Sorry For Hurting You

Sorry For Hurting You
Menyatakan Perasaan


__ADS_3

Tidak terasa, Ell dan Alice sudah sampai di depan rumah.


Alice langsung memberikan kembali helm yang digunakannya pada Ell.


Ell menerima helm itu dan kemudian menghadap pada Alice.


"Kenapa tadi siang kau tidak menerima ajakan Rayn untuk mengantarmu pulang?


Sebenarnya kemana kau pergi hingga pulang malam seperti ini?"


Alice seketika diam membisu.


Ia tidak tahu harus mengatakan apa.


Pertama, ia juga bingung mengapa Ell bisa tahu bahwa tadi siang Rayn menawarinya pulang bersama.


Alice menatap wajah Ell yang terlihat seperti menuntut jawaban padanya.


"Kak, tadi siang aku..."


"Alice..."


Kalimat Alice terhenti saat suara Kate memanggilnya.


Alice dan Ell melihat ke arah sumber suara.


Terlihat Kate yang baru saja keluar dari mobilnya.


Gadis itu kemudian menghampiri mereka berdua.


Raut wajah ceria Kate berubah setelah melihat penampilan Alice.


"Alice, kenapa kau masih memakai seragam sekolah?


Apa kau baru pulang?"


"Iya Kak, aku baru pulang.


Tadi aku pergi ke suatu tempat.


Tapi aku lupa waktu, sehingga pulang terlambat."


"Hem, lain kali jangan seperti ini ya.


Kakak tidak mau kau kenapa-kenapa di jalan."


Alice tersenyum dan kemudian mengangguk.


"Kalau begitu, apa yang kalian berdua lakukan di sini?


Kenapa kalian belum masuk ke rumah?"


tanya Kate pada Ell dan Alice satu per satu.


"Tidak ada.


Aku akan duluan masuk."


Ell langsung melenggang masuk ke rumah Keluarga Dakota.


Alice menatap punggung Ell yang sudah masuk ke dalam rumah.


Tadi ia belum sempat menjawab pertanyaan pria itu.


Dan juga ia belum mengucapkan terima kasih karena sudah membawanya pulang.


"Alice, ayo kita masuk.


Di sini dingin.


Tidak baik jika kau berlama-lama di sini."


Alice mengangguk dan kemudian masuk ke dalam rumah bersama Kate.


Sesampainya di rumah, Laura langsung menghampiri Alice dan memeluk tubuhnya dengan erat.


"Bibi begitu khawatir padamu Alice.."


Ada rasa bersalah di hati Alice karena telah membuat Bibinya khawatir.


Laura kemudian mengurai pelukannya.


"Maafkan Alice ya Bi.


Alice sudah membuat semua orang khawatir.


Alice berjanji tidak akan seperti ini lagi Bi."


Laura mengelus pipi Alice dengan lembut.


"Yang penting sekarang kau sudah pulang sayang.


Bibi begitu lega karena Ell berhasil membawamu pulang."


Alice sekilas melihat ke arah Ell dan kemudian memegang tangan Laura dengan erat.


"Terima kasih Bi."


--


Saat ini Ell dan Kate sedang berada di balkon rumah, menikmati keindahan malam sambil minum teh hangat bersama.


"Aku senang, karena sekarang kau sudah bisa menerima Alice."


Kate melihat ke arah Ell yang kembali menyeruput tehnya.


Ell tidak menjawab ujaran Kate.


"Terima kasih karena telah membawa Alice pulang."


"Kau tidak perlu terima kasih padaku Kate.


Harusnya Alice yang mengucapkan terima kasih padaku."

__ADS_1


Kate terkekeh.


Ell memang memiliki sifat yang dingin dan kaku pada orang lain.


Namun saat bersamanya pria itu akan berubah menjadi orang yang berbeda.


"Iya aku tahu Ell.


Tapi aku mau mengucapkan terima kasih secara khusus padamu."


"Karena telah mengantar Alice pulang atau karena sudah menerimanya?"


Lagi-lagi Kate terkekeh.


"Jangan membuatku harus memukulmu Ell."


Ell tersenyum dan kemudian menghadap Kate.


"Kalau begitu pukul aku."


"Baiklah." ujar Kate dengan santainya.


Ia kemudian memukul lengan Ell, dan pria itu tidak bereaksi sama sekali.


"Apa aku memukulmu kurang keras, hem?"


Kate kembali memukul Ell, namun Ell hanya diam dan menatapnya dengan begitu serius.


Sampai-sampai Kate menghentikan perbuatannya.


Tiba-tiba Ell menyentuh tangannya dan menggenggamnya dengan erat.


Kate seketika merasakan getaran di hatinya.


"Aku ingin mengatakan sesuatu padamu Kate."


"Sesuatu? Apa itu?"


