
Alice keluar dari rumah dan melangkahkan kakinya menuju ke rumah keluarga Kenneth.
Mario memintanya untuk memberitahu Laura mengenai jawabannya atas rencana pernikahannya dengan Ell.
Jujur ia masih sangat ragu dengan keputusannya.
Menurutnya pernikahan bukanlah hal yang main-main.
Dan tidak seharusnya pernikahan dijadikan alat untuk memulihkan keadaan keluarganya.
Namun ia juga tidak tahu harus melakukan apa lagi.
Di satu sisi ia ingin semuanya kembali seperti semula, namun di satu sisi lain ia tidak mau menikah dengan pria yang tidak mencintainya.
Pernikahan ini juga tentunya harus mempertimbangkan perasaan Ell.
Entah bagaimana reaksi pria itu saat mendengar rencana pernikahan mereka.
Alice melangkah menuju pintu masuk.
Namun sebelum ia masuk, ia mendengar pembicaraan Ell dengan Ibunya, Laura.
Terdengar nada kekesalan di kalimat pria itu.
Alice mengurungkan niatnya untuk masuk, dan mendengar pembicaraan mereka melalui jendela.
"Ibu, sampai kapanpun aku tidak setuju dengan pernikahan itu!
Ibu tahu bagaimana perasaanku selama ini kan?
Aku mencintai Kate Ibu.
Dan aku hanya ingin menikah dengannya!
Ell menegaskan kalimatnya, berusaha memberikan penjelasan bahwa ia tidak mau menikah dengan Alice.
Alice menutup mulutnya.
Entah mengapa air matanya menetes mendengar pernyataan Ell barusan.
Padahal sebenarnya sebelumnya ia sudah menduga bahwa selama ini Ell mencintai Kate, Kakaknya.
"Ell, Ibu tahu bagaimana perasaanmu selama ini sayang.
Tapi ini untuk kebaikan kita semua.
Tidak ada cara lain selain menuruti permintaan masyarakat.
Kau dan Alice sama-sama korban Ell.
Saat ini semua orang di luar sana mengira bahwa kau dan Alice melakukan perbuatan tercela.
Kita harus menghentikan itu semua."
Ell mengepal tangannya dengan erat.
"Aku tidak peduli dengan semua itu Ibu.
Aku tidak akan mengorbankan perasaanku hanya demi memulihkan penilaian orang-orang.
Dan kalau aku bisa memutar kembali waktu, aku tidak akan datang saat itu."
Rencana pernikahan itu membuat Ell berpikir bahwa seandainya ia tahu semuanya akan menjadi seperti ini, ia mungkin tidak akan datang hari itu.
Air mata Alice kembali menetes.
Perkataan Ell mengartikan bahwa pria itu menyesal menyelamatkannya hari itu.
Saat ini Ell pasti mulai kembali membencinya setelah hubungan mereka semakin membaik.
"Ell, pernikahan ini hanya berjalan 6 bulan sayang.."
"Ibu aku mohon.
Aku tetap tidak mengubah keputusanku."
Ell kemudian pergi meninggalkan Laura dan masuk ke dalam kamarnya.
Alice perlahan memundurkan kakinya dan kemudian berbalik.
Langkah kakinya terasa berat saat ini.
Jujur ia tidak tahu harus pergi kemana.
__ADS_1
Setelah mendengar keputusan Ell, ia tidak bagaimana menghadapi Bibinya nanti.
Bibinya pasti akan selalu menyalahkannya atas kejadian itu.
--
Saat ini semua anggota keluarga tengah berkumpul di ruang tamu untuk mendengar jawaban Ell dan Alice secara langsung.
"Baik, karena Ell dan Alice sudah ada disini.
Mari kita dengar jawaban mereka berdua atas rencana pernikahan yang telah disampaikan."
"Bagaimana jawabanmu atas rencana pernikahan kalian Alice?
Apa kau setuju dengan hal itu?"
tanya Sergio.
Alice menaikkan wajahnya dan kemudian melihat ke sekelilingnya.
Sekilas ia melihat ke arah Ell yang sedang melihat ke arah lain.
Alice kemudian menatap Mario yang tersenyum padanya.
Tatapan sorot Marine yang menyiaratkan kebencian juga dilihat oleh Alice.
Alice menarik napas sebelum mengucapkan jawabannya.
"Aku menyetujui pernikahan itu Paman."
Sontak hal itu membuat Ell begitu terkejut.
Ell menatap Alice dengan tatapan tidak percaya.
Bagaimana bisa Alice menyetujui pernikahan itu?
