
Setelah makan malam, dilanjutkan dengan acara hiburan yang telah disiapkan oleh pihak sekolah.
Tidak lupa api unggun yang setiap tahunnya menghangatkan dinginnya malam.
Semua murid-murid Kelas XI dan kelas XII berkumpul di tempat yang sama.
Mereka tampak menikmati hiburan yang disediakan.
Dan hiburan itu dalam bentuk film comedy yang ditayangkan di layar besar sehingga semua murid bisa menonton bersama.
Tiba-tiba sebuah jaket menyentuh tubuh Alice dari belakang.
Dan ia tahu Rayn yang memberikan jaket itu padanya.
Alice menoleh ke belakang.
"Rayn, apa yang kau lakukan?
Kau bisa sakit jika tidak memakai jaket.
Lagian aku juga sudah punya jaket sendiri."
"Pakailah.
Aku tidak mau kau kedinginan."
Rayn semakin memakaikan jaketnya pada tubuh Alice.
Alice sama sekali tidak bisa mengelak lagi.
Alice kemudian mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Seketika dirinya bertatapan dengan Ell yang berada cukup jauh darinya.
Alice tersenyum pada Ell.
Namun pria itu langsung memalingkan wajahnya.
Walaupun begitu, senyum Alice tidak menghilang dari wajahnya.
Ia kemudian kembali melihat ke arah layar besar yang berada di hadapannya.
--
Rayn mengantar Alice ke tendanya.
"Apa tidak apa-apa jika kau tidur sendirian?"
"Tidak apa-apa Rayn."
"Kau yakin?
Alice mengangguk yakin.
"Kalau terjadi sesuatu atau kau memerlukan bantuanku, segera hubungi aku, hem?"
"Baiklah.
Aku tidak akan lupa menghubungimu.
Lebih baik sekarang kau kembali ke tenda Rayn.
Cuaca semakin dingin."
Alice kemudian melepaskan jaket Rayn dari tubuhnya dan memberikannya pada Rayn.
"Ini pakailah."
Rayn mengambil jaketnya dari Alice dan mengenakannya.
"Aku pergi."
Alice tersenyum dan mengangguk.
Setelah kepergian Rayn, Alice kemudian masuk ke dalam tendanya.
Ia membaringkan tubuhnya dan memakai selimutnya.
__ADS_1
Alice berusaha menutup kedua matanya.
Namun ia sama sekali belum bisa tidur juga.
Jujur, ia merasa ketakutan saat ini.
Ia sendirian di dalam tendanya.
Alice mengganti posisinya menjadi duduk.
"Apa yang harus aku lakukan agar aku bisa tidur?
Ini juga sudah tengah malam.
Dan aku tidak mungkin menghubungi Rayn jam segini."
Alice kemudian keluar dari tendanya.
Ia melihat ke sekelilingnya.
Tidak ada orang lagi di luar.
Semua orang sudah tidur.
Alice melangkahkan kakinya.
Ia berharap ia bisa tidur setelah berjalan-jalan di luar.
Cuaca dingin membuat Alice mengeratkan jaket yang dikenakannya.
Sebenarnya ia juga merasa takut jika harus berjalan sendirian di tengah malam seperti ini.
Apalagi ia belum pernah berkunjung ke tempat itu sebelumnya.
Alice memutuskan untuk duduk di kursi yang berada dekat dengan unggun.
Ia menutup kedua matanya.
Berusaha untuk memunculkan rasa kantuk.
Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki seseorang dari belakangnya.
Apa ada sosok menyeramkan yang menghampirinya?
"Apa yang harus aku lakukan?
Tuhan tolong selamatkan aku."
Alice berdoa di dalam hati.
"Kau..."
Alice mendengar suara seseorang.
Ia kemudian menoleh ke belakang.
Dan mengejutkan Ell sudah berdiri di belakangnya.
Ternyata Ell yang berjalan tadi.
Alice langsung berdiri.
"Kak Ell.."
"Apa yang kau lakukan di sini?
Kenapa kau belum kembali ke tendamu?"
ucap Ell dengan nada datar.
"Aku,
Aku..."
Alice kembali menatap Ell.
Apa ia harus memberitahu Ell soal ketakutannya?
__ADS_1
"Sebenarnya aku tidak bisa tidur Kak.
Aku tidur sendirian di tenda dan aku sangat takut."
Alice menundukkan kepalanya.
"Aku pikir dengan pergi keluar, bisa membuatku menjadi mengantuk."
tambahnya.
"Kembalilah ke tendamu sekarang."
Kali ini terselip kelembutan di kalimat Ell.
Alice langsung menaikkan wajahnya, menatap Ell yang juga menatapnya.
"Aku akan menemanimu dari luar sampai kau bisa tidur."
Alice begitu terkejut dengan ucapan Ell barusan.
Hal itu membuat Alice seketika diam membisu di tempatnya.
Apa saat ini ia sedang bermimpi?
Ell membalikkan badannya dan membuat Alice langsung tersadar bahwa saat ini ia tidak sedang bermimpi.
Alice melangkahkan kakinya dengan cepat menuju tendanya.
Sesampainya di depan tendanya, Alice masih belum masuk.
Ia masih belum yakin dengan apa yang dikatakan Ell sebelumnya.
"Kenapa kau belum masuk juga?"
Alice memiringkan posisinya dan tersenyum pada Ell.
Ia tidak perlu meyakinkan dirinya lagi untuk hal itu.
"Terima kasih Kak.
Setelah 15 menit, Kakak boleh kembali ke tenda Kakak.
Aku yakin, setelah ini aku pasti bisa tidur."
Alice mencoba meyakinkan Ell.
Ia juga tidak mau merepotkan Ell dan membuat Ell berdiri di luar dalam waktu yang lama.
Ell hanya diam dan tidak menjawab perkataan Alice.
"Selamat malam Kak."
Alice kembali tersenyum dan kemudian masuk ke dalam tendanya.
Alice berbaring dan memeluk erat selimutnya.
Pandangannya kemudian jatuh pada bayangan yang berada di luar tendanya.
Alice tersenyum.
Perasaannya menghangat setiap kali mengingat kebaikan yang Ell berikan padanya.
"Selamat malam Kak Ell..."
Alice menutup kedua matanya.
Rasa kantuk sudah melingkupinya.
Dan akhirnya ia bisa tidur dengan lelap.
Ell masih berdiri di luar tenda Alice.
Bukan selama 15 menit, namun ia berada di luar selama berjam-jam untuk memastikan Alice benar-benar sudah tidur.
Ell melihat ke arah jam tangannya, yang sudah menunjukkan pukul 2 pagi.
Matanya kemudian melihat ke arah tenda Alice.
__ADS_1
Alice pasti sudah tidur.
Ia kemudian memutuskan untuk kembali ke tendanya.