
Lusanya Alice bersiap-siap karena hari ini ia akan pergi ke kantor.
Hari ini juga akan menjadi hari pertamanya berkerja di sana.
Ia akan berusaha melakukan terbaik nantinya walaupun dalam kondisi tersulitpun.
Alice kembali memeriksa penampilannya dan sedikit merapikan riasan tipis yang menempel di wajahnya.
Pakaian yang digunakannya memang terlihat sederhana.
Namun sama sekali tidak menjadi masalah untuk Alice.
Alice menyukai sisi dirinya itu.
Alice kemudian keluar dari kamarnya.
Di saat yang bersama Ell juga keluar dari kamarnya, lengkap dengan setelan jasnya.
Pria itu terlihat sedang merapikan dasi yang melilit di lehernya.
Setelah selesai, Ell langsung berjalan menuju pintu tanpa melihat ke arah Alice.
Alice mendengar pintu itu tertutup.
Ia kemudian melihat ke arah jam tangannya.
Ia memiliki waktu yang cukup untuk sampai di kantor menggunakan bus.
Dari remaja, Alice suka berpergian menggunakan bus.
Walaupun sesekali ia akan menggunakan taksi.
Setelah memastikan Ell benar-benar telah pergi, Alice keluar dari apartemen.
Ia masuk ke dalam lift, hingga mengantarnya ke lobi masuk gedung apartemen.
Alice berjalan dari tempat parkiran hingga ke halte bus terdekat.
Di sana ia akan menunggu bus datang.
Beberapa saat kemudian, bus akhirnya datang.
Alice tersenyum.
Ia masuk ke dalam bus itu dan duduk di kursi yang berada di sisi tengah.
Tanpa ia sadari, ada seorang Pria sedang melihat ke arahnya dari kursi belakang.
(Aku sudah menduga kau akan naik bus Alice.
Kau sama sekali belum berubah.)
Beberapa menit kemudian, Alice sampai di tempat tujuannya.
Ia keluar dari bus itu dan berjalan lagi hingga sampai di depan bangunan besar dan mewah yang merupakan milik Keluarga itu.
Alice menatap gedung mewah itu.
Ini pertama kalinya ia kesana.
Dari informasi yang ia dapatkan dari Ibu Rihanna, Ayahnya juga dulu bekerja di sana.
Ayahnya juga turut membangun perusahaan itu bersama Kakeknya.
Alice tidak pernah menyangka bahwa ia akan bekerja di sana.
Dulu ia bermimpi hanya ingin menjadi orang yang mandiri saja tanpa melibatkan status yang dimilikinya.
Namun keadaan berubah dan memaksanya untuk masuk ke dalam kantor itu.
Alice menarik napas sebentar dan kemudian melanjutkan langkahnya.
Brein yang berdiri tidak jauh dari sana, melihat ke arah Alice yang perlahan mencapai pintu masuk kantor.
(Aku yakin kau bisa melalui semua ini Alice.
Bertahanlah.)
Alice masuk ke dalam kantor itu.
__ADS_1
Saat ini sedang berada di lantai satu.
Ia melihat ke sekitarnya, banyak orang berlalu lalang.
Alice berusaha menyapa dan tersenyum pada orang-orang yang melihat kedatangannya.
Namun orang-orang itu hanya diam dan tidak membalas sapaannya.
Bahkan tidak sedikit dari mereka yang menatap sinis ke arahnya dan juga memperhatikan penampilannya dari bawah hingga ke atas.
Alice sama sekali tidak memperdulikan hal itu.
Ia kemudian bertanya pada petugas keamanan di sana untuk menanyakan ruangan Sergio.
Setelah mengetahui dimana ruangan Sergio, Alice langsung menuju tempat itu.
Alice melangkahkan kakinya menuju lift.
Namun saat di jalan ia melihat Ell berjalan bersama seorang wanita.
Pria itu terlihat membicarakan sesuatu dengan wanita itu.
Matanya sekilas bertatapan dengan Ell yang tidak sengaja melihat ke arahnya.
Namun tidak lama kemudian pria itu langsung mengalihkan pandangannya pada wanita di sampingnya.
