
Tiba saatnya hari dimana acara kelulusan akan diadakan malam harinya.
Alice masih berkutat di dalam kamarnya.
Ia menatap langit-langit di kamarnya.
Sungguh ia tidak tahu pakaian apa yang akan ia kenakan nanti malam.
Penampilannya nanti pasti akan menjadi sorotan semua orang.
Bukan karena penampilannya yang memukau, melainkan ia akan semakin menjadi bahan olokan para siswa yang tidak suka padanya.
"Apa yang harus aku lakukan?
Aku sangat bingung.
Tuhan aku mohon tolong aku.
Aku tidak mau dipermalukan di acara nanti."
Alice berharap semoga ada keajaiban untuknya.
Selain tidak bisa berpenampilan layaknya para gadis di sekolahnya, ia juga tidak bisa berdandan.
Penampilannya sehari-hari sangat biasa dan sederhana walaupun ia tinggal di keluarga Dakota yang notabenenya kaya raya.
Bukan karena Bibinya, namun karena ia memang menyukai kesederhanaan.
Kate berulang kali mengajaknya berbelanja dan pergi ke salon. Namun bukannya membeli barang-barang mewah, Alice malah membeli barang barang yang ia butuhkan saja.
Misalnya saja alat-alat tulis sekolah.
"Apa aku harus meminta tolong pada Kak Kate?"
Kate bisa saja membantunya berdandan.
Tiba-tiba pintu kamarnya diketuk.
"Alice...."
Terdengar suara Kate dari luar.
Alice langsung beranjak dari tempat tidurnya dan kemudian membuka pintu kamar.
Dan Kate sudah berada di hadapannya.
"Kak Kate, aku.."
"Alice, ayo kita berbelanja dan pergi ke salon.
Mari kita buat hari ini menjadi hari yang paling istimewa.
Dan tentunya kau harus berpenampilan memukau malam ini."
Alice tersenyum dan kemudian mengangguk.
Kate seolah mengetahui apa isi hatinya tadi.
(Terima kasih Tuhan)
ucapnya di dalam hati.
--
Saat ini Alice dan Kate sudah berada di mall.
Kate langsung membawa Alice untuk membeli gaun yang akan dikenakan mereka nanti malam.
Kate memilihkan gaun yang cocok digunakan Alice.
Satu per satu Alice coba dan berulang kali Kate menyuruhnya berganti dengan gaun yang lain.
Hingga saatnya ia keluar dengan gaun bewarna gold yang begitu elegan.
Gaun itu sangat pas dengan lekuk tubuh Alice dan menyatu dengan warna kulit Alice yang putih bersih.
Kate menghampiri Alice.
Ia terpukau dengan penampilan Alice walau belum memakai riasan sedikitpun.
Kaca mata Alice juga masih bertengger di wajahnya.
Sama sekali tidak mengurangi kecantikannya.
Selama ini Kate memang menilai Alice gadis yang cantik dan sangat manis.
Di balik kaca matanya itu, Alice tetap memancarkan aura kecantikannya.
Walaupun sebagian orang mungkin tidak menghiraukannya karena penampilan sederhana Alice.
"Kau sangat cantik Alice.
Kakak suka melihat kau memakai gaun indah ini.
Malam ini kau harus mengenakannya."
Alice hanya bisa tersenyum.
Jujur, ia juga begitu terkejut melihat penampilannya saat berdiri di depan cermin.
Penampilannya jauh berbeda dari sebelumnya.
Ia tampak cantik.
Setelah mendapatkan gaun yang cocok, Alice dan Kate kemudian pergi ke salon.
Salon yang berkelas, terlihat dari tempatnya yang besar dan mewah.
Pengunjungnya juga berasal dari kelas atas.
Mereka berdua disambut dengan hangat oleh sang pemilik salon yang bernama Sania.
"Oh, halo Kate.
Lama tidak bertemu denganmu.
Aku senang melihatmu datang lagi kemari.
Dan, siapa dia?"
Pemilik salon melirik ke arah Alice dengan tatapan ramah.
"Ini Alice, adikku Tante."
"Adik?
Sebelumnya Tante berpikir kau tidak punya Adik Kate.
Maafkan Tante."
"Tidak apa-apa Tante."
"Siapa nama gadis cantik ini?"
"Namaku Alice Tante."
ucap Alice dengan ramah.
"Alice, nama yang bagus.
