
Kejadian kemarin masih terngiang-ngiang di pikiran Ell.
Ia merasa bahwa alasannya melakukan hal itu pada Kate adalah karena rasa cemburunya melihat Kate bersama pria itu.
Kini ia memahami dengan jelas bagaimana perasaannya pada Kate.
Ia tidak mau kehilangan gadis itu.
(Ya, aku harus melakukannya.
Aku harus memberitahu Kate perasaanku padanya.)
Ell kemudian mengirimkan pesan pada Kate untuk bertemu dengannya di lapangan basket pada sore hari.
Setelah pesan itu terkirim, Ell berharap Kate bisa bertemu dengannya.
Lama menunggu balasan Kate, Ell akhirnya menerima pesan masuk.
Dan ia begitu bahagia mendapati pesan Kate yang mau bertemu dengannya sore nanti.
Ell kemudian kembali ke mejanya dan segera memeriksa berkas dan dokumen yang berada di atas meja.
Ia harus menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat agar bisa pulang tepat waktu dan bisa bertemu dengan Kate.
Beberapa jam kemudian, Ell melihat ke arah jam tangannya.
Ia langsung membawa jasnya dan kemudian bergegas keluar dari ruangannya.
Setelah sampai di parkiran, Ell masuk ke dalam mobil dan langsung bergerak menuju rumah.
Sepulang dari kampus, Alice berjalan menuju rumah.
Saat sudah di depan gerbang, Alice menghentikan langkahnya.
Matanya melihat ke arah lapangan basket.
Sudah lama ia tidak kesana, pikirnya.
Alice tersenyum.
Ia memutuskan untuk pergi ke tempat itu, sekaligus untuk menenangkan diri.
Sesampainya di lapangan basket, Alice duduk di kursi yang berada di sana.
Ia kemudian mengambil buku pelajarab dari tasnya.
Di sana ia mempersiapkan diri untuk ujian praktikum di laboratorium yang akan dilaksanakan besok.
Ell masuk ke dalam kamarnya.
Ia kemudian membersihkan dirinya.
Setelah bersiap-siap, Ell langsung keluar dari rumah dan berjalan menuju lapangan basket.
Kate pasti sudah menunggunya di sana.
Saat hampir sampai di lapangan basket, Ell memasang senyuman manis di wajahnya.
Ia begitu tidak sabar bertemu dengan Kate.
Namun senyumannya seketika menghilang saat tidak melihat Kate di sana.
Mata Ell kemudian menangkap seseorang yang sedang duduk di kursi sambil memegang buku di tangannya.
Gadis itu sama sekali tidak menyadari kehadirannya di sana.
Ell melihat ke arah jam tangannya.
Waktu sudah lewat, namun Kate belum datang juga.
Ell mencoba berpikiran positif.
Kate pasti sedang berada di perjalanan menuju ke rumah.
Tidak terasa, waktu sudah melewati 1 jam.
Ell masih menunggu kedatangan Kate yang masih belum datang juga.
Ell melihat ke arah layar handphonenya.
Sama sekali tidak ada pesan masuk dari gadis itu.
Cukup lama ia menunggu di sana, namun hasilnya masih tetap sama.
__ADS_1
Kate belum datang juga.
Alice juga masih berada di tempat itu.
Gadis itu masih berkutat dengan buku-bukunya.
Beberapa saat kemudian, Ell menerima pesan masuk dari Kate.
"Maafkan aku Ell. Aku tidak bisa datang.
Saat ini aku sedang ada perjalanan menuju luar kota. Ada pekerjaan yang tidak bisa aku tinggalkan."
Seketika Ell merasa begitu kecewa mendapati pesan Kate yang mengatakan tidak bisa datang ke sana.
Berulang kali ia ingin menyatakan perasaanya pada Kate namun berulang kali juga gadis itu tidak bisa datang dan dan tidak mendengar apa yang harus ia dengarkan.
Penantiannya selama ini tidak pernah berbuah manis.
Ia selalu menunggu namun pada akhirnya berakhir dengan sia-sia.
Alice memasukkan kembali buku-bukunya ke dalam tasnya.
Ia kemudian membawa tasnya dan beranjak dari kursi.
Saat berbalik, ia begitu terkejut melihat Ell berdiri tidak jauh darinya.
