Sorry For Hurting You

Sorry For Hurting You
Pujian Ell


__ADS_3

Alice mengirim pesan pada Ell.


Dan tidak lama setelah itu, Ell langsung membalas pesannya dan mengatakan akan segera menjemputnya di apartemen Celine.


Beberapa menit kemudian, bel apartemen Celine terdengar.


"Sepertinya itu Pak Ell.


Ayo kita keluar Nona."


Alice tersenyum dan kemudian mengangguk.


Celine kemudian membuka pintu.


Dan benar saja Ell sudah berdiri di depan pintu.


Tidak lama kemudian Alice menyusul dari belakang dan muncul di hadapan Ell.


Seketika pandangan Ell teralihkan pada Alice yang baru saja datang.


Alice tersenyum padanya dan lihat penampilan gadis itu!


Gadis itu membuatnya tidak bisa mengedipkan kedua matanya barang sedetikpun.


Alice sangat cantik.


Jujur, ia begitu terpana dengan penampilan Alice.


Riasan yang gadis itu gunakan dan gaun yang dikenakannya terlihat begitu sempurna.


Alice memegang erat tangannya.


Ia begitu gugup karena kedua mata Ell masih menatapnya dan tidak teralihkan sedikutpun.


Walaupun sebelumnya ia juga ia tidak berharap terlalu jauh, bahwa Ell akan memuji penampilannya.


Mengingat bagaimana penilaian terakhir Ell pada saat hari kelulusan sekolah dulu.


Apa kali ini Ell juga menilai penampilannya biasa saja atau bahkan lebih buruk dari sebelumnya?


Alice menjadi ragu dengan penampilannya malam ini.


Celine tersenyum melihat ekspresi Ell saat ini.


Sesuai dengan dugaannya, Ell terlihat terpukau dengan penampilan Alice.


Bahkan Bossnya itu diam terpaku dan tidak berhenti memandangi wajah Istrinya.


Celine kemudian berdehem dan hal itu membuat Ell mengakhiri tatapannya pada Alice.


"Bagaimana menurut anda penampilan Nona Alice Pak Ell?


Sangat cantik bukan?


Dari ekspresi anda tadi, saya bisa melihat Bapak begitu terpukau dengan penampilan Nona Alice."


ucap Celine berniat menggoda Ell.


Menurutnya akan sangat menyenangkan menggoda Bossnya saat ini.


Alice memberikan tanda pada Celine untuk tidak membuat suasana di antara mereka menjadi canggung lagi.


Namun gadis itu menggelengkan kepalanya, sebagai pertanda bahwa gadis itu tidak akan menurut.


Ell kemudian menganggukkan kepalanya.


"Hem.."


ucapnya sekilas.


"Saya sangat senang kalau begitu Pak.


Dan saya yakin, Nona Alice adalah tamu tercantik di sana.


Jadi berhati-hatilah Pak.


Jangan sampai ada banyak pria di sana yang melirik Nona Alice dan menyangkanya belum menikah."


ucap Celine dengan nada memperingati.


"Iya aku tahu Celine.


Kalau begitu, kau juga harus segera menemukan pasangan agar nantinya kau dibawa oleh pasanganmu menghadiri acara seperti ini."


Celine terkekeh.


Ia tahu Bossnya itu sedang membalasnya.


"Bapak tidak perlu khawatir, saya akan segera menemukan pasangan.

__ADS_1


Dan tentunya kami akan menjadi sepasang kekasih yang saling mencintai seperti Bapak dan Nona Alice."


Ucapan Celine semakin membuat Alice merasa gugup.


Padahal gadis itu tahu kebenarannya bahwa Ell sama sekali tidk mencintainya.


Dasar!


Alice melototkan matanya pada Celine yang tersenyum padanya.


Ell menggaruk tengkuknya dan sekilas melihat ke arah Alice.


"Baiklah kalau begitu kami akan berangkat.


Terima kasih sudah membantu Alice.


Dan ingat, besok ada rapat Client besar.


Jangan terlambat dan bawa semua apa yang dibutuhkan."


Ell memperingati Celine dengan nada serius.


"Baik Pak.


Kalau begitu, selamat menikmati acaranya.


Dan saya sarankan untuk tidak meninggalkan Nona Alice sendirian Pak."


Celine lagi-lagi tersenyum melihat ekpresi Ell dan Alice.


Sebenarnya itu adalah salah satu caranya untuk membangun perasaan di antar keduanya.


"Ayo kita berangkat.


ucap Ell pada Alice.


Alice membalas ucapan Ell dengan anggukan kepala.


Ell kemudian mulai melangkahkan kakinya pergi dari sana.


Dan Alice menyusul Ell dari belakang.


Tapi sebelum pergi, Alice melihat ke arah Celine yang tersenyum padanya.


