
Beberapa saat kemudian, mereka sampai di depan sekolah.
Ell dan keluar dari mobil, begitu juga dengan Alice yang duduk di belakang.
Alice berdiri di belakang Ell dan Kate yang berdiri bersampingan.
Mereka tersenyum melihat ke arah panggung megah yang sudah disediakan oleh Sekolah untuk acara malam ini.
Benar-benar luar biasa.
Kate kemudian menghampiri Alice dan menggandeng tangannya.
"Ayo kita masuk bersama Alice.
Sebentar lagi acara akan segera di mulai."
Alice perlahan menganggukkan kepalanya.
"Ada apa Alice?
Kenapa raut wajahmu murung seperti itu?
Apa telah terjadi sesuatu?"
"Aku tidak apa-apa Kak.
Aku hanya gugup saat ini."
Kate tersenyum dan menyentuh bahu Alice.
"Kau tidak perlu gugup Alice.
Dengan penampilan seperti ini, kau bisa mematahkan harapan orang-orang yang ingin menjatuhkanmu.
Kakak yakin mereka tidak bisa berkata apa-apa saat melihatmu di dalam.
Kau harus tampil percaya diri, hem?"
Alice tersenyum.
"Baiklah Kak."
Kate kemudian menarik tangan Alice masuk ke pesta.
Sementara Ell menyusul di belakang mereka.
Dan benar saja, saat mereka masuk ke dalam, semua orang menatap ke arah mereka.
Terutama ke arah Alice yang terlihat begitu cantik.
Tidak ada satupun yang dapat mengalihkan pandangan mereka dari Alice.
"Michelle, apa itu Alice?"
ucap Monica dengan tatapan terkejut.
"Kau benar.
Dia terlihat begitu berbeda.
Kau lihat semua orang disini menatap ke arahnya."
ucap Michelle dengan nada tidak terima.
"Aku kira malam ini ia akan menjadi bahan cibiran orang-orang di sini.
Bagaimana bisa ia tampil secantik itu?"
Monica tampak kesal melihat penampilan Alice.
Alice terlihat begitu cantik.
Bahkan kecantikannya mengalahkan kecantikan Kate yang merupakan primadona di sekolah.
Sama halnya dengan teman-teman Ell dan Kate, mereka begitu terpukau dengan penampilan Alice.
"Wah, kau lihat itu Marchell?
Gadis itu terlihat begitu cantik malam ini.
Siapa yang mendandaninya hingga seperti itu?
Rasanya aku tidak bisa memalingkan pandanganku dari Alice."
Kesha melipat kedua tangannya.
"Aku yakin Kate yang membantunya mendapatkan penampilan seperti itu."
"Kau benar.
Tapi kuakui Alice sangat cantik.
Dia gadis tercantik di pesta malam ini."
ucap Marchell dengan senyuman menyeringai.
"Jangan bilang kau sudah tertarik padanya Marchell."
tanya Dion dengan tatapan menyudutkan.
"Entahlah.
__ADS_1
Tapi kau tahu kan aku suka gadis-gadis cantik?"
"Aku tahu kau itu memang playboy Marchell."
Kesha hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat reaksi teman-temannya yang begitu mengagumi kecantikan Alice.
Ia akui Alice memang sangat cantik malam ini.
Tapi ia tidak terima jika gadis itu menjadi pusat perhatian orang-orang di sana.
Ell, Kate dan Alice kemudian menghampiri mereka bertiga.
"Kate, kau terlihat sangat cantik malam ini."
ucap Kesha.
"Tapi sepertinya Alice terlihat lebih memukau dariku Kesha.
Semua orang disini sedari tadi hanya memperhatikan Alice walau aku berjalan di sampingnya."
Kesha hanya bisa diam, tidak merespon.
Ia sama sekali tidak tahu harus mengatakan apa.
Marchel dan Dion memajukan langkah mereka berniat menghampiri Ell yang berada tepat di samping Alice.
Sesekali melihat ke arah Alice yang sedang berbicara dengan Kate.
"Ell, kau dan Kate sepertinya dipanggil oleh Wali Kelas kita di ruangan kepala sekolah."
"Benarkah?"
"Iya, sepertinya kau dan Kate akan mejadi MC acara malam ini."
"Kau bisa pergi ke sana duluan Ell.
Aku akan menyusul."
ucap Kate.
"Kenapa kalian berdua tidak pergi bersama saja?
Oh, atau kau takut Kate Alice diperlakukan buruk oleh orang-orang disini?
Kau tidak perlu khawatir Kate.
Kami akan menjaganya disini.
Tidak ada seorangpun yang dapat menyentuhnya.
Bukankah begitu Dion?"
"Marchell benar Kate.
Aku pikir Wali Kelas kita ingin membicarakan sesuatu yang penting pada kalian berdua."
Dion mencoba meyakinkan Kate.
"Baiklah.
Aku titip Alice bersama kalian."
Kate kemudian berhadapan dengan Alice.
