Sorry For Hurting You

Sorry For Hurting You
Perlakuan Ell


__ADS_3

Ell perlahan meletakkan Alice di tempat tidurnya.


Matanya tidak terlepas dari Alice yang masih menundukkan wajahnya bahkan setelah berada di dalam kamarnya.


Ia begitu memahami apa yang dirasakan Alice saat ini.


Setelah selamat dari bahaya, Alice kembali mendapat siksaan dari Bibinya.


Sungguh ia sangat menyesal karena telah meninggalkan Alice sendirian tadi.


"Alice..."


Ell duduk di tempat tidur dan berhadapan dengan Alice.


Perlahan tangannya terulur menyentuh pipi Alice.


Hatinya sakit saat kembali melihat kemerahan itu.


Alice merasakan sentuhan tangan Ell.


Wajahnya perlahan terangkat dan matanya kini bertatapan dengan pria yang menatapnya dengan tatapan senduh itu.


"Maafkan aku.


Aku meninggalkanmu tadi.


Seandainya saja aku tidak pergi, kau pasti tidak akan menerima semua ini."


Perkataan Ell semakin membuat Alice meneteskan air mata.


Sungguh ia sama sekali tidak menyalahkan Ell atas apa yang ia alami saat ini.


Malah sebaliknya ia merasa bersalah karena telah membuat Ell ikut mengalami masalah dengan Marine karena dirinya.


Lagi-lagi apa yang dilakukan Ell untuknya memberikan dampak buruk pada pria itu.


Alice menggelengkan kepalanya pelan sambil menatap Ell dengan lekat.


"Kakak seharusnya tidak melakukan itu semua untukku.


Pada akhirnya aku hanya akan menyesalinya seumur hidupku.


Sudah cukup aku menghancurkan hidupmu dengan pernikahan yang sama sekali tidak kau inginkan.


Aku mohon jangan lakukan itu lagi.


Kau tidak boleh masuk ke dalam masalahku."


Ell menengadahkan kepalanya.


Ia tidak menyukai perkataan Alice barusan.


Ell menarik napasnya panjang dan kemudian kembali menatap Alice.


"Apa maksudmu berkata seperti itu Alice?


Aku sama sekali tidak terpaksa melakukannya.


Aku datang karena aku benar-benar ingin, bukan karena paksaan dari siapapun.


Aku akui memang selama ini aku bersikap buruk padamu, seolah-olah aku menyesal telah menyelamatkanmu pada hari itu.


Maafkan aku.


Tapi satu hal yang harus kau percaya bahwa aku benar-benar takut terjadi sesuatu padamu."


Alice melihat keseriusan di mata Ell.


Ia bahagia namun sedih di saat yang bersamaan.


Bahagia karena Ell benar-benar sudah tidak membenci dirinya lagi.


Namun seolah-olah harus terbangun dari mimpi indahnya, Alice juga merasa sedih karena ia harus lebih membatasi dirinya dari Ell.


Hubungan mereka yang mulai membaik mengharuskannya untuk tidak berharap terlalu jauh.


Ell akan tetap mencintai satu gadis.


Hanya ada satu nama di hati pria itu...


Yaitu Kakaknya, Kate.


Cepat atau lambat, suatu saat nanti mereka akan segera berpisah.

__ADS_1


Semuanya akan kembali seperti semula.


Hanya saja perbedaannya, Ell tidak lagi membencinya.


Alice kembali meneteskan air matanya.


Ia tidak boleh bersikap egois!


(Aku memang mencintaimu.


Tapi aku harus membatasi diriku darimu.


Aku takut jatuh terlalu dalam hingga aku lupa fakta bahwa kau sama sekali tidak mencintaiku.)


"Hem, aku tahu itu Kak.


Terima kasih banyak.


Terima kasih telah khawatir padaku dan menyelamatkanku.


Tapi aku tidak mau Kakak dan Bibi berselisih hanya karena aku.


Untuk selanjutnya, aku akan menghadapi semuanya sendiri.


Kakak hanya perlu tidak menghiraukanku.


Seperti saat ini, aku sadar bahwa aku kembali membuat kekacauan di keluarga ini.


Semua orang menyalahkan Bibi karena aku.


Aku harus kembali ke kamarku dan kemudian meminta maaf pada Bibi.


Dengan begitu, semua akan kembali seperti semula."


Alice menyentuh tangan Ell dan perlahan tangan pria itu terlepas dari wajahnya.


"Alice apa yang kau lakukan?


Ell terkejut melihat Alice yang tiba-tiba turun dari tempat tidur dan berniat pergi.


