Sorry For Hurting You

Sorry For Hurting You
Cemburu


__ADS_3

Ell mengantar Kate ke gedung agensi dimana Kate bekerja.


Hari ini akan dilaksanakan kontes dan Kate akan bertemu dengan Manajernya di sana.


Kate memberikan helm pada Ell.


"Ell, nanti malam kau akan datang kan?"


"Hem, selesai dari kantor aku akan langsung datang kesana."


"Baiklah.


Jangan terlambat.


Aku akan menunggumu di sana."


"Aku akan datang tepat waktu Kate."


Kate tersenyum puas.


"Aku pergi.


Sebentar lagi aku ada mata kuliah di kampus."


ucap Ell sambil melihat ke arah jam tangannya.


"Hem, hati-hati di jalan Ell."


Ell tersenyum dan kemudian menaiki motornya.


Kate melambaikan tangan sebelum Ell pergi.


Setelah mata kuliah selesai, Ell pergi menuju perpustakaan.


Ia berniat mencari buku yang berhubungan dengan Perusahaan.


Ya, setelah lulus sekolah, Ayahnya sudah meminta Ell untuk mulai terjun ke dunia perusahaan mereka.


Ayahnya berpikir dengan kecerdasan yang dimiliki Putranya, Ell sudah cukup mampu untuk mengelola perusahaan mereka.


Terbukti dengan progres memuaskan yang dimiliki Ell selama belajar selama setahun.


Walaupun begitu, Ell tidak meninggalkan perkuliahannya.


Ia masih tetap masuk ke kampus dan menjalani perkuliahan bersama teman-temannya.


Pihak kampus juga sangat menyetujui hal itu.


Ell mencari buku yang diperlukannya.


Di sana ia mendapatkan beberapa buku yang benar-benar sangat membantunya.


Ell kemudian membawa buku-buku itu menuju ruang baca.


Ia akan membacanya di sana.


Saat masuk ke dalam ruang baca, Ell melihat Alice sedang berada di meja yang berada di sudut ruangan dan mengarah langsung ke arah jendela yang terbuka.


Posisi gadis itu menghadap miring ke arah jendela dengan tangan sebagai penyangga kepala yang menempel di atas meja.


Kedua mata itu tampak terpejam.


Sepertinya Alice tertidur saat membaca.


Karena tidak ada meja yang tersisa, Ell memilih untuk duduk di meja yang berada tepat di depan meja Alice.


Ell mulai membuka satu per satu buku yang dibawanya.


Selama 30 menit berada di sana, Alice masih juga belum bangun dari tidurnya.


Kepala Alice mulai bergerak.


Sontak hal itu membuat Ell melihat ke arahnya.


Bukannya terbangun, ternyata Alice hanya terganggu dengan sinar matahari yang langsung terpancar ke arahnya.


Ell kemudian meletakkan beberapa bukunya pada jendela untuk menutupi wajah Alice dari sinar matahari.


Akhirnya kepala Alice berheti bergerak.


Ia kembali nyaman dengan posisinya.


Ell melihat Alice kembali pulas dalam tidurnya.


Gadis itu sepertinya benar-benar mengantuk.


Ell kemudian kembali ke posisinya semula.


Ia membaca buku yang berada di tangannya selama 1 jam.


Hingga akhirnya jam di tangannya mengingatkannya agar segera pergi ke kantor.


Ell kemudian membawa buku yang dibacanya tadi dan berniat pergi


Sebelum pergi, ia melihat ke arah Alice.


Ia memutuskan untuk meninggalkan buku-buku itu di sana.


Sesaat kemudian Alice terbangun dari tidurnya.


Matanya pertama kali menangkap ke arah buku-buku yang berada di dekat jendela.


Sinar matahari tertutupi karena buku-buku itu.


Alice kemudian menegakkan tubuhnya. namun dengan mata yang masih mengarah ke benda itu.


Alice tersenyum.


Siapa orang baik yang meletakkan buku itu di sana?


Seseorang pasti sengaja melakukannya agar wajahnya tidak terganggu sinar matahari saat tertidur tadi.