"Alice, Kakak pergi sebentar ke ruang Kepala Sekolah.
Kau bersama mereka, hem?"
Alice tersenyum dan kemudian menganggukkan kepalanya.
Walaupun mungkin perasaannya tidak enak jika harus berada di tempat yang sama dengan teman-teman Ell dan Kate.
Kejadian di hari ulang tahun Kate membuat Alice meyakini bahwa mereka benar-benar membenci dirinya.
"Baiklah kami pergi."
Ell dan Kate kemudian pergi meninggalkan mereka.
Alice mencoba mengalihkan pandangannya ke arah lain agar tidak memulai pembicaraan dengan Marchell, Dion dan Kesha yang berada di dekatnya.
Tidak disangka, Marchell dan Dion malah mendekat dan datang menghampirinya.
Alice menatap keduanya dengan tatapan bingung.
Mengapa Marchell dan Dion mendekatinya?
Alice perlahan memundurkan langkahnya, mencoba menjauh dari mereka..
"Alice, aku akui kau memang sangat cantik malam ini.
Kau bisa menarik perhatian semua pria di sini.
Termasuk aku."
ucap Marchell dengan tatapan menggoda.
"Aku bisa saja menjadikanmu pacarku.
Tapi aku pikir statusmu itu benar-benar menjadi penghalang niatku walaupun dengan penampilanmu seperti ini.
Lagian statusmu menjadi Cinderella akan berakhir malam ini.
__ADS_1
Besok kau akan kembali lagi menjadi seorang gadis yang sangat biasa.
Pada akhirnya penampilanmu tidak akan bisa menutupi statusmu Alice."
Alice mengepal tangannya dengan erat.
Ia tahu saat ini Marchell dan teman-temannya kembali berniat mempermalukannya di acara itu.
Tapi ia berusaha menahannya.
Ia tidak mau acara menjadi kacau akibat perbuatannya.
Alice kemudian berniat pergi dari sana.
Namun tangannya dicekal oleh Marchell.
"Kau mau kemana Alice?
Bukankah tadi Kate memintamu tetap tinggal bersama kami disini?"
Alice langsung melepaskan tangannya dari tangan Dion.
"Kau tenang saja Alice.
Untuk malam ini, kami akan memperlakukanmu dengan baik.
Kau bisa bergabung bersama kami."
Dua pria itu secara tidak langsung sedang menghina Alice.
Kesha terkekeh di tempatnya.
Ia tahu tidak mudah membuat Marchell dan Dion untuk benar-benar bisa menerima Alice.
"Kemarilah."
Marchell berjalan mendekati Alice dan berniat menyentuhnya.
Namun niatnya terhenti saat kedatangan seorang pria yang menghadangnya dengan tiba-tiba.
Alice menatap punggung pria yang sedang berdiri tepat di belakangnya.
Ia tentu saja begitu mengenalinya.
"Rayn..."
ucap Alice dengan nada pelan.
"Apa yang sedang kau lakukan, hah?
Kau berniat menggoda seorang gadis dengan cara seperti itu?
Kau menghinanya dan kemudian kau ingin menyentuhnya."
"Kau jangan ikut campur Rayn.
Kau tidak tahu apa-apa.
Kate yang meminta kami untuk Alice disini.
Kami hanya ingin berbuat baik padanya."
ucap Marchell memperingati.
"Benarkah?
Aku mendengar semua apa yang kau katakan pada Alice tadi.
Orang bodoh juga tahu jika kalian sama sekali tidak berniat berbuat baik pada Alice."
"Seharusnya kau tidak bertingkah kurang ajar pada Seniormu Rayn."
Dion melangkah dan kemudian berhenti tepat di hadapan Rayn.
Ia berniat mengancam Rayn yang berperilaku kurang ajar pada mereka.
"Aku tidak takut."
Rayn kemudian membalikkan badannya dan menarik tangan Alice pergi dari sana.
Namun langkah mereka terhenti saat mendengar ucapan Marchell.
"Kate akan marah padamu jika kau membawa Alice pergi."
Rayn kembali membalikkan badannya ke arah Marchell dan teman-temannya.
"Aku rasa Kate akan berterima kasih padaku jika aku menyerahkan rekaman ini, yang berisi perkataanmu pada Alice tadi."
Rayn mengangkat handphonenya dengan santainya.
Ia tersenyum melihat Marchell dan teman-temannya yang tidak bisa berkutik sama sekali.
Rayn kemudian kembali memegang tangan Alice dan membawanya pergi dari sana.
Semua orang di sana seketika melihat ke arah Rayn yang tengah membawa Alice dengan tangan saling tergenggam.
Sementara mata Alice fokus melihat ke arah tangan Rayn yang menggengam tangannya.
Rayn benar-benar merupakan pelindung baginya.
Pria itu selalu ada saat ia membutuhkan pertolongan.
__ADS_1
(Terima kasih Rayn, kau selalu ada di saat aku benar-benar membutuhkan pertolongan)