Sorry For Hurting You

Sorry For Hurting You
Kedatangan Kate


__ADS_3

Alice langsung melenggang pergi saat jam makan siang dengan membawa bekal di tangannya.


Ia berniat ingin memberikan bekal yang telah disiapkannya untuk Ell.


Sementara Brein beranjak dari tempat duduknya setelah menyadari Alice keluar dari ruangan.


"Alice..." panggil Brein.


Sebenarnya Brein berniat ingin mengajak Alice makan siang bersama.


Namun langkahnya terhenti saat 2 orang wanita yang masih berada di ruangan mendekati Brein.


"Brein, kami ingin berkenalan denganmu.


Mengingat kita akan bekerja dalam tim yang sama setiap harinya."


"Aku Sania dan Sinta."


tambah Sania dengan senyuman lebar.


Sementara Brein tidak menanggapi pernyataan Sania dan menghiraukan mereka yang berada di hadapannya.


Mata Brein masih menatap kepergian Alice.


Kedua orang wanita itu mengikuti arah pandangan Brein dan kemudian kesal saat mengetahui bahwa Brein menghiraukan mereka karena Alice.


"Brein, apa sebelumnya kau sudah mengenal Alice?"


Brein masih diam, dan lagi-lagi tidak menjawab pertanyaan Sania.


Dan membuat keduanya semakin kesal.


Brein kemudian melihat ke arah Sania dan Sinta dan menjawab, "Ya, aku sudah mengenalnya."


Lalu Brein langsung pergi meninggalkan mereka berdua dan mencari keberadaan Alice.


"Apa hebatnya wanita itu sehingga Brein hanya menatapnya dan menghiraukan kita berdua?"


ucap Sania dengan raut wajah kesal.


"Entahlah.


Penampilan kita berdua jauh lebih memukau dari pada dia!


Tapi kau tidak perlu khawatir.


Aku yakin Brein tidak akan pernah tertarik dengannya."


Sinta mencoba meyakinkan Sania karena temannya itu sudah menyukai Brein sejak pertama kali bertemu dengan pria itu.


Dan Sania juga ingin mendekati Brein.


Alice sudah berada di dekat ruangan Brein.


Ia menatap bekal di tangannya.


Jantungnya kembali berdetak dengan kencang.


Apa Ell mau menerima bekal makan siang pemberiannya?


Alice perlahan mulai ragu.


"Tidak, aku harus memberikannya pada Kak Ell.


Entah dia akan menerimanya atau tidak, aku tidak peduli."


"Nona Alice..."


Seketika Alice langsung mengalihkan pandangannya.


Ia melihat Celine dari arah berlawanan berjalan menghampirinya.


"Apa Nona akan memberikan makan siang pada Pak Ell?"


Celine melihat ke arah bekal yang dipegang oleh Alice.


Alice tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu, Mengapa Nona belum masuk ke dalam ruangan Pak Ell?"


Alice seketika terdiam.


Melihat keraguan di mata Alice, Celine tersenyum.


Ia pikir Alice pasti ingin meminta izin terlebih dahulu padanya untuk masuk.


Mengingat dia tadi tidak berada di ruangannya karena sedang mengantar berkas pada Sergio untuk ditandatangani.


"Ada pengecualian untuk Nona.

__ADS_1


Nona tidak perlu mengatakan apapun pada saya untuk masuk ke ruangan Pak Ell.


Nona adalah Istri Pak Ell.


Tentu Nona bebas masuk ke ruangan Pak Ell kapanpun Nona mau."


"Terakhir saat saya masuk ke dalam ruangan Pak Ell, beliau sedang memeriksa dokumen tadi pagi.


Saya yakin sekarang pekerjaan Pak Ell sudah selesai dan Pak Ell pasti sedang menunggu kedatangan Nona Alice untuk makan siang bersama."


ucap Celine tanpa ragu.


Alice tersenyum tipis.


"Baiklah aku akan masuk.


Terima kasih Celine."


"Sama-sama Nona."


Alice kemudian mendekati ruangan Ell dan kemudian membuka pintunya dengan perlahan.


Celine menatap punggung Alice yang mulai masuk ke dalam ruangan Ell dengan senyuman.


"Sepertinya mereka sudah baikan.


Hem, aku pikir hubungan Suami Istri memang begitu.


Walaupun sempat bertengkar, mereka pasti akan berbaikan lagi karena mereka berdua saling mencintai.


Aku senang melihat hubungan Pak Ell dan Nona Alice."


Alice perlahan melangkahkan kakinya.


Samar- samar ia mendengar suara wanita dari ruangan Ell.


Alice melangkahkan kakinya lagi, hingga langkahnya terhenti saat mendapati Ell sedang bersama Kate.


