
Hari ini waktunya semua anggota Keluarga Dakota bersiap-siap berangkat menuju villa keluarga dimana mereka akan mengadakan acara besar dengan masyarakat disana.
Mengingat masyarakat di sanalah yang selama ini mendukung dan memberikan banyak perhatian pda mereka.
Kampung halaman mereka juga berada di sana.
Dulu Leonardo memiliki hubungan yang sangat akrab dengan masyarakat di sana tanpa memperdulikan status yang dimilikinya.
Sehingga tidak heran mereka begitu menyukainya.
Dan saat peristiwa yang menimpa Keluarga Dakota, mereka perlahan mulai kecewa dengan Keluarga Dakota sehingga mengharuskan pernikahan Ell dan Alice terjadi.
Kini waktunya membangun kepercayaan mereka lagi dengan mengadakan pertemuan besar dengan masyarakat itu.
Media juga turut diundang datang ke acara itu agar semuanya benar-benar bisa kembali ke keadaan sebelumnya.
Dimana semua orang menaruh kepercayaan penuh pada Keluarga Dakota.
Tentunya ada yang harus dikorbankan untuk mengembalikan semuanya seperti semula.
Yaitu perasaan Ell dan Alice.
Ell yang harus kehilangan mimpinya untuk menikah dengan gadis yang dicintainya.
Dan juga Alice yang harus tinggal dengan pria yang begitu membencinya.
Dunia seakan menyalahkannya karena telah memisahkan Ell dan Kate.
Walaupun dirinya juga tidak menginginkan pernikahan itu terjadi.
"Alice..."
Alice langsung tersadar dari lamunannya saat mendengar suara ketukan dari kamarnya.
Alice kemudian melihat Laura masuk ke dalam kamarnya.
"Alice, kau sudah mempersiapkan barang-barangmu sayang?
Sebentar lagi kita akan berangkat."
Alice tersenyum.
"Sudah Bu.
Semuanya sudah ada di dalam koper."
"Kalau begitu ayo kita keluar.
Semuanya pasti sudah menunggu kita."
Alice membawa kopernya keluar.
Di luar, semua orang sudah memasukkan koper mereka ke dalam mobil.
Alice terdiam di tempatnya.
Ia tidak tahu harus ikut ke mobil siapa.
Karena saat ia pergi ke mobil Pamannya, Bibinya pasti tidak suka dengan kehadirannya di sana.
Ia juga tidak mungkin masuk ke mobil Ell.
Pria itu masih marah padanya.
Alice kemudian melihat Ibu Rihanna dan para karyawan yang akan masuk ke mobil paling belakang.
Ia akhirnya memutuskan untuk ikut ke mobil itu.
Alice berniat menarik kopernya menuju mobil paling belakang.
Namun, sangat mengejutkan kopernya ditahan oleh seseorang.
Alice berbalik dan terkejut melihat Ell berada di hadapannya.
Dan tidak lama kemudian, kopernya sudah berpindah ke tangan orang itu.
Ell membawa koper Alice menuju bagasi mobilnya.
__ADS_1
Sementara Alice masih saja keheranan di tempatnya.
Mengapa sekarang ia justru harus berada di dalam mobil Ell?
Padalah ia menghindari itu tadi.
Alice kemudian mendekati Ell yang sedang memasukkan kopernya ke dalam bagasi.
"Masuklah."
ucap Ell dan kemudian masuk ke dalam mobilnya.
Alice perlahan melangkahkan kakinya masuk ke dalam mobil Ell.
Sebelum masuk, dari luar Alice melihat Kate sudah berada di bangku depan.
Lagi-lagi ia harus berada di antara keduanya.
Dan sebenarnya ia tidak menyukainya.
Akan lebih jika ia berada di mobil yang sama dengan Ibu Rihanna dan karyawan lainnya daripada harus berada di mobil yang sama dengan Kate dan Ell.
Alice sudah duduk di bangku belakang.
"Alice..."
Kate menyapa Alice setelah Alice masuk ke dalam mobil.
Dan Alice membalas sapaan itu dengan senyuman.