"Semangat bersenang-senang Nona Alice."


Alice hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


Alice kemudian pergi dari sana dan menyusul Ell.


Ell dan Alice sudah keluar dari apartemen Celine dan kemudian berjalan menuju parkiran.


Sesampainya di parkiran, Ell berniat masuk ke dalam mobilnya.


Namun sebelum itu, ia melihat ke arah Alice yang berada depannya.


Entah mengapa, hal itu kembali membuat Alice menjadi gugup.


Ell kemudian memutuskan masuk ke dalam mobil.


(Ayolah Alice.


Kau tidak boleh seperti ini.


Kau masih memiliki waktu bersama Kak Ell nantinya.)


Alice mencoba mengontrol dirinya sendiri untuk terlihat baik-baik saja berada di dekat Ell.


Setelah itu, Alice membuka pintu dan masuk ke dalam mobil Ell.


Selama perjalanan, keduanya hanya diam dan terlihat fokus pada kegiatan masing-masing.


Ell menyetir dan menatap lurus ke depan sementara Alice mengarahkan tatapannya ke arah jalanan.


Hal itu ia lakukan agar pikirannya bisa tenang walaupun sebenarnya ia masih belum mengontrolnya.


Ell sesekali melihat ke arah Alice dan kebetulan gadis itu sedang melihat ke arah jalanan.


Itu hal yang bagus untuknya.


Walaupun Alice melihat ke arah jalanan, namun ekor matanya merasa bahwa Ell sedang menatapnya.


Alice langsung mengarahkan pandangannya pada Ell.


Dan benar saja, pria itu sedang menatapnya.


"Apa Kakak ingin mengatakan sesuatu?"


tanya Alice, mencoba memecahkan keheningan di antara mereka berdua.

__ADS_1


"Tidak, aku tidak ingin mengatakan sesuatu padamu."


Ell memperhatikan jalanan namun kedua matanya kembali menatap Alice.


"Kalau begitu, apa ada yang salah dengan riasanku?"


Pertanyaan itu lolos begitu saja dari mulut Alice walaupun ia merasa tidak ada yang salah dengan wajahnya.


Namun, entah mengapa kepercayaan dirinya menjadi berkurang setiap kali berhadapan dengan Ell.


Apalagi tatapan Ell terlihat intens padanya.


"Tidak ada.


Kau terlihat sangat cantik malam ini."


Deg...


Pernyataan Ell seketika membuat tubuh Alice menegang.


Napasnya tercekat dan bibirnya terasa keluh.


Jantungnya juga berdetak begitu cepat.


Alice hanya bisa diam dan masih menatap Ell.


Sama halnya dengan Alice, Ell juga merasa pujian itu lolos begitu saja dari mulutnya.


Walaupun sedari tadi ia menyimpan pujian itu di dalam hatinya.


Ia kemudian langsung memalingkan wajahnya dari Alice dan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa.


"Hem, maksudku.


Kau terlihat berbeda dari sebelumnya."


ucap Ell sambil melihat ke arah Alice sekilas.


Ia berniat memecahkan kecanggungan di antara mereka berdua.


Ell kemudian menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Alice perlahan mulai tersenyum.


"Terima kasih Kak."


Alice begitu bahagia karena ini pertama kalinya Ell memujinya.


Sebelumnya pria itu tidak peduli dengannya bahkan tidak pernah melihat ke arahnya.


"Hem.."


ucap Ell sekilas.


Alice kembali tersenyum melihat ekspresi dingin yang ditunjukkan oleh Ell.


Rasanya lucu saat mengingat kesan dingin yang selalu diterimanya dari Ell setiap kali bertemu dengannya.


"Kenapa kau tersenyum?"


tanya Ell saat melihat Alice tersenyum ke arahnya.


Alice hanya menggeleng dan kemudian menggeser posisinya ke semula.


"Katakan padaku kenapa kau tersenyum tadi."


Ell hanya penasaran mengenai makna dibalik senyuman Alice tadi.


"Apa aku tidak bisa tersenyum Kak?"


Alice menatap Ell dengan tatapan kesal dan kemudian melihat ke arah jalanan.


Ekor mata Alice sesekali melihat ke arah Ell.


Sebenarnya ia ingin tertawa saat ini.


Namun ia berusaha menahannya karena tidak ingin membuat Ell kembali menanyainya.


Pujian Ell tadi kemudian muncul di pikiran Alice.


Jujur ia masih tidak menyangka Ell akan memujinya seperti itu.


Namun saat ini bisa pastikan dirinya bahagia akan hal itu.


Walaupun ia tidak boleh membuat dirinya semakin jatuh pada perasaannya terhadap Ell.


Tapi salahkan ia merasa bahagia, bahkan hanya dalam waktu sesaat saja?


.

__ADS_1


__ADS_2