Ell dan Kate duduk di sofa dengan posisi membelakanginya.


Keduanya tengah mengobrol dan terdengar candaan di sana.


Alice diam di tempatnya melihat ke arah El dan Kate.


Matanya kemudian menatap ke arah bekal di tangannya.


Niatnya untuk memberikan bekal itu pada Ell seketika hilang.


Alice kembali melihat ke arah Ell dan Alice sebentar dan kemudian memutuskan untuk pergi dari sana.


Alice menutup kembali ruangan Ell dan Celine menyadari hal itu.


Ia terkejut melihat Alice keluar dari ruangan Ell dalam waktu singkat dan juga membawa kembali bekal itu.


Ia langsung menghampiri Alice yang terlihat sedih.


"Nona Alice, Mengapa Nona keluar dari ruangan Pak Ell dalam waktu yang sangat cepat?


Dan bekal itu?"


Celine menunjuk ke arah bekal yang berada di tangan Alice.


"Kak Ell ternyata masih memiliki pekerjaan penting di dalam.


Jadi kami tidak bisa makan siang bersama."


Alice tidak ingin Celine berpikiran yang tidak-tidak.


"Baiklah kalau begitu Nona."


"Aku akan makan siang Celine.


Oh ya, apa kau tidak makan siang?"


"Saya masih harus menyelesaikan pekerjaan saya dan juga memberikannya pada Pak Ell Nona."


"Oh benarkah?


Kalau begitu aku pergi."


"Baik Nona Alice."


Alice kemudian meninggalkan Celine.


Celine mengerutkan keningnya.


Sebelumnya ia pikir Ell sama sekali tidak memiliki pekerjaan penting.


Mengingat ia yang mengatur jadwal Boss nya itu.

__ADS_1


Celine kemudian kembali ke ruangannya untuk menyelesaikan pekerjaannya.


Beberapa menit kemudian, Celine masuk ke dalam ruangan Ell untuk mengantarkan dokumen.


Alangkah terkejutnya ia melihat Kate di sana.


Dan ia menyadari bahwa mungkin alasan Alice pergi dari sana adalah karena Kate.


Alice pasti cemburu melihat Suaminya bersama Wanita lain di ruangannya.


"Celine, kau bisa meletakkan dokumen itu di mejaku."


ucap Ell yang masih berada di sofa bersama Kate.


"Baik Pak."


Celine meletakkan dokumen di tangannya di meja Ell.


"Celine, ini sudah waktunya jam makan siang.


Kau bisa meninggalkan pekerjaanmu sekarang.


Kau tidak perlu bekerja terlalu keras.


Ell tidak akan memarahimu.


Benarkan Ell?"


Kate melihat ke arah Ell.


Ell ikut menatap Kate dan tersenyum.


Ia kemudian mengarahkan pandangannya pada Celine.


"Itu benar Celine.


Sekarang kau bisa meninggalkan pekerjaanmu."


Celine kemudian mengangguk.


"Baik Pak.


Kalau begitu saya permisi Pak."


Celine kemudian berjalan meninggalkan ruangan Ell.


Matanya sekilas melihat ke arah belakang.


Ia tidak menyukai kehadiran Kate di sana.


Karena bagaimanapun Boss nya sudah memiliki Istri, dan tidak seharusnya berduaan bersama wanita lain.


Dulu ia memang begitu menyukai hubungan Ell dan Kate dan berharap keduanya segera menikah.


Namun beda halnya dengan sekarang.


Ell harusnya menghargai perasaan Alice yang merupakan Istrinya.


Dan juga Kate tidak seharusnya kembali berhubungan dekat dengan Suami Adiknya.


Bahkan tadi ia masih bisa melihat tatapan cinta dari keduanya.


"Kasihan Nona Alice.


Dia pasti sedih melihat Pak Ell bersama Nona Kate."


Celine bisa merasakan apa yang Alice rasakan saat ini.


Pasti sedih rasanya melihat pria yang dicintainya bercanda-tawa bersama wanita yang sempat menjalin hubungan dekat dengannya.


Dan pria itu sudah berstatus sebagai Suaminya.


.


.


.


.


Guyss, cerita ini sudah lulus kontrak untuk review awal.


Mohon terus dukung cerita ini ya (Like, vote dalam bentuk koin atau poin, komentar) biar bisa dapat level tinggi waktu disetujuin nanti.


Kalau gk, penulis bakal mikir-mikir lagi untuk lanjutin ceritanya nanti wkwkw.


Belajar dari cerita sebelumnya soalnya :(


Dengan itu juga aku yakin kalau memang cerita ini dapat apresiasi dari banyak orang.

__ADS_1


Terima kasih :)


__ADS_2