Sorry For Hurting You

Sorry For Hurting You
Kelulusan


__ADS_3

Setelah melakukan ujian akhir, tiba saatnya untuk mengetahui hasil yang diraih oleh kelas XII.


Semua siswa berbondong-bondong menuju papan pengumuman.


Ell dan Kate dengan teliti mencari nama mereka yang termasuk dalam daftar pengumuman.


"El..."


ujar Kate dengan nada tidak percaya.


Ell tersenyum melihat ekspresi Kate.


"Apa aku tidak salah lihat Ell?"


"Kau tidak salah lihat Kate.


Kau benar-benar lulus.


Dan kau mendapatkan nilai yang memuaskan."


Kate membelalakkan matanya.


Itu artinya apa yang ia lihat benar adanya.


Ia lulus.


Kate langsung memeluk Ell dengan erat.


"Aku lulus Ell.


Aku lulus!"


Ell membalas pelukan Kate.


"Hem, selamat Kate.


Kau sudah bekerja dengan keras selama ini.


Dan semua itu membuahkan hasil yang baik."


Kate melerai pelukannya.


"Ini semua karenamu Ell.


Kau selalu ada di sampingku.


Kau menjagaku dan juga mendukungku di saat aku terpuruk.


Terima kasih banyak."


Mata Kate mulai berkaca-kaca.


"Dasar cengeng!"


Ell menghapus air mata Kate yang perlahan menetes.


Tiba-tiba mereka mendengar suara orang berdehem.


Siapa lagi kalau tidak Miko.


Teman-teman mereka yang lain juga datang menghampiri mereka.


"Selamat kita semua lulus."


ucap Marchell.


"Selamat untuk kalian juga."


"Kate, aku bangga padamu."


Kesha memeluk tubuh Kate dengan erat.


"Terima kasih Kesha."


"Sudah-sudah.


Sekarang kita harus merayakan kemenangan kita.


Selama ini kita mengalami masa-masa yang cukup berat bukan?"


Mereka semua tertawa mendengar ucapan Dion.


"Baiklah, Dion benar.


Kita harus merayakannya.


Hem, sepulang sekolah kita merayakannya.


Bagaimana?"


Marchell mencoba memberikan pilihan pada yang lain.


Teman-teman yang lain kemudian mengangguk, pertanda setuju dengan tawarannya.


--


Ell dan Kate sedang berbicang di dalam ruangan kelas.


Tiba-tiba Marchell datang menghampiri mereka.

__ADS_1


"Kalian sudah dengar kabar baik yang diucapkan oleh Kepala Sekolah kita?"


Ell dan Kate saling mengerutkan kening.


"Kabar baik?


Apa itu?


Kami berdua sedari tadi ada di dalam ruangan kelas."


"Ell benar.


Dan tidak ada pengumuman sama sekali.


Kabar baik apa yang kau maksudkan Marchell?"


"Aku tadi mendengar bahwa lusa akan diadakan acara pesta dalam rangka merayakan kelulusan kita.


Kepala Sekolah begitu bangga menerima hasil ujian kelulusan yang kita dapatkan.


Jadi beliau mengadakan acara untuk kita.


Dan lebih spesial lagi, semua siswa diundang datang untuk merayakan acara itu."


"Benarkah?


Itu berita yang baik."


"Kau benar Kate.


Lusa adalah saat yang tepat untuk kita bersenang-senang.


Benarkah Ell?"


"Sepertinya kau membutuhkan lebih banyak waktu untuk bersenang-senang Marchell."


Marchell terkekeh.


"Kau begitu mengenalku Ell.


Jangan lupa untuk mempersiapkan diri kalian berdua untuk acara istimewa kita."


Marchell kemudian pergi meninggalkan ruangan kelas.


"Kau akan datang ke acara itu kan Ell?"


"Seharusnya pertanyaan itu aku ucapkan padamu Kate."


Ell melipat kedua tangannya dan kemudian menatap Kate dengan seksama.


Kate terkekeh.


Aku tidak akan melewatkan acara spesial seperti itu."


"Kalau begitu aku akan datang ke acara itu."