Dan apa yang harus Tante bantu Kate?"
"Malam ini sekolah kami mengadakan acara kelulusan di sekolah Tante.
__ADS_1
Tante tahu kan apa yang aku mau?"
Kate memberikan tanda pada Sania dengan melirik ke arah Alice.
"Tentu saja sayang.
Tante akan melakukan yang terbaik."
Kate tersenyum puas.
Mereka kemudian dipersilahkan duduk.
Kali ini Kate akan ditangani oleh karyawan lain.
Sementara Alice akan didandani langsung oleh Sania.
"Tente akan membuka kacamatamu sayang."
Alice tersenyum dan mengangguk.
"Baiklah Tante."
Sania perlahan membuka kacamata Alice.
Dan fakta lain cukup mengejutkannya.
Sepasang mata berwarna cokelat muda.
Alice juga memiliki bulu mata yang lentik.
"Kau memiliki mata yang indah Alice.
Kenapa kau tidak mencoba memakai lensa kontak sayang?
Sayang jika kau terus menutupinya."
"Aku hanya sudah terbiasa menggunakan kacamata Tante."
"Kau hanya perlu mencobanya Alice.
Matamu pasti membuat banyak orang tidak bisa berpaling darimu."
Sania kemudian memasang lensa kontak pada kedua mata Alice.
"Mata yang sama dengan Paman.
Aku iri Tante.
Ibuku juga memiliki mata yang sama dengan Paman dan Alice.
Hanya saja aku tidak mendapatkan mata yang sama."
ucap Kate yang melirik ke arah mereka.
"Kau juga memiliki mata yang indah Kate."
"Oh, terima kasih telah menghiburku Tante."
Sania dan Alice terkekeh mendengar ucapan Kate.
Sania kemudian mulai mendandani Alice.
Semakin ia memoles wajah Alice, semakin ia terpukau dengan wajah gadis itu.
Mungkin Alice juga cocok menjadi seorang model, sama seperti Kate.
Tidak lupa, Alice juga memiliki postur tubuh yang bagus.
Riasan yang dimiliki Alice saat ini tergolong natural namun tidak menghilangkan kesan elegan.
Setelah dirias, rambut Alice kemudian ditata.
Rambut gelombang Alice digulung sempurna.
Dan menyisakan anak-anak rambut di sisi kanan dan kiri.
"Wah, aku semakin kagum dengan riasanku sendiri karenamu Alice.
Kau bisa melihat wajah indahmu."
Sania pikir, Alice adalah pelanggannya yang paling memukau.
Alice membuka matanya.
Dan ia begitu terkejut melihat wajahnya yang tergambar dari cermin.
Ia tampak begitu cantik.
Sampai-sampai ia tidak bisa mengenali dirinya sendiri.
"Bukan karena riasan, tapi kau memang memiliki wajah yang cantik Alice."
"Terima kasih Tante."
"Mulai sekarang, kau harus lebih memperhatikan dirimu."
Jujur ia begitu kagum melihat dirinya saat ini.
Tapi sepertinya ia tidak akan nyaman jika harus terus berdandan.
Riasan sudah, dan Alice kemudian memakai gaunnya.
Alice keluar dari ruang ganti.
Dan semua orang begitu terpukau dengan penampilannya.
Bahkan semua pelanggan tidak bisa mengalihkan pandangan mereka dari Alice.
"Alice kau sangat cantik sayang."
Kate memegang tangan Alice dengan erat.
Ia begitu bangga melihat penampilan Alice.
Alice menatap Kate yang juga sudah sudah selesai.
Ia tersenyum.
"Tapi bagiku Kakak lebih cantik."
"Itu tidak benar.
Kau sangat cantik sayang.
Lihatlah dirimu.
Kakak yakin di acara nanti kau adalah siswa paling cantik di sana.
Tidak ada yang bisa memalingkan mata darimu."
"Kakak berlebihan."
Alice mencoba menepis pernyataan Kate yang menurutnya terlalu berlebihan.
"Kate benar Alice.
Kau bisa melihat tatapan semua orang disini.
Mereka terpukau dengan penampilanmu."
Alice kemudian melihat ke sekelilingnya.
Dan benar, mereka sedang menatapnya.
__ADS_1
"Nona sangat cantik."
ucap salah seorang pelanggan.
"Terima kasih semuanya.
Terima kasih Kak Kate.