Alice kemudian berjalan menuju Ell, berniat menyapanya.
"Kak Ell.."
sapa Alice dengan ramah.
Ell hanya diam tidak membalas sapaannya.
Pria itu melihat ke arah lain.
Dan, apa yang terjadi dengan Ell?
Raut wajah pria itu menggambarkan kesedihan.
Rasanya Alice ingin bertanya, namun ia segera mengurungkan niatnya.
Dengan kondisi seperti itu, Alice pikir Ell mungkin tidak akan suka dengan kehadirannya di sana.
Namun baru beberapa langkah, suara Ell menghentikan langkahnya.
"Apa kau mau bermain basket denganku?"
Alice perlahan membalikkan badannya.
Ia menatap Ell yang sedang melihat ke arahnya.
Alice tersenyum dan kemudian mengangguk.
Ia mau bermain basket dengan Ell.
Alice meletakkan tasnya di kursi.
Dan kemudian berjalan menuju lapangan.
Di sana Ell sudah memegang bola dan siap bermain.
Seperti biasa, Alice selalu kesulitan merebut bola dari Ell.
Hingga pria itu mencetak skor berulang kali.
Namun kali ini Alice bertekad untuk bisa lebih baik dari sebelumnya.
Ia kemudian mendekati Ell dan kembali berusaha merebut bola.
Bola hampir berhasil direbut Alice.
Alice tersenyum.
Namun saat menaikkan wajahnya, ia begitu terkejut melihat wajah Ell yang begitu dekat dengannya.
Seketika mata mereka berdua bertemu.
Perasaan aneh itu kembali menghinggapi Alice.
Dengan cepat Alice langsung mengalihkan tatapannya ke arah lain.
Dan dengan bodohnya ia melepaskan bola di tangannya.
__ADS_1
Akibatnya Ell membawa bola itu dan memasukkannya ke ring.
Ell tersenyum melihat Alice yang masih diam di tempatnya.
"Ayolah, kau masih belum mencetak satupun poin."
ucap Ell sambil membawa bola ke depan Alice.
Alice memasang wajah cemberut.
Ia tahu Ell sedang menertawainya.
Alice dengan segera merebut bola dari tangan Ell.
Ia langsung melempar bola ke ring dan berhasil.
Hal itu membuat Alice begitu senang.
"Paling tidak, aku berhasil mencetak satu poin Kak."
Alice tersenyum pada Ell.
Baru mencetak satu poin saja, sudah membuat Alice begitu senang dan puas.
Benar-benar konyol, pikir Ell.
Setelah selesai bermain basket, Ell dan Alice duduk di lantai lapangan.
Suasana di antara mereka berdua sangat hening.
Keduanya memilih untuk saling diam.
Alice kemudian mencoba mencairkan suasana.
"Apa yang Kakak lakukan tadi di sini?"
"Aku sedang menunggu seseorang. Dan dia tidak bisa datang."
(Apa Kak Ell sedang menunggu Kak Kate?)
"Oh benarkah?
Tadi aku sama sekali tidak menyadari kehadiran Kakak."
"Kau tidak melihatku karena kau begitu fokus dengan buku di tanganmu."
"Kakak benar.
Tadi aku sedang belajar untuk persiapan ujian praktikum besok."
"Semoga berhasil."
"Hem?"
Alice melihat ke arah Ell.
Jujur ia terkejut mendengar ucapan Ell barusan.
Selama ini ia dan Ell tidak pernah memiliki obrolan sepanjang itu.
Dan Ell ini juga pertama kalinya Ell mengucapkan kata-kata dukungan untuknya."
Ell menatap Alice sekilas dan kemudian beranjak dari duduknya.
"Hari sudah hampir malam.
Tidak baik untuk berada di sini."
ucap Ell sebelum meninggalkan Alice.
Sementara Alice masih diam di tempatnya.
Ia masih mencerna kata-kata yang diucapkan Ell tadi.
Perlahan Alice tersenyum.
Ia senang karena pada akhirnya ia bisa memiliki obrolan yang baik dengan Ell.
Mungkin suatu saat nanti mereka akan menjadi semakin lebih akrab lagi.
Dan Alice sangat berharap hal itu terjadi.
Alice kemudian berdiri dan mengikuti langkah Ell dari belakang.
__ADS_1