Selama perjalanan, Alice hanya diam dan matanya melihat ke arah luar.
Ia juga tidak menghiraukan obrolan kecil Ell dan Kate di bangku depan.
Entahlah, sebenarnya ia belum sepenuhnya berniat ikut ke acara itu.
Perasaannya masih ragu.
Mengingat kehadirannya yang tidak begitu penting di sana.
Selama ini ia bahkan tidak pernah ikut andil dalam acara keluarganya.
Bibinya sama sekali tidak memperbolehkannya untuk datang.
Menyedihkan?
Tentu saja.
Hanya saja ia sudah terbiasa dengan hal itu semua.
Hingga ia tidak tahu apa arti kebahagiaan yang sesungguhnya.
Di dalam hidupnya, ia harus berkorban dan merelakan semua mimpinya.
Satu-satunya agar terhindar dari itu semua adalah dengan pergi meninggalkan Keluarga Dakota.
Alice sangat ingin pergi.
Tapi ia harus menunggu Ibunya datang.
Alice takut saat ia pergi, Ibunya kembali dan ia tidak bisa bertemu dengan Ibunya.
Alice memalingkan wajahnya saat mendapatkan pesan.
Ia menatap layar handphonenya dan ternyata pesan itu berasal dari Brein.
Alice tersenyum tatkala membaca pesan dari Brein.
"Aku diberitahu bahwa kau mengambil cuti selama seminggu. Sebelumnya aku sangat khawatir karena kau tidak masuk.
Apa kau baik-baik saja?
Aku bisa mengunjungimu jika kau memerlukan bantuanku."
Alice kemudian membalas pesan Brein
"Aku baik-baik saja Kak.
__ADS_1
Hanya saja seminggu ini aku ingin berlibur ke suatu tempat yang selama ini ingin aku kinjungi."
"Wah, itu hebat.
Tapi lain kali kau harus mengajakku ke sana Alice.
Aku juga sangat ingin berlibur, dan aku tidak ingin pergi sendirian."
"Baiklah Kak."
"Saat pulang nanti, kau berhutang cerita padaku.
Aku menunggumu pulang Alice.
Berhati-hatilah di sana.
Kau tidak boleh sakit, mengerti?"
Alice lagi-lagi tersenyum mendapat balasan pesan dari Brein.
Walaupun ia merasa bersalah karena telah membohongi pria itu.
"Maafkan aku Kak Brein.
Aku terpaksa berbohong."
gumam Alice di dalam hati.
Dan ternyata pikiran Alice salah.
Brein sudah mengetahui kebenarannya.
Ia tahu bahwa Keluarga Dakota tengah mempersiapkan acara besar.
Selama ini ia memang mengirimkan seseorang untuk memberikan informasi mengenai Keluarga Dakota padanya.
Dan saat ini Brein begitu mengkhawatirkan Alice.
Ia takut terjadi sesuatu yang buruk pada gadis itu.
Ell melihat ke arah Alice melalui kaca.
Sedari tadi gadis itu tersenyum sambil memandangi handphonenya.
Apa Alice sedang berbalas pesan dengan Brein?
Pikirannya langsung tertuju pada Brein.
Mengingat keduanya semakin dekat akhir-akhir ini.
Ell mendengus napas kasar.
Lagi-lagi kemarahan itu muncul di pikirannya.
"Ada apa Ell?
Kau terlihat kesal."
Kate yang berada di samping Ell menyadari perubahan raut wajahny yang berubah seketika.
Sama halnya dengan Kate, Alice juga sempat mendengar hal itu.
Ia langsung melihat ke arah Ell.
"Aku tidak apa-apa.
Aku hanya merasa kehausan."
Kate kemudian mengambil air mineral yang berada di penyimpanan mobil dan memberikannya pada Ell.
"Sebaiknya kau minum dulu Ell."
Ell kemudian mengambil air mineral itu dan meneguknya.
"Alice, apa kau juga memerlukan air?"
tanya Kate pada Alice.
__ADS_1
"Tidak Kak, aku tidak haus."
"Baiklah."