Sorry For Hurting You

Sorry For Hurting You
Menghilangkan perasaan.


__ADS_3

Ell dan Alice keluar dari mobil.


Alice menatap gedung dimana acara itu berlangsung.


Satu per satu tamu mulai berdatangan dan masuk ke tempat itu.


Jujur ia sedikit khawatir karena ia akan menghadapi banyak orang di dalam.


Apalagi acara itu terbilang bergengsi.


Pasti banyak orang yang mengenalnya dan Kate juga akan tampil di sana.


Ell menyadari kekhawatiran di wajah Alice.


Gadis itu memegang erat tangannya sambil melihat ke arah tamu yang masuk ke dalam gedung acara.


"Ada apa?"


Alice kemudian mengalihkan pandangannya dan menatap Ell.


"Apa kau baik-baik saja?"


tanya Ell lagi.


Sebenarnya Alice ingin mengatakan pada Ell bahwa ia sedang khawatir saat ini.


Namun Alice tidak mau Ell berpikiran buruk lagi padanya.


"Aku tidak apa-apa Kak."


ucap Alice pelan.


"Baiklah, ayo kita masuk."


Ell dan Alice kemudian berjalan masuk ke dalam gedung.


Saat masuk ke dalam gedung acara, semua mata tertuju pada Ell dan Alice yang baru datang.


Tidak sedikit para wartawan juga menyorot mereka dan mengambil gambar mereka berdua.


Mereka terkejut melihat penampilan Alice yang terlihat jauh berbeda dari biasanya.


Mereka begitu mengagumi kecantikan Alice.


"Bukankah itu Nona Alice?"


ucap salah satu tamu wanita yang mengenali Alice.


Ia menatap Alice dengan tatapan takjub.


"Ya, itu Nona Alice.


Tentu ia datang bersama Suaminya untuk menghadiri acara ini.


Apalagi Nona Kate akan tampil nanti."


ucap teman wanita itu.


"Nona Alice terlihat begitu sangat cantik.


Kau lihat, mereka berdua menjadi sangat serasi sekarang.


Tidak ada perbandingan lagi antara Nona Kate dan Nona Alice."


"Kau benar.


Sekarang akhirnya aku mendukung hubungan keduanya.


Padahal sebelumnya aku sempat menentang pernikahan mereka."


Ell dan Alice menjadi topik pembicaraan orang-orang di sana.


Dan tentu saja Alice menjadi sorotan di sana.


Hal itu membuat Alice merasa tidak baik.


Tatapan itu membuatnya semakin gelisah.


Apa yang harus ia lakukan?


Tiba-tiba Alice merasakan sentuhan pada tangan kanannya.


Alice langsung melihat ke arah tangan yang tengah menggenggamnya.


Tangan itu semakin menggenggam erat tangannya.


Alice perlahan menaikkan wajahnya.


Ia menatap Ell yang menatapnya dengan lekat, seolah-olah pria itu berniat memberikan kekuatan padanya.


Alice tersenyum.


Apa saat ini ia sedang bermimpi?


Ell menggenggam tangannya dan memberikan kekuatan padanya seperti ini.


Tentu saja momen itu diabadikan oleh orang-orang-orang di sana.


Menurut mereka hal itu sangat romantis.


Ell kemudian membawa Alice ke tempat duduk yang sudah disediakan untuk para tamu.


Sebelum duduk, Ell perlahan melepaskan genggamannya tangannya dari Alice.


Mereka berdua saling bertatapan.


Tiba-tiba Manajer Kate datang dari kejauhan dan berniat menghampiri Ell dan Alice.


Ia mengerutkan keningnya melihat tatapan yang ditunjukkan keduanya satu sama lain.


Bukankah selama ini Ell mencintai Kate?


Ia bisa melihat perasaan yang dimiliki Ell untuk Kate.


Lalu apa maksudnya ini?


"Ehem.."


Manajer Kate berdehem dan membuat pandangan Ell dan Alice teralihkan.


"Tuan Ell dan Nona Alice, saya senang melihat kehadiran kalian di acara ini."


Alice tersenyum melihat kehadiran Manajer Kate.


"Dan Nona Alice, anda terlihat sangat memukau malam ini.


Tidak heran, sedari tadi semua orang-orang di sini tidak berhenti menatap Nona."


Alice kembali tersenyum.


"Terima kasih atas pujiannya.

__ADS_1


Oh ya, apa Kak Kate sudah siap-siap?"


"Sudah Nona Alice


Nona Kate sudah ada di ruangannya dan tinggal menunggu gilirannya tampil."


"Baiklah."


