Sorry For Hurting You

Sorry For Hurting You
Rencana pernikahan


__ADS_3

Keluarga Dakota sudah memberikan pernyataan langsung mengenai kabar yang menimpa mereka.


Kebenaran sudah dinyatakan, bahwa Ell dan Alice sama-sama terjebak di dalam ruangan laboratorium yang dipenuhi gas beracun.


Walaupun mereka tidak mengungkapkan secara detailnya.


Namun berita miring itu belum juga menghilang bahkan semakin menyerebak kemana-mana.


Pihak-pihak yang selama ini membenci Keluarga Dakota bersatu untuk menghancurkan nama baik mereka.


Mereka memberikan asumsi pada publik bahwa Keluarga Dakota menyuap pihak rumah sakit dan juga pihak kampus agar memberikan pernyataan palsu dan menyelamatkan nama baik mereka.


Pernyataan mereka juga dikuatkan dengan tidak alasan yang jelas mengapa Ell dan Alice belum memberikan pernyataan langsung.


Jelas bahwa ada sesuatu sedang disembunyikan.


Sementara alasan Keluarga Dakota melarang Ell dan Alice bicara langsung ke media adalah agar publik tidak menyoroti perusahaan mereka dimana semua orang tahu bahwa Ell adalah Penerus perusahaan properti terbesar.


Apalagi saat kejadian itu Ell datang untuk menyelamatkan Alice.


Publik akan berpikiran ada hubungan khusus diantara mereka berdua.


Secara tidak langsung mereka ingin menyelamatkan nama Ell.


Hal itu merupakan keputusan Marine sendiri.


Ia tidak mau masalah itu mencoreng nama baik Ell sebagai Penerus perusahaan mereka.


Ell juga merupakan jodoh yang ia pilih untuk Kate.


Sudah lama ia memikirkan hal itu.


Ell merupakan pria yang sangat tepat untuk Kate.


Tentu calon menantunya itu tidak boleh mendapatkan penilaian buruk di mata publik.


Meskipun memiliki saham terbesar, namun Marine dan Mario sudah memberikan kepercayaan pada Ell untuk meneruskan perusahaan mereka.


Keluarga mereka dengan keluarga Sergio juga selama ini telah bekerja sama untuk membangun perusahaan itu.


Bahkan Leonardo bersahabat baik dengan Ayah Sergio.


Ell layak menerima predikat sebagai penerus perusahaan dan kelak Kate akan menjadi Istri Ell.


Untung Alice, Marine tidak ambil pusing.


Ia tidak peduli dengan nama baik Alice yang merupakan Keponakannya sendiri.


Malah ia memaksa Alice untuk menutup mulut soal Ell yang datang menyelamatkannya.


Keesokan harinya, masyarakat yang diwakili media membuat pernyataan yang meminta Keluarga Dakota untuk menikahkan Ell dan Alice.


Alasan mereka membuat pernyataan tersebut adalah mengingat kelurga Dakota adalah keluarga teladan bagi masyarakat.


Selama ini publik begitu menghormati mereka.


Jadi tidak heran mereka begitu kecewa mendapati berita asusila yang menimpa keluarga Dakota.


Sebagai bukti ketidakbersalahan Keluarga Dakota, mereka harus melaksanakan pernikahan antara Ell dan Alice.


"Apa-apaan ini?


Aku tidak mengerti dengan pemikiran konyol mereka!"


Marine memijit keningnya setelah mendapati permintaan dari masyarakat.


Mario, Marine, Sergio dan Laura berkumpul di ruang tamu untuk mencari solusi atas kejadian yang menimpa mereka.


"Saat ini kita sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa.


Pihak pembenci masih saja mengawasi kita.


Sementara masyarakat juga memaksa kita untuk menuruti keinginan mereka."


ucap Sergio.


"Apa sebaiknya kita menuruti keinginan masyarakat?

__ADS_1


Aku pikir dengan menuruti permintaan mereka, pihak pembenci akan berhenti mengusik keluarga kita."


Mario mulai berpendapat.


"Apa maksud perkataanmu barusan Mario?


Kau ingin menikahkan Ell dengan Alice?


Itu pemikiran yang sangat tidak masuk akal.


Aku tidak setuju."


"Tapi itu cara satu-satunya untuk memperbaiki keadaan dan mengembalikan kepercayaan masyarakat pada kita Marine."


ucap Laura.


"Aku tetap tidak akan setuju!" ucap Marine dengan lantang.


Dirinya tidak akan setuju jika Ell menikah dengan Alice.


Ell adalah calon Suami untuk Putrinya, Kate.


Ia tidak akan membiarkan Alice merebut Ell dari Putrinya.


