Sorry For Hurting You

Sorry For Hurting You
Janji


__ADS_3

Brein berdiri sambil melihat ke arah luar jendela gedung apartemennya.


"Aku senang karena bisa bertemu denganmu untuk pertama kalinya Alice.


Maaf karena aku datang terlambat dan membiarkanmu menderita sejauh ini.


Sesuai janjiku pada Bibi, mulai saat ini aku akan menjaga dan melindungimu.


Aku tidak akan membiarkan mereka menyakitimu lagi.."


Brein kemudian teringat dengan semua kejadian yang menimpa Alice selama ini.


Sejujurnya ia mengetahui itu semua bahkan Brein berada di sekolah yang sama dengan Alice dulu.


Saat Brein beranjak remaja, ia menanyakan soal Alice pada Ibunya.


Ia mulai mencari keberadaan Alice, mulai dari dimana Alice sekolah dan juga tinggal dimana.


Karena nama besar yang dimiliki oleh Keluarga Dakota, ia sama sekali tidak kesulitan mencari informasi tentang Alice.


Saat ia tahu dimana Alice bersekolah, ia memutuskan untuk pindah ke sekolah yang sama dengan Alice.


Rasanya Brein ingin segera bertemu dengan bayi mungil yang ia temui dulu.


Apalagi dari informasi yang ia dapatkan, Alice sepertinya diperlakukan buruk oleh keluarganya.


Dan ternyata benar apa yang diduga Brein selama ini.


Saat Brein duduk di bangku SMP dan Alice berada di tingkat Sekolah Dasar, Brein melihat Alice sering diperlakukan dengan sangat buruk di sekolah.


*Flashback on


Saat itu jam istirahat dan semua Siswa berkumpul di kantin untuk makan siang.


Kantin sekolah untuk tingkat SD, SMP dan SMa bersebelahan.


Brein keluar dari kelasnya.


Ia mengerutkan keningnya saat mendengar keributan dari kantin sekolah Sekolah Dasar.


Brein langsung berlari ke sana.


Ia takut terjadi sesuatu yang buruk pada Alice.


Saat Brein sudah sampai di sana, ia begitu terkejut melihat Alice terduduk di lantai dengan baju kotor akibat tumpahan makanannya.


Teman-teman Alice menertawakannya tanpa berniat menolongnya.


Brein tahu bahwa salah satu mereka yang melakukan itu pada Alice.


Brein langsung membuka jaket yang digunakannya dan kemudian melewati kerumunan itu.


Brein mendekat pada Alice yang terlihat menangis dengan kepala tertunduk.


Ia kemudian memakaikan jaketnya pada tubuh Alice.


Seketika semua teman-teman Alice keheranan dengan apa yang dilakukan oleh Brein.


Mereka saling berbisik satu sama lain.


"Kau tidak apa-apa?"


tanya Brein pada Alice.


Alice perlahan menaikkan wajahnya, menatap wajah Brein.

__ADS_1


Ia kemudian melihat seragam yang digunakan oleh Brein.


"Aku tidak apa-apa Kak.


Kakak seharusnya tidak perlu menolongku."


Alice kemudian berusaha untuk berdiri.


Brein juga ikut berdiri.


Alice melepaskan jaket yang menempel di tubuhnya dan kemudian memberikannya pada Brein.


"Terima kasih Kak."


ucap Alice dan kemudian pergi dari sana.


Brein masih berdiri di tempatnya dengan menatap punggung rapuh itu yang perlahan mulai menghilang dari pandangannya.


Mata Brein kemudian menangkap Ell dan Kate yang baru saja datang.


"Ell, apa yang terjadi dengan Alice?


Apa teman-temannya mengganggnya lagi?


Kalau mereka tidak berhenti juga, aku akan melakukan perbuatan mereka pada Ayah.


Aku tidak bisa melihat Alice seperti ini terus.


Walaupun aku sudah berjanji pada Alice untul tidak memberi tahu Ayah."


"Kate, kau tidak perlu melakukan itu."


"Apa maksudmu Ell?


Apa kau sanggup melihat Alice diperlakukan buruk seperti itu terus?"


"Bukankah kalian Saudara Alice?


