Sorry For Hurting You

Sorry For Hurting You
Tidak fokus


__ADS_3

Alice terpaku di tempat tidurnya, memikirkan apa yang harus dikenakannya besok pada saat menghadiri acara Kate.


"Aku harus minta bantuan siapa?


Tidak mungkin aku meminta bantuan Kak Brein untuk acara besok.


Apa yang harus kulakukan?"


Alice memegang erat kepalanya.


Sedari tadi ia frustasi mencari jalan.


Karena jujur saja ia masih belum terlalu paham soal kebutuhan wanita.


Ia butuh seseorang untuk membantunya.


Tiba-tiba Alice teringat pada Celine.


Bukankah gadis itu mau berteman dengannya?


Celine juga tergolong wanita yang modis.


Dan Celine pasti mau membantunya.


"Ya, aku bisa meminta bantuan Celine untuk menemaniku berbelanja kebutuhan acara besok.


Alice tersenyum dan akhirnya dapat bernapas dengan lega setelah mendapatkan solusi untuk permasalahannya.


Keesokan harinya, Alice mengajak Celine ke kantin.


"Apa?


Nona ingin meminta bantuan pada saya?"


Celine cukup terkejut dengan penuturan Alice barusan.


Alice menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu, apa yang bisa saya bantu Nona?"


"Hem, begini Celine.


Malam ini aku akan menghadiri acara ajang fashion Kak Kate.


Aku tidak tahu harus mengenakan apa dan berdandan bagaimana nanti malam.


Aku harap kau mau membantuku."


Alice berharap Celine mau membantunya.


Celine tersenyum.


Tentu saja ia akan membantu Alice.


"Dengan senang hati Nona Alice.


Saya akan membantu anda berpenampilan cantik malam ini.


Bahkan semua orang di sana tidak akan bisa memalingkan pandangan mereka dari Nona."


ucap Celine dengan nada percaya diri.


Alice terkekeh mendengar penuturan Celine.


Gadis itu selalu bisa membuat suasana hatinya menjadi lebih baik.


"Aku begitu senang karena kau mau membantuku Celine.


Kalau begitu, nanti aku akan meminta izin pada Kak Ell agar kita berdua bisa pulang lebih cepat dari biasanya."


Celine tersenyum.


"Baik Nona."


--


Pukul 4 Sore Alice pergi ke ruangan ruangan Ell untuk meminta izin karena acara malam ini dimulai pukul 8 malam.


Seperti biasa, sebelum masuk ia mengetuk pintu terlebih dahulu.


Saat masuk ke dalam ruangan Ell, ia kebetulan melihat Celine di sana.


Gadis itu terlihat sedang mengantarkan berkas pada Ell.


Celine tersenyum melihat kehadiran Alice di sana.


Ell langsung menghentikan kegiatannya dan kemudian mengalihkan perhatiannya pada Alice.

__ADS_1


Menurutnya tumben sekali Alice datang ke ruangannya dengan tujuan lain.


Karena biasanya gadis itu datang hanya untuk memberikan bekal makan siang untuknya.


Setelah itu, Alice akan kembali lagi ke ruangannya.


"Kau ingin mengatakan sesuatu padaku?"


Ell kemudian melihat sekilas ke arah Celine yang masih berada di sana.


Ia pikir Alice akan mengatakan sesuatu yang bersifat privasi.


Alice mengikuti arah pandangan Ell.


Ia kemudian tersenyum.


"Aku ingin meminta izin untuk pulang lebih cepat Kak."


"Kau ingin pulang lebih cepat?


Apa terjadi sesuatu?"


tanya Ell dengan nada berubah menjadi serius.


"Hem, tidak ada terjadi apapun.


Kemarin Kak Kate memintaku hadir ke acara ajang fashion nya yang diadakan malam ini.


Jadi aku memerlukan waktu untuk bersiap-siap sebelum datang ke acara itu."


Ell akhirnya mengetahui maksud dari penuturan Alice barusan.


Gadis itu pasti tidak ingin mempermalukan Kate saat datang ke acara itu.


"Dan..."


Alice kemudian melihat ke arah Celine.


"Dan?"


Ell menaikkan alisnya, meminta Alice untuk melanjutkan kalimatnya.


