Sorry For Hurting You

Sorry For Hurting You
Berbeda


__ADS_3

Brein dan Alice keluar dari ruangan untuk pergi makan bersama Ell dan Kate.


Sebelumnya Kate mengirim pesan pada Alice untuk bertemu di parkiran.


Dan kini, Brein dan Alice berjalan menuju parkiran.


Sementara Ell dan Kate sudah berada di parkiran dan menunggu kedatangan Brein dan Alice.


Beberapa saat kemudian, Brein dan Alice sudah muncul dari kejauhan.


"Kau lihat Ell, mereka berdua benar-benar serasi bukan?


Aku tahu Alice pasti mengubah penampilalannya untuk Kak Brein.


Aku begitu mengenal Alice.


Selama ini ia sangat tidak peduli dengan tanggapan orang-orang tentang penampilannya.


Dan sekarang ia berubah.


Aku senang melihat Alice akhirnya menemukan kebahagiaannya sendiri."


Kate kemudian menatap Ell.


"Apa kita perlu membuat mereka menjadi lebih dekat lagi?


Kau juga bisa membantu Kak Brein mendekati Alice."


Pertanyaan itu seketika membuat Ell kesal.


Namun Ell hanya diam, berusaha untuk mengendalikan dirinya.


"Ell, apa kau mendengarku?"


Kate ingin mendapatkan jawaban dari Ell.


Karena sedari tadi, pria itu hanya diam dan tidak menanggapinya.


Ell kemudian mengarahkan pandangannya pada Kate.


"Aku tidak suka ikut campur urusan lain apalagi sampai ingin menjodohkan mereka."


ucap Ell dengan nada tidak suka.


Kate lagi-lagi bingung dengan sikap yang ditunjukkan Ell kali ini.


Biasanya pria itu dengan senang hati memberikan tanggapan setiap kali ia menanyai pendapat.


Namun kali ini sangat berbeda.


Kate memandangi Ell yang terlihat kesal dari raut wajahnya.


Brein dan Alice sudah sampai di parkiran.


Mata Alice bertemu dengan mata Ell.


Entah mengapa Alice merasa saat ini ada sesuatu yang berbeda antara dirinya dengan Ell.


Hal itu berawal dari hubungan mereka yang perlahan mulai membaik.


Ell juga akhir-akhir ini bersikap baik padanya.


Walaupun Alice masih terkejut sampai saat ini.


"Kalian sudah lama menunggu kami di sini?"


Brein menatap Kate dan Ell satu per satu.


Tatapan Kate langsung teralihkan dari Ell.


"Ah tidak.


Kami juga baru keluar dari ruangan Ell."


"Kalau begitu, kita akan makan siang dimana?"

__ADS_1


Kate tersenyum dan kemudian mengarahkan pandangannya pada Ell.


"Kita akan makan siang di restoran favorit aku dan Ell.


Kami biasanya sering datang ke sana.


Makanannya sangat lezat."


"Itu pilihan yang sangat baik.


Kalau begitu, ayo kita berangkat.


Oh ya Ell, kau atau aku saja yang menyetir?


Kalau kau yang menyetir, kau dan Kate duduk di depan.


Sementara aku dan Alice akan duduk di belakang."


Ell melihat ke arah Alice.


Sementara Alice langsung mengalihkan tatapannya ke arah lain.


"Aku saja yang menyetir."


Kate tersenyum mendengar jawaban Ell.


Karena dengan begitu, Brein mempunyai kesempatan untuk mendekati Alice.


"Baiklah, ayo masuk."


Mereka berempat kemudian masuk ke dalam mobil.


Selama perjalanan, Ell sama sekali tidak berniat berbicara.


Padahal sedari tadi Kate mengajaknya berbicara.


Matanya kemudian melihat ke arah kaca mobil, menampilkan Brein yang sedang memandangi Alice.


Alice juga menyadari hal itu.