Hal itu sudah menjadi hal yang biasa untuk Alice.
Alice sadar bahwa Ell masih memiliki perasaan buruk padanya.
Alice kemudian masuk ke dalam lift.
Alice keluar dari lift saat sudah sampai di lantai gedung dimana ruangan Sergio berada.
Alice mengedarkan pandangannya, mencoba memastikan dimana ruangan Sergio.
Karena ia melihat ada beberapa ruangan di sana.
"Ada yang bisa saya bantu Nona?"
Alice membalikkan badannya dan melihat seorang gadis muda berdiri di hadapannya.
Maaf, aku ingin bertanya dimana ruangan Pak Sergio.
Aku ingin bertemu dengan Beliau."
"Ruangan Pak Sergio ada di lantai atas Nona.
Bersama dengan ruangan Pak Mario dan Ibu Marine.
Semua ruangan Direksi berada di sana."
Alice terkejut dengan penuturan gadis itu.
Itu artinya ia salah masuk.
"Oh benarkah?
Sepertinya aku salah masuk tadi.
Terima kasih banyak."
ucap Alice dengan tulus.
"Apa anda Nona Alice?"
Alice megerutkan keningnya.
Bagaimana gadis itu bisa tahu namanya?
"Maaf?"
Gadis itu tersenyum pada Alice.
"Tuan Sergio sebelumnya memberitahu pada saya bahwa Nona Alice akan datang ke kantor hari ini untuk bekerja."
"Oh, benarkah?"
Gadis itu mengangguk.
__ADS_1
"Oh ya, saya Celine Nona.
Saya Sekretaris Pak Sergio sekaligus Sekretaris Pak Ellijah.
Saya juga ingin mengucapkan selamat atas pernikahan Nona dan Pak Ell.
Saya tidak pernah menyangka akan bertemu dengan Nona di saat seperti ini.
Saya sangat bahagia."
"Terima kasih Celine.
Senang bertemu denganmu."
Gadis itu langsung berbinar.
"Benar dugaan saya selama ini.
Nona Alice adalah wanita yang sangat ramah.Senang bertemu dengan Nona juga."
Alice tersenyum mendengar pujian Celine.
"Nona Alice, ruangan Tuan Ell berada di sana."
Celine menunjukkan dimana ruangan Ell.
Alice langsung melihat ke ruangan Ell.
Ruangan yang paling besar di sana.
"Dan ruangan saya berada di sampingnya Nona.
Saya rasa saya akan sering bertemu dengan Nona di sana.
Karena Nona pasti akan sering bertemu dengan Pak Ell di ruangannya."
Alice hanya bisa tersenyum menanggapi ucapan Celine.
"Kalau begitu, mari saya antarkan ke ruangan Pak Sergio Nona."
Alice mengangguk dan kemudian berjalan bersama Celine.
Akhirnya Alice sampai di depan ruangan Sergio.
Mereka masuk ke dalam sana setelah mendapatkan izin.
"Alice..."
Sergio langsung menghentikan kegiatannya saat melihat kehadiran Alice di ruangannya.
Ia menghampiri Alice.
"Ayah senang melihatmu datang sayang.
Mulai hari ini kau akan bekerja di kantor ini bersama kami.
Ayah berharap kau bisa bekerja dengan nyaman di sini.
Ayah juga sudah memberitahu karyawan yang lain termasuk Ell bahwa kau akan datang hari ini.
Nanti Ayah akan membawamu bertemu dengan mereka.
Jika terjadi sesuatu, kau bisa memberitahu Ell atau Ayah.
Kebetulan saat ini Marine dan Mario sedang melakukan perjalanan ke luar kota.
Alice menganggukkan kepalanya.
"Baiklah Ayah."
"Oh ya, dimana Ell?"
tanya Sergio pada Celine.
"Pak Ell sedang melakukan pertemuan dengan Klien di luar Pak."
Sergio memijit keningnya memikirkan putranya yang bisa-bisanya pergi di saat seperti ini.
(Dasar anak itu!)
__ADS_1
Gumam Sergio di dalam hati.