"Dan aku ingin mengajak Celine pergi bersamaku Kak.


Dia akan membantuku untuk bersiap-siap."


"Saya akan membantu Nona Alice Pak.


Dan Bapak tenang saja, saya akan mengerahkan seluruh kemampuan saya untuk membuat Nona Alice semakin cantik lagi."


ucap Celine dengan penuh keyakinan.


Alice tersenyum mendengarkan ucapan Celine.


Gadis itu benar-benar lucu sekali.


Ell mengalihkan pandangannya pada Alice yang saat ini sedang tersenyum.


"Baiklah, aku mengizinkanmu dan Celine pulang lebih awal.


Ucapan Ell barusan seketika membuat Alice tersenyum mengembang.


Ia senang karena Ell mau memberikan izin padanya dan juga Celine.


"Terima kasih Kak."


"Beritahu aku kalau kau sudah selesai.


Aku akan menjemputmu, kita berangkat bersama."


Alice terkejut bukan main mendengar penuturan Ell.


Sebelumnya ia pikir bahwa dirinya dan Ell akan pergi sendiri-sendiri.


Celine hanya bisa tersipu melihat Ell dan Alice yang saat ini sedang bertatapan.


Ia senang melihat komunikasi di antara keduanya yang semakin baik.


"Sudah seharusnya Bapak dan Nona Alice berangkat bersama."


Ucapan Celine membuat Ell dan Alice langsung memutuskan kontak mata mereka dan kemudian melihat ke arah Celine.


"Maksud saya, Suami Istri harus selalu bersama setiap kali pergi kemanapun."


Celine mencoba memberikan penjelasan pada Ell dan Alice.


"Aku akan mengirimkan pesan pada Kakak nanti."

__ADS_1


ucap Alice dengan menatap wajah Ell sekilas.


Ell mengangguk.


"Kalau begitu, aku kembali ke ruanganku Kak."


"Hem.."


Alice langsung berjalan meninggalkan ruangan Ell.


"Saya juga permisi Pak."


Ucap Celine dan kemudian mengikuti langkah Alice dari belakang.


Sesampainya di luar, Alice berniat langsung pergi ke ruangannya tanpa menghiraukan panggilan Celine dari belakang.


Celine tersenyum.


Ia kemudian melangkahkan kakinya dengan cepat dan menyentuh pundak Alice dari belakang.


"Nona Alice.."


Alice langsung tersadar dan membalikkan badannya.


"Apa sekarang kita bisa berangkat Nona?"


"Hem, aku harus ke ruanganku untuk mengambil tasku."


Celine terkekeh.


"Tas Nona sudah berada di pundak anda."


Alice kemudian melihat tasnya yang sedari tadi sudah ia gunakan.


Apa yang terjadi padanya?


Bagaimana bisa ia menjadi tidak fokus begini?


Bahkan tadi ia sempat berkata pada Ell untuk kembali ke ruangannya.


"Hem, maaf aku tidak menyadarinya tadi.


Aku kira aku belum membawa tasku."


"Baiklah Nona.


Saya mengerti perasaan Nona saat ini.


Saya juga pernah merasakannya saat sedang berhadapan dengan orang yang saya cintai."


"Apa maksudmu Celine?


Aku sama sekali tidak seperti itu."


Alice mencoba memberikan alasan pada Celine.


Walaupun ia mengakui bahwa ucapan Ell tadi membuatnya menjadi tidak fokus begini.


Perkataan pria itu masih terngiang-ngiang di pikirannya.


"Nona tidak perlu memberikan penjelasan pada saya."


Celine kembali berniat menggoda Alice.


"Celine..."


ucap Alice dengan nada kesal.


"Pipi Nona kenapa tiba-tiba memerah seperti itu?"


Alice seketika memegang kedua pipinya.


Apa benar pipinya memerah?


Celine tersenyum mengembang.


"Baiklah, ayo kita pergi Nona.


Kita harus membuat Pak Ell lebih mengagumi kecantikan Nona malam ini."


Celine menarik tangan Alice.


Sementara Alice hanya bisa tersenyum.


Tangan kanannya kemudian memegang dadanya yang bergetar begitu cepat.


Ini pasti karena sedari tadi ia memikirkan Ell.

__ADS_1


__ADS_2