"Kalau aku tidak datang, apa kau tidak datang juga?"


"Paling tidak aku harus mempertimbangkannya ribuan kali."


ttt


"Dasar!


Kau memang selalu mengikuti kemana aku pergi ya."


"Tidak juga.


Kau harus ingat Kate, aku tidak pernah mengikutimu ke kamar mandi ataupun ke kamarmu.


Kalau aku mengikutimu ke sana juga, mungkin Bibi dan Ibuku akan membunuhku."


Kali ini Kate tertawa dengan keras.


Ell memang selalu bisa membuat hari-harinya menyenangkan.


Tidak heran, jika ia menganggap Ell adalah salah satu bagian terpenting dari hidupnya.


--


Alice sedang menyelesaikan tugas sekolah di kamarnya.


Ting...


Alice melihat ke arah layar handphonenya.


Ia menerima pesan dari Rayn.


"Kau akan datang ke acara itu?"


"Aku tidak tahu Rayn.


Tapi sepertinya tidak..."


Alice mengirimkan balasan pesan pada Rayn.


"Kenapa?"


Rayn mengirim pesan lagi padanya

__ADS_1


"Kau tahu aku tidak suka dengan keramaian Rayn.


Kehadiranku juga pasti akan mengacaukan acaranya."


"Kau hanya berpikiran terlalu jauh Alice.


Aku mohon jangan pedulikan mereka.


Ada aku yang akan selalu melindungimu dari perbuatan buruk mereka."


"Terima kasih Rayn.


Tapi aku masih belum punya alasan kuat untuk datang ke sana."


Alice meletakkan kembali handphonenya ke atas meja.


Sungguh ia tidak mau kejadian saat di hari ulang tahun Kate terulang kembali.


Kehadirannya juga tidak diperlukan di sana.


Alice kemudian keluar dari kamarnya untuk mengambil air minum.


"Alice..."


Suara Kate membuat langkah Alice terhenti.


Ia kemudian membalikkan badannya dan melihat Kate sedang bersama Ell.


Sepertinya mereka baru saja pulang.


Alice tersenyum dan kemudian menghampiri Kate dan Ell.


"Kakak baru pulang?"


"Hem.


Tadi kami merayakan kelulusan kami Alice."


Alice memegang tangan Kate dan kemudian memasangam raut wajah riang.


"Oh ya, aku ingin mengucapkan selamat atas kelulusan Kakak.


Aku sangat senang Kakak lulus dengan hasil yang memuaskan."


Alice kemudian melihat ke arah Ell yang berada di belakang Kate.


"Selamat juga untukmu Kak Ell.


Lagi-lagi Kakak mencapai nilai tertinggi di sekolah."


Ell hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan selamat dari Alice dan kemudian kambali memainkan handphonenya.


"Oh ya Alice, lusa kau akan datang ke acara kelulusan kan?"


Alice diam sejenak.


Ia masih belum punya alasan untuk datang ke sana.


"Kali ini kau harus datang Alice.


Kau tidak boleh seperti kemarin lagi."


"Tapi Kak, aku..."


"Tidak ada tapi-tapian.


Kali ini kau tidak bisa lari Alice.


Lusa Kakak akan berdiri di depan kamarmu sepanjang hari."


Alice tersenyum.


"Baiklah Kak."


"Bagus. Kau tidak boleh mengingkari janjimu lagi, hem?"


Alice langsung menganggukkan kepalanya.


"Aku janji Kak."


Kate tersenyum puas mendengar jawaban Alice.


"Kate, aku akan kembali ke rumah."


"Baiklah Ell.


Lusa jangan lupa menjemput aku dan Alice.


Kita berangkat bersama."


"Hem.."


Ell kemudian membalikkan badannya dan keluar dari rumah.


Alice melihat ke arah Ell yang sudah hilang dari pintu.


Ell masih saja bersikap dingin padanya.


Bahkan pria itu pergi tanpa melihat ke arahnya.

__ADS_1


Namun sikap pria itu jauh lebih baik dari sebelumnya, saat ia pertama kali masuk ke dalam keluarga Dakota.


__ADS_2