"Nona Kate sebenarnya sangat ingin menemui kalian terlebih dahulu sebelum tampil.


Terutama Tuan Ell.


Hanya saja sepertinya tidak memiliki waktu banyak lagi.


Alice menatap Ell sekilas dan tersenyum tipis.


Tentu saja Kate ingin bertemu dengan Ell sebelum tampil.


Kakaknya itu pasti membutuhkan banyak dukungan dari Ell.


Mengingat malam ini adalah bagian dari mimpinya selama ini.


"Kami akan bertemu dengannya setelah acara berakhir."


"Baiklah.


Saya mohon doanya agar Nona Kate bisa memenangkan ajang ini."


"Kami akan selalu mendoakan yang terbaik untuk Kak Kate."


"Terima kasih Nona Alice, Tuan Ell atas semuanya.


Nanti saya akan sampaikan salam kalian untuk Nona Kate."


Setelah selesai mengobrol dengan Ell dan Alice, Manajer Kate kemudian meninggalkan mereka dan menemui Kate di dalam ruangannya karena acara sebentar lagi dimulai.


Seorang pria dari jarak yang tidak terlalu jauh menatap Ell dan Alice yang duduk berdampingan.


Ia merasa heran dengan sikap manis yang diberikan Ell pada Alice selama masuk ke dalam gedung acara.


Apa Ell sengaja melakukan hal itu karena di sana banyak wartawan?


Tapi Ell bukanlah orang yang bisa dikendalikan oleh siapapun bahkan media sekalipun.


--


Selama acara berlangsung, tamu di sana bertepuk tangan pada setiap model yang tampil.


Masing-masing dari mereka memang memukau dengan pakaian yang dikenakan mereka.


Kini gilian Kate akan tampil di hadapan banyak orang.


Dengan penuh percaya diri, Kate berjalan mengenakan pakaian buatan designer terkenal.


Kecantikannya dan juga tatapannya membuat Kate tampil bak model internasional.


Begitu elegan dan memukau.


Semua tamu di sana memberikan tepukan sambil tersenyum kagum pada Kate.


Setelah menampilkan pakaian yang digunakannya, Kate kemudian kembali.


Alice tersenyum melihat penampikan Kate.


Sebagai Adik, ia begitu bangga melihat penampilan Kate tadi.


Alice kemudian mengarahkan pandangannya pada Ell yang bertepuk tangan pada Kate.


Ell juga pasti begitu mengagumi Kakaknya.


Karena sejak awal Kate adalah pemilik hati itu bahkan mungkin sampai selamanya.


Alice kemudian menundukkan kepalanya.


Ia baru menyadari bahwa ia sempat terlalu berlebihan tadi.


Begitu bahagia menerima pujian dan perlakuan manis yang diberikan Ell malam ini.


Nyatanya Ell memanglah pria yang baik dan bersikap seperti biasa padanya.


Sebelum menikah Ell juga seperti ini.


Ell mau berbicara padanya dan bahkan menyelamatkannya hari itu.


Hanya saja keadaan yang membuat pria itu membencinya.


Alice kembali menatap Ell yang duduk di sampingnya.


(Ya, kau memang pria yang baik Kak Ell.


Terima kasih karena sudah tidak membenciku lagi.)


Mata Alice perlahan mulai berkaca-kaca.


Namun Alice menahan air matanya agar tidak keluar.


Ia kemudian mengalihkan matanya ke arah lain agar perasaannya membaik.


--


Acara sudah berada di penghujung akhir.


Kini tiba saatnya mengumumkan pemenang dari pakaian dan model terbaik.


Alice dan Ell berdoa agar Kate keluar menjadi pemenangnya.


Kate juga menantikan dirinya dipanggil sebagai pemenang ajang itu.


Dan benar saja, tubuhnya membuncah saat mendengar namanya di panggil.


Ia sempat merasa tidak percaya.


Namun saat Manajernya memeluknya dengan erat dan mengucapkan selamat padanya membuatnya menjadi yakin bahwa ia memanglah pemenangnya.


Semua model yang tampil tadi ikut mengucapkan selamat pada Kate.


Kate tersenyum dan kemudian berjalan menuju panggung.


Dari kejauhan ia bisa melihat Alice dan Ell yang tersenyum lebar ke arahnya.


Ia juga tersenyum pada mereka.


Alice kemudian menerima bunga dan hadiah atas kemenangannya.


Ditambah ia juga menerima pujian dari Designer pakaian yang dikenakannya.


Kate begitu bahagia saat ini.


Hingga air matanya keluar begitu saja.


Ia terharu dengan perjuangannya selama ini hingga menjadi Model yang diakui oleh banyak orang.