Dan juga, aku berterima kasih pada Tante Sania yang sudah mendandaniku hingga aku seperti ini."
"Sama-sama sayang.
Satu pesan Tante, kau harus lebih menampilkan kecantikanmu pada orang lain."
"Apa yang dikatakan Tante Sania sangat benar.
Terima kasih Tante."
"Sudah-sudah, tidak perlu berterima kasih lagi.
Sebentar lagi kalian akan berangkat, kalian berdua harus bersiap-siap."
Alice dan Kate terkekeh.
Sania memanglah orang yang sangat baik.
Dari dulu Kate selalu mengagumi kepribadian Sania yang sudah ia anggap seperti Ibunya sendiri.
--
Ell sudah sampai di depan salon, dimana ia akan menjemput Alice dan Kate.
Beberapa jam lalu Kate mengirimnya pesan untuk menjemput mereka di sana.
Alice dan Kate belum keluar juga dari salon itu.
Ell melihat ke arah jam tangannya, waktu tersisa setengah jam lagi sebelum acara dimulai.
"Ell..."
panggil Kate.
Ell kemudian mengalihkan pandangannya dan melihat ke arah Kate yang berjalan ke arahnya.
Ia tersenyum.
Seperti biasa, Kate terlihat begitu cantik.
Tidak lama, seseorang juga muncul dari belakang Kate.
Seketika pandangannya teralihkan.
Gadis itu terlihat kesusahan dengan sepatu yang digunakannya.
Namun ia berusaha berjalan seperti biasa.
Kate tersenyum melihat Ell yang sedang melihat ke arah Alice.
Hal yang sudah ia duga.
Ell pasti juga terpukau melihat penampilan Alice.
Alice perlahan berjalan ke arah Kate dan Ell yang menunggunya di depan mobil.
Matanya seketika melihat ke arah Ell yang juga sedang melihatnya.
Entah mengapa dirinya menjadi begitu gugup saat ini.
Jantungnya seketika berdetak begitu kencang melihat sepasang mata itu.
Saat hampir sampai di posisi Ell dan Kate, Alice menghentikan langkahnya.
"Ada apa Alice?"
"Aku lupa membawa tasku Kak.
Aku harus kembali."
"Baiklah, pergilah.
Kami akan menunggumu di sini."
Alice mengangguk dan kemudian membalikkan tubuhnya.
Ia kembali masuk ke dalam salon untuk mengambil tasnya.
Setelah berhasil membawa tasnya, Alice langsung melangkahkan kakinya menuju tempat dimana Ell dan Kate menunggunya.
Namun langkahnya seketika terhenti saat mendengar pembicaraan Ell dengan Kate.
"Bagaimana menurutmu penampilan Alice?
Dia sangat cantik kan Ell?"
"Dia terlihat biasa saja.
Tidak ada yang berubah dari dirinya."
ucap Ell dengan nada dingin.
"Apa yang kau katakan Ell?
Aku pikir kedua matamu itu memiliki masalah serius.
Kau harus ke Dokter besok."
Kate menatap Ell dengan tatapan murung.
Sungguh ia bingung dengan penilaian Ell yang menurutnya tidak masuk akal.
Bahkan sebelumnya ia berpikir bahwa Ell sangat terpukau dengan penampilan Alice.
Entah mengapa perasaan Alice berubah menjadi tidak baik setelah mendengar ucapan Ell.
Pria itu sama sekali tidak menyukai penampilannya.
Bahkan menurut pria itu ia terlihat sama seperti sebelumnya.
Alice kemudian melanjutkan langkahnya.
Ia mencoba tidak melihat ke arah Ell.
"Apa ada barang yang tertinggal lagi Alice?"
"Tidak ada Kak.
Aku sudah membawa semuanya."
"Baiklah, sekarang kita bisa berangkat Ell."
Mereka bertiga kemudian masuk ke dalam mobil.
Kate dan Ell duduk di bangku depan.
Sementara Alice duduk di belakang.
Sepanjang perjalanan Alice hanya menundukkan kepalanya.
Perkataan Ell masing menerawang di pikirannya.
Dan itu membuatnya bingung terhadap dirinya sendiri.
Ia sudah sering mendapat perlakuan dingin dan perkataan ketus dari Ell.
__ADS_1
Namun mengapa kali ini terasa menyakitkan baginya?
(Apa yang terjadi denganmu Alice?)