Kenapa kalian tidak melindunginya dan malah membiarkannya seperti itu?"


ucap Brein dengan nada menuntut.


"Apa maksudmu Brein berkata seperti itu?


Kami mencoba melindunginya.


Namun gadis itu selalu menolaknya."


ucap Ell.


Ell dan Brein berteman baik di sekolah walaupun mereka merupakan Senior dan Junior di sekolah namun hubungan mereka layaknya teman sebaya.


Mereka juga berada klub yang sama.


"Walaupun seperti itu, kalian seharusnya ada saat ia membutuhkan bantuan.


Dan kau sepertinya begitu membenci Alice Ell.


Aku tidak tahu mengapa kau bisa bersikap seperti itu pada Alice.


Bukankah Alice dan Kate bersaudara?


Mengapa perlakuan mu berbeda terhadap mereka berdua?"


"Seharusnya kau tidak perlu ikut campur dengan masalah Keluargaku Brein.

__ADS_1


Kau memang temanku, tapi kau harus menjaga batasanmu juga."


ucap Ell dengan nada marah.


Ell kemudian meninggalkan Kate dan Brein di sana.


"Brein, aku mohon maafkan sikap Ell.


Sejujurnya ia sama sekali tidak membenci Alice."


Kate kemudian meninggalkan Brein dan menyusul Ell dari belakang.


*Flashback Off


Sejak saat itu, Brein selalu mengawasi Alice dari kejauhan.


Bahkan saat pulang sekolah, Brein selalu berada di bus yang sama dengan Alice.


Ia juga mengikuti Alice dari belakang hingga gadis itu masuk ke dalam gerbang rumah.


Bertahun-tahun ia melakukan itu.


Namun sayangnya, ia tidak bisa mengawasi Alice setelah ia lulus SMA.


Brein diterima di perguruan tinggi Luar Negeri dan mengharuskannya meninggalkan Indonesia untuk sementara waktu.


Ayahnya dan Ibunya juga ikut bersamanya karena Kakek dan Neneknya tinggal disana juga.


Walaupun seperti itu, Brein selalu mendapatkan informasi soal Alice dari orang kepercayaan Ayahnya yang tinggal di Indonesia.


Selama berada di luar negeri, pikirannya selalu terpusat pada Alice.


Ia cukup lega saat mengetahui bahwa Alice telah mendapat teman laki-laki yang selalu menjaganya.


Dan setelah ia cari tahu, Pria itu memang benar-benar orang yang baik.


Hingga saatnya Brein bertekad untuk kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan kuliahnya.


Walaupun Ayahnya sempat tidak setuju karena memintanya untuk mengambil alih perusahaan keluarga mereka yang berada di sana.


Namun ia tetap bersikeras dan berkali-kali membujuk Ayahnya.


Hingga akhirnya Ayahnya menyerah dan setuju dengan keputusannya.


Dan sampai hari ini, hari dimana ia akhirnya bertemu dengan Alice untuk pertama kalinya.


Ia memang sengaja tinggal di apartemen yang sama dengan gadis itu dengan tujuan agar bisa berdekatan dengan Alice.


Ia juga sudah mengetahui pernikahan Alice dengan Ell.


Dan ia mengerti tujuan di balik pernikahan itu adalah untuk menyelematkan nama baik Keluarga Dakota.


Dan lagi-lagi Alice menjadi korbannya.


Ell pasti memperlakukan Alice dengan buruk mengingat Ell tidak menikah dengan gadis yang dicintainya yaitu Kate.


Brein bisa melihat bahwa sejak di bangku sekolah Ell sudah menyukai Kate.


Hanya saja pria itu tidak berani mengutarakan perasaannya.


Brein tidak tahan jika harus melihat Alice terus terluka.


Ia memiliki tekad untuk mempertemukan Alice dengan Ibunya.


Hanya saja ia masih belum mendapatkan informasi keberadaan Ibu Alice hingga saat ini.

__ADS_1


Itu adalah cara satu-satunya agar Alice bisa pergi meninggalkan Keluarga Dakota dan terlepas dari semua penderitaannya.


Ia akan membawa Alice pergi dari rumah itu!


__ADS_2