Sama halnya dengan Ell, Marine juga begitu terkejut mendengar jawaban Alice.
Matanya menatap Alice dengan tajam.
"Itu bagus.
Kami senang mendengar jawabanmu Alice.
tanya Sergio pada anggota keluarga.
Mario dan Laura tersenyum sambil mengangguk.
"Bagaimana denganmu Ell?
Kau juga setuju dengan rencana pernikahan kalian berdua kan?"
Ell mengepal tangannya dengan erat dan kemudian langsung beranjak dari tempat duduknya.
"Aku tidak setuju dengan pernikahan ini.
Aku pergi."
Marine tersenyum mendengar jawaban yang diberikan oleh Ell.
Itu artinya pernikahan itu tidak akan pernah terjadi.
Tanpa menunggu respon dari orang lain, Ell langsung berniat pergi meninggalkan ruang tamu.
Namun saat baru melangkah, langkah Ell terhenti.
Ia melihat Kate berdiri tidak jauh darinya.
Gadis itu hanya diam dan tidak berekspresi.
Apa Kate mendengar semua pembicaraan tadi?
"Kate..."
Ell menghampiri Kate.
Semua anggota keluarga melihat ke arah Kate.
"Ayah, Ibu, Paman dan Bibi, Ell mau menyetujui pernikahan itu.
Pernikahan bisa dilaksanakan."
Semua anggota keluarga terkejut mendengar pernyataan Kate.
__ADS_1
Sontak mereka semua langsung berdiri.
"Apa yang kau katakan Kate?
Aku tidak akan setuju menikah."
ucap Ell dengan nada kesal.
"Kau pernah mengatakan padaku bahwa kau akan melakukan apapun untukku kan Ell?
Dan untuk pernikahan ini, kau akan menyetujuinya kan?"
Kate mencoba membujuk Ell.
"Kau juga ingin aku menikah dengan gadis lain?"
tanya Ell memastikan apakah Kate juga mencintainya atau tidak.
Kate terdiam sejenak.
Dan kemudian mencoba menjawab pertanyaan Ell.
"Tentu, jika hal itu merupakan jalan terbaik untuk keluarga kita.
Hanya 6 bulan saja, dan semua akan kembali seperti semula.
Aku mohon Ell."
ucap Kate dengan tatapan memohon.
"Aku tidak pernah menyangka kau akan berkata seperti itu Kate."
Ell kemudian pergi dengan wajah penuh kekecewaan.
Kate juga bisa melihat raut wajah kekecewaan di wajah Ell.
Jujur ia juga tidak mau hal itu terjadi.
Namun setelah melihat kekacauan yang terjadi di keluarganya, ia pikir itu jalan terbaik agar semuanya bisa kembali pulih.
Saat melakukan pemotretan 2 hari yang lalu, ia begitu terkejut mendengar kabar buruk yang menimpa Ell dan Alice.
Ia cukup terkejut ternyata banyak media yang berniat menghancurkan keluarga mereka dengan berita palsu.
Dan untuk menghentikan hal itu, pernikahan Ell dan Alice harus dilaksanakan.
Di satu sisi ia senang karena sudah ditemukan solusi untuk menyelesaikan permasalahan keluarganya.
Namun di sisi lain ia harus merasakan sakit di bagian hatinya.
Sementara di dalam kamar, Ell sangat marah sekaligus kecewa.
Ell meninju dinding dengan keras hingga menimbulkan memar di tangannya.
Ell tidak merasakan apapun pada tangannya.
Melainkan ia merasakan sakit yang begitu dalam saat mengingat perkataan Kate tadi.
Gadis yang dicintainya ternyata tidak memiliki perasaan apapun padanya.
Bahkan Kate memintanya untuk menyetujui pernikahan itu.
"Bagaimana bisa kau memintaku melakukannya untukmu Kate?"
Ell merutuki dirinya sendiri.
Rasa cintanya yang selama ini ia miliki untuk gadis itu ternyata tidak terbalaskan.
Bahkan ia harus terjebak dalam pernikahan yang tidak ia inginkan.
Untuk Alice, perasaan bencinya kembali muncul terhadap gadis itu.
Bahkan lebih besar dari sebelumnya.
Seandainya saja Alice tidak setuju, pernikahan itu mungkin tidak akan pernah terjadi.
"Kau memintaku untuk menikah kan?
Baik, aku akan melakukannya untukmu Kate."
Jika memang Kate setuju dengan hal itu, maka Ell akan melakukannya.
Ia tidak memiliki alasan lagi untuk bertahan pada keputusannya.
__ADS_1