Pria itu tersenyum padanya dan Alice juga ikut tersenyum.


Alice kemudian menaikkan alisnya, berniat menanyakan pada Brein apakah pria itu ingin mengatakan sesuatu padanya.


Namun pria itu kembali tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


Alice kemudian kembali melihat ke arah luar jendela.


"Ell, bukankah kau pernah mengatakan padaku bahwa kau sangat suka lagu in?"


tanya Kate saat lagu kesukaan Ell terdengar.


"Hem.."


"Kau menyukai lagu ballad seperti ini Ell?


Kalau kau Alice, jenis lagu seperti apa yang kau suka?"


Brein ingin mengetahui satu per satu tentang Alice yang belum ia ketahui.


Lagi-lagi Ell melihat ke arah kaca mobil.


Pertanyaan Brein mengarah seolah-olah ingin mengenal Alice lebih jauh.


Apa Brein benar-benar telah jatuh cinta dengan Alice?


Bagaimana jika ia memberitahu Brein soal pernikahannya dengan Alice, apa pria itu akan berhenti mendekati Alice?


Pertanyaan-pertanyaan itu menari-nari di pikiran Ell.


"Hem, aku...."


"Alice suka lagu ballad juga Kak Brein.


Dia merasa setiap lagu ballad sesuai dengan suasana hatinya."

__ADS_1


Jawab Kate karena Alice belum juga menjawab pertanyaan Brein.


"Benarkah?"


Brein tersenyum pada Alice.


"Itu bagus Alice!"


Setelah itu, mereka melanjutkan obrolan mereka tentang hal lain.


Sesekali Brein kembali menanyai soal Alice.


Dan itu membuat Ell tidak suka.


Beberapa saat kemudian, mereka akhirnya sampai di restoran tujuan.


Mereka masuk dan kemudian memilih meja yang berada di luar ruangan.


Ell dan Kate duduk bersampingan.


Begitu juga dengan Brein yang duduk bersampingan dengan Alice dan berhadapan dengan Ell.


Seorang pelayan kemudian mendatangi meraka dan menanyai pesanan makanan mereka.


Kate langsung memesan makan untuk dirinya dan juga Ell karena sudah tahu makanan apa yang akan Ell.


Ell akan memesan makanan yang sama tiap kali mereka pergi ke restoran itu.


Tiba giliran Alice dan Brein yang masih melihat menu makanan.


"Kau ingin memesan apa Alice?"


"Hem, aku akan memesan ini.."


Alice mulai menyebutkan pesanannya.


"Kalau pesanan anda Tuan?"


"Kau samakan saja pesananku dengan dirinya."


Brein menunjuk ke arah Alice.


Alice langsung mengarahkan tatapannya pada Brein yang berada di sampingnya.


Sementara Kate tersenyum bahagia melihat sikap yang ditunjukkan oleh Brein.


Karena ia tahu bahwa Brein benar-benar berniat mengenal Alice lebih jauh lagi.


Lain halnya dengan Ell.


Entah mengapa ia begitu kesal dengan Brein.


Untuk mengendalikan dirinya, Ell beranjak dari kursinya.


"Aku ke kamar mandi sebentar."


Ell langsung melenggang pergi.


Kate menatap kepergian Ell.


Dirinya merasa Ell benar-benar sangat berbeda dari biasanya.


Saat di kamar mandi, Ell langsung membasuh wajahnya dengan air.


Matanya kemudian melihat ke arah cermin yang memperlihatkan wajah kesalnya.


Ia menyadari bahwa akhir-akhir ini dirinya terlalu concern jika menyangkut soal Alice dan Brein.


Dirinya menjadi kesal dan marah tanpa alasan.


"Apa yang sebenarnya terjadi padaku?


Sebelumnya aku tidak pernah peduli pada Alice.


Dan mengapa tiba-tiba aku menjadi seperti ini?"

__ADS_1


Ell mengepal tangannya dengan erat.


__ADS_2