__ADS_1


Ia sempat memberikan ucapan terima kasih pada orang-orang yang mendukungnya selama ini.


Terutama untuk keluarganya dan juga Manajernya.


Alice juga ikut bahagia untuk Kate.


Ia tahu bahwa momen ini adalah salah satu impian Kate sejak dulu.


Dan Kate sudah bekerja sangat kerasa untuk itu.


Setelah acara selesai, Alice dan Ell kemudian berniat menghampiri Kate di ruangannya.


Dan benar saja, gadis itu juga sedang menunggu kedatangan mereka berdua.


Di sana Kate didampingi oleh Manajernya.


Saat menyadari kedatangan Ell dan Alice dari kejauhan, Kate langsung berjalan cepat dan menghampiri mereka.


"Alice..."


Kate langsung memeluk Alice dengan erat dan beberapa saat kemudian melepaskan pelukannya.


"Selamat Kak.


Aku begitu bahagia saat ini.


Dan pasti aku begitu bangga pada Kakak."


Kate tersenyum dan mengangguk.


"Terima kasih Alice.


Semua ini juga berkat dirimu yang sudah mendukung Kakak selama ini."


Alice tersenyum.


Kate kemudian mengalihkan pandangannya dari Alice dan menatap Ell yang tengah tersenyum padanya.


Kate menyunggingkan senyumnya dan kemudian memeluk Ell dengan erat.


"Terima kasih Ell.


Terima kasih sudah untukku.


Kau tahu, aku begitu bahagia saat ini.


Dan itu juga berkat dirimu yang selama ini selalu ada di sisiku dan mendukung apapun yang aku impikan.


Terima kasih."


ucap Kate tanpa melepaskan pelukannya dari Ell.


Alice memegang erat tangannya sambil melihat ke arah lain.


Ia berusaha menahan perasaannya sendiri.


Beberapa saat kemudian, Kate akhirnya melepaskan pelukannya dari tubuh Ell.


"Ell kau harus bertemu dengan Designer yang mempercayakan pakaiannya padaku.


Beliau juga pasti ingin bertemu denganmu.


Ayo kukenalkan padanya."


Kate memegang tangan Ell dan langsung membawa Ell menemui Designernya.


Alice hanya diam di tempatnya tanpa berniat mengikuti langkah Kate dan Ell yang sudah pergi meninggalkannya.


Matanya menatap senduh kepergian kedua orang itu.


Alice tersenyum tipis.


Sudah waktunya memberi ruang pada Ell dan Kate untuk menikmati momen bahagia bersama.


Tidak seharusnya dia ada di sana.


Alice perlahan membalikkan tubuhnya dan keluar dari sana.


Alice berjalan mencari tempat yang tepat untuknya walaupun ia tidak tahu harus pergi kemana.


Yang terpenting, ia harus pergi dari sana.


Alice menatap ke sekelilingnya.


Para tamu berlalu lalang di sana.


Mata Alice kemudian melihat ke arah lift yang berada tidak jauh darinya.


Alice sempat melihat ke belakang sebelum akhirnya masuk ke dalam lift.


Bodoh, Kak Ell tidak akan peduli dengan kepergianmu!


Gumam Alice di dalam hatinya.


Alice sudah sampai di lantai atas gedung itu.


Ia berjalan menelusuri lantai itu hingga ia menemukan tempat yang nyaman untuknya sendiri.


Di sana juga tidak ada orang.


Alice tersenyum melihat pemandangan langit di atasnya.


Perlahan air matanya mulai keluar.


Ia langsung menghapusnya mengetahui alasannya menangis.


"Aku tidak tahu sejak kapan aku memiliki perasaan padanya.


Aku bodoh karena telah jatuh cinta padanya.


Aku harus segera menghilangkan perasaanku ini."


Alice kemudian menyentuh dadanya.


"Kau akan terus terluka jika masih ada dia di hatimu Alice.


Pria itu mencintai Kakakmu.


Kau tidak boleh seperti ini.


Kau hanya boleh fokus menunggu kedatangan Ibu dan setelah itu kau akan pergi jauh.


Kau harus melupakannya."


ucap Alice pada dirinya sendiri.


"Ya, sebentar lagi aku dan Kak Ell akan berpisah.


Semua akan kembali seperti semula dan aku pasti bisa melupakannya."


Air mata Alice kembali menetes.

__ADS_1


Entah mengapa, ia merasa terluka setiap kali mengatakan kalimat itu pada dirinya sendiri.


Walaupun pada akhirnya ia harus melupakan Ell.


__ADS_2