Sorry For Hurting You

Sorry For Hurting You
Terkejut bukan main


__ADS_3

"Ikut denganku ke ruanganku."


ucap Ell sesaat mereka berada di parkiran.


Sesampainya di kantor, Alice berjalan bersama Ell.


Seketika tatapan semua orang tertuju padanya.


Mereka terkejut dengan penampilan baru Alice.


Bahkan banyak dari mereka menatap kagum Alice yang terlihat sangat cantik.


"Bukankah itu Nona Alice?


Nona Alice terlihat sangat berbeda."


"Iya kau benar.


Nona Alice ternyata sangat cantik.


Kau lihat, sekarang mereka berdua terlibat begitu serasi."


Saat ini Alice menjadi topik pembicaraan orang-orang di kantor.


Alice tidak menanggapi tatapan mereka dan tetap mengikuti langkah Ell dari belakang.


Ell melihat Alice dari ekor matanya.


Ia juga bisa menyadari keterkejutan orang-orang di kantor melihat penampilan baru Alice.


Bahkan pujian-pujian itu bisa terdengar di telinganya.


Mereka sampai di depan ruangan Ell.


Seketika Celine langsung menghampiri Ell setelah mengetahui kedatangannya yang tidak biasanya datang terlambat.


"Pak Ell..."


Mata Celine kemudian mengarah pada Alice yang berdiri di samping Ell.


Ia membelalakkan matanya.


"Nona Alice..."


Celine menatap penampilan Alice dari bawah ke atas dan kemudian tersenyum kagum.


"Nona terlihat begitu cantik.


Saya semakin mengagumi anda Nona.


Bahkan bisa saya pastikan bahwa Nona adalah wanita tercantik di kantor ini."


Pujian Celine membuat Alice tersenyum lebar.


Celine memujinya terlalu berlebihan.


Karena nyatanya ia tidak pernah berpikir seperti itu.


"Ehem.."


Terdengar suara deheman Ell yang membuat Celine akhirnya tersadar bahwa sedari tadi dia sudah mengacuhkan Boss-nya itu.


"Maafkan saya Pak Ell.


Oh ya Pak, saya sudah mengatur jadwal pertemuan Bapak siang ini dengan Pak Logan."


"Aku sudah bertemu dengannya pagi ini."


Celine mengerutkan keningnya.

__ADS_1


Karena sebelumnya Ell memintanya untuk mengatur jadwal pertemuan dengan Pak Logan siang ini


"Tapi Pak, bukankah kemarin Bapak..."


Belum selesai melanjutkan kalimatnya, Ell langsung melenggang pergi dan masuk ke dalam ruangannya.


Alice ikut menatap kepergian Ell yang membuat dirinya juga kesal terhadap sikap pria itu.


"Celine, aku harus masuk ke dalam."


"Baik Nona..."


Alice kemudian membuka pintu ruangan Ell dan masuk ke dalam sana.


Sementara Celine masih berkutat pada pikirannya.


Dirinya masih penasaran, karena ini pertama kalinya Ell bersikap tidak seperti biasanya.


Celine kemudian perlahan menyunggingkan senyumnya.


"Ah, aku tahu.


Pak Ell pasti sengaja terlambat datang ke kantor agar bisa berlama-lama dengan Istrinya.


Penampilan Nona Alice juga sangat berubah dan tentu saja hubungan mereka semakin membaik.


Ini juga pertama kalinya aku melihat mereka pergi ke kantor bersama."


Celine melihat ke arah ruangan Ell dengan tatapan berbinar.


Ia ikut merasakan kebahagiaan saat melihat Bossnya mesra dengan Istrinya.


Alice memandang ke sudut ruangan Ell.


Ia kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Ell yang sedang berada di meja kerjanya.


Sekarang apa lagi yang pria itu inginkan darinya?


"Duduklah.."


ucap Ell tanpa mengalihkan tatapannya dari berkas di tangannya.


Alice kemudian duduk di sofa.


Matanya mengarah ke handphonenya yang mendapatkan notifikasi pesan dari Brein.


Alice langsung membuka pesan itu.


(Tidak apa-apa Alice.


Aku juga tadi bangun kesiangan.


Aku tahu kau pasti memiliki pekerjaan sangat penting.)


Alice tersenyum membaca pesan Brein.


Senyumnya perlahan memudar menyadari bahwa ia telah membohongi Brein.


Nyatanya selama ini pria itu sudah sangat baik padanya.


Walaupun ia juga tidak mungkin memberitahu Brein kebenarannya.


(Maafkan aku Kak Brein.


Sampai saat ini aku masih belum bisa memberitahu Kakak soal pernikahanku)


Alice sibuk dengan pikirannya hingga menyadari Ell sudah berdiri di hadapannya.


Ia tersadar saat Ell membuka suara.

__ADS_1


"Dimana bekal makan siang untukku?"


"Eh...?"


Alice merasa kebingungan sekaligus terkejut dengan pertanyaan Ell.


"Bukankah kemarin kau datang ke ruanganku dan meninggalkan bekal makan siang?


Dimana bekal siang untuk hari ini?"


"Sebelumnya aku minta maaf Kak karena kemarin aku terlalu lancang masuk tanpa izin.


Dan untuk hari ini aku juga tidak sempat menyiapkan bekal makan siang untuk Kakak."


"Baiklah aku paham.


Kau tidak sempat karena tadi pagi aku memintamu untuk pergi bersamaku."


"Apa Kakak tidak marah?"


ucap Alice dengan penuh keraguan.


"Kenapa harus marah?


Tidak ada yang harus dipermasalahkan."


"Hem, maksudku...


Apa Kakak tidak keberatan dengan bekal makan siang yang aku siapkan?


Sebelumnya aku sempat berpikir Kakak tidak akan suka."


"Mulai besok, kau boleh menyiapkan bekal makan siang untukku."


Alice terkejut bukan main mendengar pernyataan Ell barusan.


Ia mencoba meyakinkan dirinya bahwa barusan ia tidak salah dengar.


Alice kemudian menatap wajah Ell yang menunjukkan kesungguhan.


Pria itu terlihat serius dengan ucapannya.


"Ell...."


Seseorang masuk ke dalam ruangan Ell tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


Namun Ell dan Alice sama sekali belum menyadari kehadirannya.


Ia kemudian perlahan melangkahkan kakinya, hingga matanya menangkap Ell dan Alice yang saling bertatapan satu sama lain.


"Alice...."


Seketika suaranya mengakhiri tatapan Ell dan Alice dan kemudian mengarahkan pandangan mereka ke arah suara yang terdengar begitu familiar.


"Alice....."


"Kak Kate..."


Ell dan Alice sama-sama terkejut dengan kehadiran Kate di ruangan Ell


Mereka berdua sama sekali tidak menyadari kedatangan gadis itu di sana.


Mata Kate kemudian menatap Ell dan Alice secara bergantian.


Sorot matanya menyiaratkan tanda tanya.


Karena tidak biasanya ia melihat Alice berada di ruangan Ell.


Dan mengapa Alice bisa berada di sana?

__ADS_1


__ADS_2