
Alice berjalan menuju ruangan Ell.
Ia berniat akanl memberikan bekal makan siang lagi untuk Ell.
Alice tersenyum tatkala melihat Celine datang menghampirinya.
"Nona Aice..
Nona ingin memberikan bekal makan siang untuk Pak Ell?"
"Iya Celine.
Apa Kak Ell sibuk di dalam?
Atau, apa Kak Ell punya rencana makan siang bersama orang lain siang ini?"
ucap Alice dengan nada keraguan.
Jujur, ia tidak mau hal kemarin terulang kembali.
Lebih baik ia menanyakan terlebih dahulu dari pada harus merasakan kesedihan lagi.
Walaupun ia sudah berulang kali menekankan pada dirinya sendiri bahwa ia tidak berhak cemburu melihat Ell bersama wanita lain, terutama Kate.
Celine tersenyum.
Ia memahami dengan betul apa maksud pertanyaan Alice barusan.
"Nona tidak perlu khawatir.
Pak Ell sama sekali tidak sibuk Nona dan tidak memiliki rencana makan siang di luar.
Pak Ell seorang diri di dalam ruangannya."
Alice menarik napas lega.
Kalau begitu, ia tidak perlu kembali ke ruangannya.
Ia juga akan memberikan makan siang untuk Ell.
"Terima kasih kalau begitu Celine.
Aku akan masuk ke dalam."
Celine tersenyum dan mengangguk.
"Sama-sama Nona.
Jika Nona memerlukan sesuatu, Nona boleh memanggil saya."
"Baiklah."
Alice kemudian melangkahkan kakinya hingga mencapai pintu ruangan Ell.
Sebelum ia masuk, ia sempat mengetuk pintu ruangan itu.
Alice masuk ke dalam ruangan Ell.
Sebenarnya ia merasa gugup saat ini.
Karena ia masih belum berani sepenuhnya untuk bertemu dengan Ell.
Langkahnya terhenti saat melihat meja kerja Ell kosong dan Ell tidak berada di sana.
Alice mengedarkan seluruh pandangannya, hingga matanya menangkap Ell sedang tertidur di atas sofa.
Alice tersenyum simpul.
Ia kemudian mendekati sofa itu.
Di sana ia bisa melihat Ell tidur dengan wajah begitu damai.
Alice meletakkan bekal makan siang di atas meja dengan penuh hati-hati.
__ADS_1
Ia tidak mau Ell terbangun dari tidurnya.
Alice kembali menatap Ell yang sedang tertidur.
Pria itu tidur dengan posisi menghadap ke arahnya dan kedua tangan terlipat.
Ell terlihat begitu tampan.
Alis dan bulu mata yang tebal, hidung mancung, dan wajahnya yang terpahat dengan sempurna.
Wajar jika orang-orang di kantor tidak menyukainya.
Ia sama sekali tidak pantas untuk bersanding dengan Ell.
Pandangan Alice kemudian mengarah ke jari tangan Ell.
Sama sekali tidak ada cincin tersemat pada jari pria itu.
Alice kemudian melihat ke arah jari manis tangannya.
Di sana ia mengenakan cincin pernikahannya dengan Ell.
Alice memandangi cincin itu.
(Walaupun pernikahan kami tidaklah sungguhan, salahkah jika aku ingin menggunakan cincin pernikahan ini?
Aku berjanji akan melepaskan cincin ini setelah kami berpisah.)
Ell mengedipkan kedua matanya.
Samar-samar, ia melihat seseorang berdiri tidak jauh dari dirinya.
(Alice?)
Ia berniat membuka kedua matanya.
Namun rasa kantuknya yang masih besar, memaksanya kembali menutup kedua matanya.
Ia kemudian menulis sesuatu di memo dan menempelkannya di atas bekal makan siang.
Setelah itu, ia memutuskan untuk keluar dari ruangan Ell.
Saat hampir mencapai pintu, Alice tidak sengaja melihat fas foto yang memperlihatkan gambar Ell dan Kate yang tengah berfoto bersama.