Alice kemudian mengambil buku-buku itu.


Kedua buku itu merupakan buku tentang keuangan.


Alice melihat ke arah sekelilingnya.


Sepertinya orang itu sudah pergi.


Lagi-lagi Alice tersenyum.


Karena baru pertama kali ini ia mendapatkan kesan baik dari salah satu teman di kampusnya.

__ADS_1


Dan ia meyakini orang itu pasti orang yang baik.


Alice kemudian membawa buku itu dan kemudian meletakkannya di rak buku paling depan.


Agar orang itu bisa dengan mudah menemukannya kembali.


--


Ell bergegas pulang dari kantor.


Ia sudah berjanji pada Kate untuk tidak datang terlambat menghadiri kontes itu.


Dan sekarang ia sengaja untuk datang lebih cepat agar bisa melihat persiapan Kate sebelum kontes berlangsung.


Sesampainya di lokasi acara, Ell langsung pergi menuju ruangan Kate setelah bertanya pada salah satu panitia penyelenggara.


Senyuman manis terpancar di wajah Ell karena ia akan memberikan kejutan pada Kate.


Gadis itu pasti begitu terkejut melihat kehadirannya.


Namun senyuman Ell seketika menghilang saat melihat Kate sedang tertawa bersama seorang pria di dalam ruangan itu.


Keduanya tampak begitu dekat.


Bahkan pria itu memegang pundak Kate dengan waktu yang cukup lama.


Ell perlahan memundurkan langkahnya dan memilih untuk keluar.


Perasaannya berubah menjadi kecewa setelah melihat Kate bersama pria lain.


Ell di saat yang bersamaan juga merasa cemburu.


Ia tidak suka melihat pemandangan itu.


Dan akhirnya Kate tidak mengetahui kehadirannya yang datang lebih awal.


Acara akan segera dimulai.


Ell kemudian duduk di kursi penonton.


Saat kontes berlangsung, mata Ell menatap ke arah Kate yang berjalan menggunakan gaun desainer terkenal.


Kate terlihat cantik dan anggun, menggambarkan bagaimana seorang Model profesional sedang berjalan di panggung mewah.


Beberapa kali Kate keluar dengan gaun yang berbeda.


Dan semua penampilannya berhasil membuat penonton termasuk juri terpukau dan bertepuk tangan.


Mereka terlihat begitu menyukai Kate.


Semua model kembali ke posisi mereka masing-masing.


Dan saatnya pada pengumuman pemenang kontes.


Panitia sudah mendapatkan nama pemenangnya yang tertulis di dalam kertas khusus.


Mereka kemudian dengan lantang mengucapkan nama Kate sebagai pemenangnya.


Sontak hal itu membuat Kate terkejut sekaligus terharu di saat yang bersamaan.


Ia begitu bahagia mendapatkan salah satu penghargaan yang diimpikannya selam ini.


Kate tersenyum manis saat berdiri di depan panggung.


Di sana ia mengucapkan terima kasih pada pihak-pihak yang telah membantu dan mendukungnya selama ini.


Mata Kate kemudian menangkap Ell yang duduk tidak jauh darinya.


Ia melambaikan tangannya ke arah pria itu dan kemudian tersenyum riang.


Ell juga membalasnya dengan senyuman.


Ia sangat bahagia melihat pencapaian yang diraih oleh Kate.


Setelah acara selesai, Ell menghampiri Kate yang sedang bersama Manajernya dan juga ada pria yang dilihatnya bersama Kate saat di ruangan.


"Ell.."


Kate tersenyum melihat Ell datang menghampirinya.


"Selamat Kate."


"Terima kasih Ell.


Dan terima kasih karena sudah datang tepat waktu."


"Hem."


"Oh ya, perkenalkan ini Roy, salah satu klien yang akan bekerja sama denganku.


Dia sengaja datang ke sini untuk melihat penampilanku."


"Oh, hai."


ucap Ell sekilas.


"Kate, siapa pria ini?"


tanya Roy pada Kate.


Kate melihat ke arah Ell dan kemudian tersenyum.


"Ell adalah Saudaraku Roy."


