya.
Saat ini ia tengah berjalan untuk pulang.
__ADS_1
Alice melihat ke arah jam tangannya.
Rasanya sulit untuk datang ke acara tepat waktu.
Hari juga sudah menjelang malam.
Jujur, ia sangat takut karena harus melewati hutan untuk bisa kembali ke villa.
"Aku tidak perlu takut.
Tidak akan terjadi apapun padaku.
Kau harus yakin Alice.
Semua akan baik-baik saja."
ucap Alice mencoba menyemangati dirinya sendiri.
Alice mulai berjalan menuju hutan.
Ia kemudian menyalakan flash pada handphonenya untuk penerangan.
Karena hari sudah gelap dan saat ia masuk ke dalam hutan, sekelilingnya sangat gelap.
Alice mengepal tangannya dengan kuat agar ia tidak takut.
Alice melangkah dengan hati-hati sambil melihat ke sekelilingnya.
Ia tidak hanya takut hantu, ia juga takut orang jahat bahkan binatang buas datang menghampirinya.
Tiba-tiba Alice melihat sesuatu bergerak dari semak-semak yang berada tidak jauh darinya.
"Ahh.."
Alice berteriak ketakutan.
Alice langsung berlari secepatnya, saat sesuatu itu bergerak menuju ke arahnya.
Napas Alice mulai terengah-engah, namun ia berusaha untuk tidak berhenti.
Karena jika ia berhenti, ia akan mengalami bahaya.
"Aku mohon, tolong!!"
Alice berharap seseorang datang untuk menolongnya.
Ia sangat takut dan ia tidak tahan lagi.
Alice melangkah lagi.
Namun sayangnya ia tidak memperhatikan batu di depannya sehingga membuatnya tersandung dan akhirnya jatuh.
"Akhhh."
Kaki Alice berdarah karena mengenai telah batu itu dengan keras.
Ia mencoba untuk berjalan lagi.
Namun kakinya begitu sakit bahkan ia tidak sanggup untuk duduk.
Dengan penuh hati-hati, Alice menekan darahnya dengan sapu tangan yang berada di sakiunya.
Namun bukannya berhenti, darahnya semakin keluar.
Alice melihat ke sekelilingnya.
Sepertinya tidak akan mungkin ada orang datang untuk membantunya.
Apa yang harus ia lakukan saat ini?
Ia tidak akan bisa pulang dengan keadaannya yang parah seperti ini.
Alice menutup kedua matanya.
Beberapa saat kemudian, air mata Alice jatuh membasahi pipinya.
Ia menangisi keadaannya saat ini.
Saat dimana ia tidak tahu harus berbuat apa.
Minta bantuan pun ia tidak bisa.
Karena sama sekali tidak ada sinyal disana.
Di saat yang bersamaan Alice juga merasa sangat takut.
Ia berharap tidak ada sesuatu yang membahayakannya di sana.
Dan ia ingin pulang saat ini juga.
Sangat!
Ia tidak akan bisa tinggal disana dalam waktu yang lama.
(Siapapun, tolong selamatkan aku.)
__ADS_1
ucap Alice di dalam hati.