
Alice menutupi bagian belahan dadanya yang sedikit terbuka.
Sejujurnya gaun yang digunakannya saat ini sangat indah dan terkesan elegan, hanya saja ini pertama kalinya ia menggunakan gaun yang sedikit terbuka seperti itu.
Celine tersenyum melihat penampilan Alice yang terlihat begitu cantik menggunakan gaun pilihannya.
Kulit putih dan mulus Alice sangat padu dengan warna merah gaun itu.
Ia kemudian mendekati Alice dan menurunkan tangan Alice yang menutupi bagian atas gaunnya.
"Nona tidak perlu menutupinya.
Gaun ini sama sekali tidak terbuka ataupun seksi."
"Hem, kau yakin Celine?
Aku hanya merasa gaun ini sedikit terbuka."
ucap Alice dengan nada ragu.
"Mari saya tunjukkan bagaimana penampilan anda saat ini Nona Alice."
Celine kemudian membawa Alice pada cermin besar yang berada di ruang ganti.
Cermin itu menggambarkan dengan jelas bagaimana penampilan Alice saat ini.
Begitu cantik!
Walaupun belum memakai riasan sedikitpun!
"Bagaimana Nona Alice?
Tidak ada yang salah dari penampilan anda bukan?"
"Saya yakin dengan penampilan seperti ini, semua pengunjung di sana pasti tidak akan bisa mengalihkan perhatian mereka pada Nona." tambah Celine.
Ia ingin meyakinkan Alice bahwa tidak ada yang salah dari penampilannya.
Alice memandangi penampilannya.
Benar kata Celine.
Mungkin ia hanya belum terbiasa saja berpakaian seperti itu.
"Baiklah.
Aku akan mengenakan gaun ini ke acara malam ini."
Celine tersenyum lebar.
Ia begitu puas dengan jawaban Alice.
"Kalau begitu aku meminta gaun ini dibungkus Nona.
Sebentar aku akan mendatangi karyawannya terlebih dahulu."
Celine kemudian meninggalkan Alice di ruang ganti.
Alice kembali menatap penampilannya di depan cermin.
Ia tersenyum.
Ia berharap penampilannya tidak mempermalukan Kate ataupun Ell nantinya.
Alice kemudian mengganti pakaiannya, dibantu oleh karyawan toko tersebut.
Setelah selesai membeli gaun dan semua kebutuhan Alice, Celine kemudian membawa Alice ke apartemennya.
Sebelum berdandan, Alice terlebih dahulu membersihkan diri.
Setelah itu, Celine mulai membantunya merias wajahnya.
"Nona..."
Celine berbicara di sela-sela merias wajah Alice.
Alice saat ini tengah menutup kedua matanya.
"Hem..."
"Apa Nona mencintai Pak Ell?"
Pertanyaan Celine yang bergitu tiba-tiba,sontak membuat Alice langsung membuka kedua matanya dan menatap Celine yang tengah menatapnya dengan serius.
Gadis itu perlahan tersenyum.
"Saya tahu ini pertanyaan konyol.
Tentu saja seorang Istri pasti mencintainya Suaminya."
Alice menatap Celine dengan senduh.
Apa yang dipikirkan Celine selama ini soal dirinya dan Ell tidaklah benar.
Pernikahan mereka bukanlah seperti pernikahan pada umumnya.
Walaupun dirinya sudah jatuh cinta pada pria itu.
Namun nyatanya hubungan dirinya dan Ell tidak akan mungkin pernah berhasil.
Celine bisa melihat bahwa saat ini Alice tengah menggambarkan bagaimana perasaannya yang sebenarnya.
Wanita di hadapannya itu mencintai Bossnya.
Ia tahu Kate menjadi penghalang diantara mereka.
Celine pikir pasti ada kesempatan jika suatu saat nanti Ell juga akan mencintai Alice.
__ADS_1
Dan ia sangat ingin membantu hubungan keduanya.
Celine tersenyum dan kemudian kembali merias wajah Alice.
(Nona Alice wanita yang sangat cantik dan baik hati.
Aku yakin Pak Ell tidak akan bisa merelakan Nona Alice bersama pria lain, termasuk Brein)
Celine bisa melihat bahwa Brein menyukai Alice.
Tergambar jelas dari gerak gerik pria itu yang menunjukkan ketertarikannya pada Alice.
Ia juga sering mendengar gunjingan dari karyawan-karyawan wanita yang tidak suka dengan kedekatan Brein dan Alice.
Celine juga menghias rambut Alice.
Rambut gelombang tergulung dengan sempurna dan menyisakan anak rambut di sisi kanan dan di sisi kiri.
Celine kemudian menambahkan hiasan rambut di kepala Alice.
"Selesai...."
Celine tersenyum melihat hasil karyanya.
Alice berkali-kali lipat sangat cantik.
Alice sendiri juga begitu terpukau melihat wajahnya yang terlihat jelas di depan cermin.
"Bagaimana hasil karya Nona?"
Celine mendekatkan wajahnya di samping Alice.
Alice kemudian tersenyum haru, menatap Celine dari cermin.
"Terima kasih banyak Celine.
Terima kasih telah membantuku.
Aku begitu menyukainya."
Celine ikut tersenyum.
"Sama-sama Nona.
Bahkan wajah Nona tidak jauh berbeda dari sebelumnya.
Nona sangat cantik dalam keadaan apapun."
Pernyataan Celine kembali mengundang tawa Alice.
Dan hal itu tentu saja membuat Celine senang.
"Seseorang nantinya juga akan begitu terpesona melihat senyuman Nona."
"Celine, kau.."
Namun lagi-lagi hal itu kembali membuat jantungnya berdegup dengan kencang.