Pernyataan Kate yang menyebutnya "saudara" seketika membuat Ell kecewa.


Selama ini Kate mungkin memang hanya menganggapnya sebagai seorang saudara saja, tidak lebih.


"Oh benarkah?


Senang bertemu denganmu Ell."


Ell hanya merespon sapaan Roy dengan senyuman tipis.


---


Selama perjalanan menuju pulang ke rumah, Ell hanya diam dan tidak sedikitpun mengajak Kate berbicara.


Perasaan kecewa masih menyelimuti dirinya.


Dan hal itu membuat Kate bingung dan heran.


Biasanya di dalam mobil Ell akan mengajaknya mengobrol dan bercanda.

__ADS_1


Dan sekarang pria itu benar-benar diam dan matanya hanya fokus menatap lurus ke depan.


"Ell..."


panggil Kate.


"Hem.."


ucap Ell tanpa melihat ke arah Kate.


"Kenapa sedari tadi kau hanya diam saja?


Apa terjadi sesuatu di kantor?"


"Tidak.


Aku hanya lelah saja Kate."


"Aku tidak yakin.


Cepat katakan padaku apa yang terjadi Ell."


"Aku tidak berbohong Kate."


"Oh baiklah kalau kau memang tidak mau memberitahuku."


Kate menatap Ell dengan tatapan jahil.


Saat ini ia berniat menjahili Ell agar pria itu mau cerita padanya.


Kate kemudian meletakkan bunga di tangannya dan mulai menggeliti Ell.


"Cepat beritahu aku Ell.


Kalau tidak aku tidak akan berhenti menggelitimu."


"Hentikan Kate.."


ucap Ell dengan nada tidak nyaman.


"Tidak, aku tidak mau."


Kate masih saja tidak mau berhenti.


Perasaan kecewa dan marah Ell akhirnya menyatu


Ell kemudian menghentikan mobil dengan tiba-tiba.


"Aku bilang hentikan Kate.


Bukankah aku adalah Saudaramu?


Seharusnya kau lebih menghargaiku Kate."


ucap Ell dengan nada cukup tinggi.


Perkataan Ell dan nada bicaranya membuat Kate begitu terkejut dan ketakutan.


Ini pertama kalinya Ell membentaknya.


"Ell.."


ucap Kate dengan suara pelan.


Menyadari ketakutan di wajah Kate, Ell akhirnya menyesal karena telah berbuat kasar pada Kate.


Tidak seharusnya ia melakukan hal itu.


"Maafkan aku Kate.


Aku memang sangat lelah Kate."


"Baiklah, aku mengerti Ell."


Kate kemudian menggeser posisinya menghadap ke depan.


Ell kembali merasa bersalah.


Kate pasti masih begitu syok dengan perbuatannya.


Ia kemudian menjalankan kembali mobilnya.


Sesampainya di depan rumah, Ell mengikuti Kate dari belakang.


Berniat ingin meminta maaf pada Kate.


"Kate.."


Kate berbalik dan kemudian berhadapan dengan Ell.


"Maafkan aku atas perbuatan kasar yang aku lakukan tadi padamu.


Sungguh aku sama sekali tidak berniat melakukannya Kate."


Kate tersenyum.


"Hem, aku tahu kau tidak sengaja Ell.


Aku yang salah karena bersikap keras kepala padamu."


"Aku janji tidak akan melakukannya lagi."


"Hem, berjanjilah.


Oh ya, sudah waktunya kau pulang Ell.


Kau harus istirahat yang cukup dan tidak boleh begadang."


"Kau masuk duluan Kate.


Aku akan pulang setelah kau masuk ke dalam rumah."


"Baiklah, selamat malam Ell."


"Selamat malam Kate."


Kate kemudian masuk ke dalam rumah, meninggalkan Ell yang masih berdiri di tempatnya.


"Seharusnya aku tidak melakukan hal itu pada Kate."


Ell masih sangat menyesali perbuatannya tadi.


Ell kemudian pergi meninggalkan rumah Kate dan berjalan menuju rumahnya.

__ADS_1


__ADS_2