Ia kemudian langsung menghampiri Alice yang terlihat kesakitan karena memaksa dirinya untuk berdiri.


"Alice..."


Alice langsung menghindar saat Ell berniat untuk mendekatinya.


Alice berusaha bersikap tenang walaupun air mata yang keluar dari pelupuk matanya justru menunjukkan kerapuhannya.


"Aku mohon biarkan aku pergi Kak."


Ucap Alice dengan tatapan memohon.


Berharap Ell membiarkannya pergi dan meminta maaf pada Marine.


Karena menurutnya itu adalah cara satu-satunya untuk mengembalikan kedamaian di antara keluarganya.


Ia tidak mau menjadi benalu lagi di keluarga itu.


Ell hanya diam dan menatap Alice yang tengah memohon padanya.


Tatapan Alice memancarkan kerapuhan yang mendalam.


Alice perlahan melangkahkan kakinya dan melewati Ell yang berdiri di hadapannya.


Belum lama melangkah, tangannya ditahan hingga membuat langkahnya terhenti.


Ell membuat Alice tubuh berbalik hingga menghadapnya.


"Aku tidak menyesal menyelamatkanmu waktu itu.


Jika aku memang menyesal, hari ini mungkin aku tidak akan datang untuk mencarimu.


Kau tidak perlu menganggap dirimu beban bagi orang lain lagi Alice.


Kau tidak pantas menerima itu semua.


Aku tidak akan membiarkanmu pergi."


Ell melepaskan tangan Alice dan kemudian semakin mendekat padanya.


Alice menutup kedua matanya saat Ell menarik tubuhnya dan kemudian mendekapnya.


Perasaannya begitu campur aduk, karena ini pertama kalinya Ell memeluknya.

__ADS_1


Ia hanya bisa diam karena saat itu terasa seperti mimpi.


"Tetap disini dan besok kita akan kembali ke Jakarta pagi-pagi sekali.


Kau juga tidak perlu menemui siapapun.


Mengerti?"


Alice menganggukkan kepalanya di dalam pelukan Ell.


Beberapa saat kemudian, Ell melepaskan pelukannya.


Mereka berdua saling bertatapan dan membuat keduanya seketika merasa canggung.


Ell tersenyum tipis.


Apa yang terjadi pada dirinya saat ini?


Ini pertama kalinya ia merasa secanggung itu.


"Bukankah kakimu masih sakit?


Bagaimana bisa kau memaksa dirimu untuk berdiri seperti ini?"


Alice seketika melihat ke arah kakinya.


Dokter sudah menyarankannya untuk tidak banyak berdiri sebelum lukanya benar-benar kering.


"Ah iya, aku.."


Belum sempat Alice melanjutkan kalimatnya, Ell tiba-tiba menggendongnya dan membawanya ke tempat tidur.


Hal itu begitu mengejutkannya.


Ell meletakkan Alice ke tempat tidur.


Ia kemudian menarik selimut hingga menutupi tubuh Alice.


"Tidurlah..


Aku mau mandi sebentar."


Masih dalam keterkejutannya, Alice hanya menganggukkan kepalanya.


Ell kemudian berjalan menuju pintu dan mengunci kamarnya.


Ia tidak mau Marine datang lagi dan kembali melukai Alice saat ia berada di kamar mandi nanti.


Sebelum ke kamar mandi, Ell sempat melihat ke arah Alice.


Ia tersenyum mengingat bagaimana raut wajah terkejut Alice tadi.


Terlihat menggemaskan!


Ell kemudian masuk ke kamar mandi.


Sementara Alice masih memikirkan semua perlakuan Ell hari ini padanya.


Perlahan ia meletakkan tangannya pada dadanya.


Jantungnya berdetak begitu cepat.


Alice menutup kedua mantanya.


"Tidak, kau tidak boleh seperti ini Alice.


Kak Ell hanya bersikap lebih baik padamu.


Selama ini kau juga tahu bahwa Kak Ell memang benar-benar Pria yang baik.


Jika kau seperti ini terus, kau akan semakin sulit melupakannya.


Kau sudah melewati banyak hal selama ini.


Kali ini kau juga pasti bisa!


Kau tidak perlu khawatir, pasti akan ada seorang pria yang mencintaimu dengan tulus di luar sana.


Kau akan bertemu dengannya di saat yang tepat."


Alice menarik napas panjang dan kemudian membuka mata.


Senyuman perlahan terlukis di wajahnya.

__ADS_1


"Terima kasih banyak Kak Ell.


Selamat malam."


__ADS_2