Ia menghentikan langkahnya sejenak dan menatap foto itu dengan tatapan senduh.
Keduanya tampak begitu bahagia di dalam foto itu.
(Aku hanya berharap semuanya dapat berakhir dan membuat mereka kembali bersama.)
--
Ell terbangun dari tidurnya.
Ia menghusap kedua matanya dan menguap beberapa kali.
Ia kemudian beranjak dari sofa dan melihat ke arah jam dinding yang sudah menunjukkan sore hari.
Tiba-tiba perutnya berbunyi karena rasa lapar.
Ia memang melewatkan makan siang karena rasa penatnya tadi siang.
Ell berniat kembali ke mejanya.
Namun niatnya terhenti saat melihat bekal makan siang di atas meja.
Ell kemudian mengangkat bekal makan siang itu.
Ia mengerutkan kening saat melihat ada kertas menempel di atasnya.
Dia membacanya, dan itu tenyata adalah tulisan tangan Alice.
(Aku membawakan makan siang untuk Kakak.
__ADS_1
Jika Kakak tidak suka, Kakak boleh menitipkannya pada Celine dan mengembalikannya padaku.
Tapi aku mohon jangan membuang makanan ini Kak.
Alice)
Ell tersenyum membaca tulisan itu.
Ia juga teringat dengan hal konyol yang sempat dipikirkannya tadi.
Ternyata Alice benar-benar datang ke ruangannya.
Dan dia tidak memimpikan Alice tadi siang.
Ell kemudian duduk di sofa dan membuka bekal makanan yang dibawakan oleh Alice.
Seperti biasa, gadis itu memasak makanan kesukaannya.
Ya, sebenarnya ia sudah tahu bahwa selama ini Alice yang memasak makanan untuknya dan bukanlah Ibunya.
Saat itu ia pernah pulang cepat ke apartemen untuk mengambil sesuatu dan berniat kembali lagi ke kantor.
Ell masuk ke dalam apartemen, ia mencium bau masakan dari dapur.
Ia melangkahkan kakinya dengan perlahan dan melihat Alice sedang memasak.
Gadis itu sama sekali tidak menyadari kehadirannya di sana.
Ell lama berdiri di sana dan bersembunyi di balik dinding.
Perasaan Ell campur aduk saat mengetahui kebenaran itu.
Tentu saja ada perasaan marah karena Alice selama ini berbohong padanya.
Namun entah mengapa ia sama sekali tidak bisa marah pada Alice.
Alice mengambil pilihan sejauh itu agar ia tidak semakin membenci gadis itu.
Ell hanya diam sambil memandangi Alice dari belakang.
Hingga tidak terasa Alice sudah selesai memasak.
Ell kemudian melangkahkan kakinya dengan pelan-pelan menuju ke pintu, seolah-olah ia baru pulang dari kantor.
Ell menampakan dirinya pada Alice yang sedang menghidangkan makanan di meja makan.
Seperti biasa, Alice tersenyum menyambutnya.
Ell hanya diam dan kemudian masuk ke dalam kamarnya.
Ia membatalkan niatnya untuk kembali lagi ke kantor.
Setelah selesai mandi, Ell keluar dari kamarnya dan pergi ke meja makan.
Di sana ia melihat Alice yang terlihat menunggu kedatangannya.
Ell kemudian menggeser kursi untuk ia duduki.
"Selamat makan Kak Ell."
ucap Alice padanya.
Gadis itu langsung pergi dari sana dan kemudian masuk ke dalam kamarnya.
Ell sekilas melihat ke arah kamar Alice yang tertutup dan kemudian mulai menyendokkan makanan ke dalam mulutnya.
Rasa makanan itu sangat persis dengan buatan Ibunya.
Wajar saja jika ia tidak pernah merasa janggal sebelumnya.
Dan itu artinya Alice juga bekerja sangat keras untuk itu.
,
__ADS_1