Dirinya juga menjadi gugup membayangkan bagaimana bersama dengan Ell nanti.
"Apa yang terjadi dengan pipi Nona?"
Celine berniat menggoda Alice.
Alice langsung mengarahkan wajahnya ke cermin.
Celine pasti menyadari kegugupannya.
Celine terkekeh.
"Sudah-sudah Nona.
Sebaiknya sekarang Nona berganti pakaian.
Sebentar lagi Pak Ell akan datang menjemput Nona."
Alice tersenyum lebar dan menganggukkan kepalanya.
Celine kemudian membantunya berpakaian hingga akhirnya gaun merah itu sudah terpasang di tubuhnya.
"Wow, penampilan anda sangat luar biasa Nona."
Celine menatap penampilan Alice dengan tatapan takjub.
"Terima kasih Celine.."
Celine kemudian memegang tangan Alice.
"Saya berharap Nona dan Pak Ell bersama selamanya.
Saya bisa memahami bagaimana perasaan anda selama ini Nona."
"Tapi Celine, apa yang kau pikirkan mengenai aku dan Kak Ell selama ini..."
Alice hanya ingin memberitahu Celine soal kebenarannya.
"Saya tahu itu Nona.
Maaf jika saya lancang.
Sebelum Pak Ell menikah dengan Nona, saya juga sangat mendukung hubungan Pak Ell dan Nona Kate walaupun keduanya tidak menjalin hubungan apapun.
Saya bisa melihat selama itu Pak Ell menunjukkan dengan jelas bagaimana perasaan Beliau terhadap Nona Kate.
Hanya saja Nona Kate tidak menyadarinya.
Namun setelah Nona dan Pak Ell menikah, saya rasa saya tidak perlu lagi mendukung keduanya.
__ADS_1
Karena dasarnya pernikahan seperti apapun bukanlah main-main.
Pernikahan adalah ikatan suci.
Dan saya ingin Nona dan Pak Ell bersama selamanya.
Sekarang saya juga lega karena ada seorang wanita yang tidak lain adalah Istrinya i mencintai Pak Ell dengan tulus."
Alice menundukkan kepalanya.
Ternyata Celine sudah mengetahui semuanya termasuk perasaannya terhadap Ell.
Alice kemudian memasang senyumnya.
"Aku rasa cintaku pada Kak Ell tidaklah lebih besar dibandingkan cinta Kak Ell pada Kak Kate Celine.
Aku dan dirinya tidak akan bisa bersama."
Suara Alice menggambarkan kesedihannya.
"Kenapa Nona berkata seperti itu?
Saya yakin cepat atau lambat Pak Ell akan mencintai Nona dan melupakan Nona Kate."
"Karena pada akhirnya kami berdua akan berpisah dan kembali menjalani kehidupan kami masing masing, seperti sebelumnya."
"Apa?"
Celine tidak mengerti maksud perkataan Alice barusan.
"Aku dan Kak Ell akan bercerai saat kondisi keluarga kami sudah membaik Celine.
Kau pasti sudah tahu kabar buruk yang menimpa keluarga kami."
Alice berniat menceritakan semuanya pada Celine dan ia pikir Celine adalah orang yang tepat.
"Jadi isu yang dibicarakan selama ini adalah benar Nona?"
Alice perlahan menganggukkan kepalanya.
"Kami menikah bukanlah atas dasar cinta.
Aku dan Kak Ell juga sama-sama menentang pernikahan ini.
Bahkan Kak Ell sempat begitu membenciku karena terpaksa menyetujui pernikahan kami.
Karena pada saat itu aku sama sekali tidak punya pilihan lain Celine.
Aku diliputi perasaan dilema dan rasa bersalah di saat yang bersamaan."
Perlahan mata Alice mulai berkaca-kaca.
Dan Celine bisa mengerti bagaimana perasaan Alice.
Ia turut bersedih dengan apa yang dialami Alice selama ini.
Menurutnya Alice adalah wanita yang sangat kuat.
Apalagi mengingat bagaimana perlakuan orang-orang sebelumnya terhadapnya.
"Pasti anda juga begitu terluka di saat yang bersamaan Nona.
Dan anda tidak pernah menunjukkannya pada orang-orang.
Anda begitu kuat Nona Alice."
"Tidak ada yang bisa kulakukan selain bertahan Celine.
Selama ini aku juga tidak punya pilihan apapun."
"Sekarang anda sudah memiliki pilihan Nona.
Anda bisa memilih apakah anda harus merelakan pernikahan anda dan melepaskan Pak Ell atau mempertahankan keduanya.
Anda tidak perlu takut ataupun merasa bersalah lagi pada siapapun.
Saatnya menentukan kebahagiaan anda sendiri.
Menurut saya hal itu bukanlah hal yang egois.Semua orang berhak bahagia."
(Apakah aku bisa?)
tanya Alice di dalam hatinya.
Karena dirinya juga sangat memikirkan bagaimana perasaan Kate.
"Saya yakin Nona bisa melalui ini juga."
Ucap Celine dengan penuh keyakinan.
"Terima kasih banyak Celine.
Terima kasih telah mendengarkanku dan juga memahamiku.
Selama ini hanya ada sedikit orang yang mau memahamiku."
"Sama-sama Nona.
Sampai kapanpun, saya akan selalu mendukung Nona.
Saya juga siap membantu Nona."
Alice tersenyum dan kemudian memeluk tubuh Celine.
Ia sangat bersyukur menemukan pribadi seperti Celine di dalam hidupnya.
Celine juga ikut membalas pelukan Alice.
__ADS_1
Ia senang karena Alice mau berbagi dengannya.