"Marine, ini untuk kebaikan keluarga kita sendiri. Mengapa kau tidak setuju?


Kenapa kita tidak bertanya pada Ell dan Alice saja?


Bagaimanapun keputusan ada di tangan mereka.


Barangkali mereka akan setuju."


"Kau benar Mario.


Kami akan mencoba bicara pada Ell."


ucap Sergio.


"Hem, Alice mungkin akan menyetujui pernikahan ini."


Alice pasti tidak akan membiarkan nama keluarga mereka hancur.


--


Alice merutuki dirinya di dalam kamar.


Kalau saja ia tidak meminta tolong pada Ell saat itu, masalah ini tidak akan pernah terjadi.


Beban di pundaknya semakin berat sejak pernyataan Bibinya waktu itu.


Seolah-olah masalah yang terjadi saat ini adalah karena perbuatan dirinya.


Jika memang seperti itu, ia lebih memilih mati di ruangan laboratorium pada saat itu.


Alice menangis sambil memegang erat kalung liontinnya.


"Apa yang harus aku lakukan Ayah, Ibu?


Semuanya terasa sangat berat untukku.


Sejak awal kehadiranku di rumah ini sudah menjadi benalu bagi mereka.


Aku ingin pergi.


Namun kepergianku juga pasti akan memberikan dampak buruk bagi mereka."


Tangisan Alice semakin pecah saat mengingat semua perkataan Bibinya selama ini.


Bibinya itu begitu membencinya sampai-sampai tidak ingin melihat wajahnya.


Alice hanya bisa mengurung diri di kamar agar Bibinya tidak melihat dirinya.


Beberapa saat kemudian, Alice mendengar suara ketukan dari luar kamarnya.


Alice segera menghapus air matanya dan segera membuka pintu kamarnya.


"Paman..."

__ADS_1


Di hadapannya Mario memberikan senyuman padanya.


"Kemarilah Alice, Paman ingin berbicara sesuatu padamu."


Mario mengajak Alice duduk di ruangan tamu.


Mario berdehem sekilas sebelum memberitahu Alice soal pernikahan.


"Begini Alice, kau tahu saat ini keluarga kita sedang mengalami masalah yang besar.


Banyak pihak-pihak yang ingin menghancurkan keluarga kita karena kejadian yang menimpa kalian berdua waktu itu.


Paman dan Bibi sudah membicarakan solusi agar semua masalah ini cepat terselesaikan.


Namun satu-satunya cara untuk mengatasi masalah keluarga kita adalah dengan mengadakan pernikahan antara kau dengan Ell."


Sontak pernyataan Mario begitu membuat Alice terkejut.


"Apa Paman?"


"Kita sudah memberitahu kebenarannya bahwa semua hanya salah paham semata.


Namun sebagai bukti jika kita memang tidak bersalah adalah dengan pernikahan kalian berdua sayang."


"Tapi Paman..."


"Paman tahu kau dan Ell tidak akan setuju dengan pernikahan ini sayang.


Tapi hanya ini satu-satunya jalan yang kita miliki.


Lagian pernikahan kalian hanya berjalan selama 6 bulan.


Jika kondisi sudah membaik, maka kalian boleh berpisah dan kembali seperti semula."


"Paman, aku..."


Mario langsung memegang erat tangan Alice dan memasang raut wajah memohon.


Hal itu membuat Alice menjadi tidak tega jika harus menolak permintaan Mario.


Ia begitu menyayangi Pamannya itu.


Namun ia juga tidak bisa menyetujui pernikahan itu.


Ell juga tidak akan menyetujui hal itu.


Mengingat Ell tidak memiliki perasaan apapun padanya.


Bahkan dugaannya selama ini Ell hanya menyukai Kate, Kakaknya.


Ia tidak mau menghancurkan kebahagiaan Ell.


"Paman mohon padamu Alice..."


Alice kembali menatap tatapan memohon Mario.


"Baiklah Paman.


Aku setuju dengan pernikahan itu."


Pernyataan itu seketika keluar dari mulut Alice.


Jujur ia tidak tahu harus berbuat apa lagi.


Dirinya sangat bingung dan merasa dilema di waktu yang bersamaan.


Namun walaupun begitu, keputusan akhir berada di tangan Ell.


Pria itu mungkin tidak akan menerimanya.


Raut wajah Mario berubah menjadi bahagia.


Akhirnya Alice mau menikah dengan Ell.


Ia tahu Alice tidak akan bersikap egois.


Hanya 6 bulan dan semuanya akan berakhir dan kembali seperti keadaan semula.

__ADS_1


__ADS_2