Kate begitu pesasaran apa yang ingin dikatakan Ell padanya.


"Aku...."


Kalimat Ell terputus setelah mendengar bunyi dering handphone Kate.


Kate melihat ke arah layar handphonenya dan kemudian melepaskan tangannya dari Ell.


"Sebentar Ell.


Ada panggilan dari Manajerku."


Ell mengangguk.


Kate membalikkan badannya dan kemudian menjawab panggilan itu.


Tidak terasa setelah menunggu beberapa menit, Kate masih mengobrol dengan Manajernya melalui telepon.


Namun walaupun begitu, Ell masih menunggu sampai Kate selesai.


"Apa yang ingin kau katakan padaku Ell?"


"Besok apa kau punya waktu?


Aku akan mengatakannya besok padamu pukul 3 di lapangan basket."


Kate mengangguk.


"Hem, aku bisa.


Aku sangat penasaran Ell. Apa yang akan kau katakan besok padaku?"


"Kau akan mengetahuinya besok.


Bersiaplah."


Ell mengacak rambut Kate dan kemudian berhambur pergi.


Kate tersenyum menatap punggung Ell.


Apa yang akan dikatakan pria itu padanya?


Keesokan harinya, di sekolah.


Alice keluar dari ruang perpustakaan.


Tiba-tiba matanya menangkap Ell berjalan di lorong sekolah yang tidak jauh darinya.


Alice berniat menghampiri Ell untuk mengucapkan terima kasih karena telah membawanya pulang semalam.


Alice melangkah mendekati pria itu.


Namun langkahnya terhenti saat melihat teman-teman Ell datang menghampiri Ell.


Ia mengurungkan niatnya.


Teman-teman Ell pastinya tidak akan suka melihat kehadirannya di sana.


Alice kemudian berbalik dan melangkah kembali ke kelasnya.


--


Ell berjalan menuju lapangan basket, dimana ia akan bertemu dengan kate di sana.


Ia melihat ke arah jam tangannya.


Waktu sudah hampir menunjukkan pukul 3 sore.


Sebenarnya tujuannya mengajak Kate bertemu adalah untuk mengutarakan perasaannya pada Kate.


Selama ini ia tidak pernah memberitahu Kate bahwa ia telah menyukainya selama bertahun-tahun.


Berharap bahwa Kate akan mengetahuinya sendiri.


Namun setelah beranjak dewasa, Ell pikir ia harus mengutarakannya pada Kate.

__ADS_1


Ia tidak mau kehilangan Kate.


Dan saat itu terjadi, ia akan pasti begitu menyesal nantinya.


Kate gelisah di tempat duduknya.


Sebentar lagi waktu menunjukkan pukul 4 sore, namun pekerjaannya belum selesai.


Ia masih harus melakukan pemotretan dan sayangnya pekerjaannya itu tidak bisa diundur.


Padahal ia sudah berjanji pada Ell bahwa ia akan datang ke lapangan basket, tempat favorit mereka.


"Apa yang harus aku lakukan?"


Kate kemudian menatap layar handphonenya.


"Benar, aku bisa meminta Alice datang ke sana.


Alice akan menyampaikan pesan Ell saat aku pulang nanti."


Kate langsung menghubungi Alice.


Sementara Alice sedang membersihkan kamarnya.


Tiba-tiba handphonenya berdering.


Alice mendekati handphonenya dan menjawab panggilan yang berasal dari Kate.


"Halo Kak.."


"Alice, Kakak ingin minta tolong padamu."


"Minta tolong apa Kak?"


"Kau pergi ke lapangan basket dan temui Ell di sana.


Ell ingin memberitahu Kakak sesuatu di sana.


Hanya saja Kakak tidak bisa datang karena pekerjaan.


Kau bisa menyampaikan pesan Ell saat Kakak pulang nanti."


"Baiklah Kak."


"Alice, segera datang ke sana.


Kakak tidak mau Ell menunggu terlalu lama.


Sebenarnya kami janji bertemu pukul 3 sore."


"Baiklah Kak.


Aku akan segera menuju ke sana."


Setelah panggilan terputus, Alice langsung bergegas pergi menuju lapangan basket.


Ia melangkahkan kakinya dengan cepat.


Dan benar, Ell sudah berada di sana.


Lebih tepatnya, Ell masih berada di sana.


Ell pasti sangat menantikan kedatangan Kate.


Ell mendengar suara derap langkah kaki.


Ia tersenyum dan langsung membalikkan badannya.


Namun senyumnya memudar saat melihat orang yang berdiri di hadapannya bukanlah orang yang ia harapkan datang.


"Kau.."


Alice menyadari perubahan raut wajah Ell.


Pasti pria itu sangat kecewa melihat kehadirannya.


"Kak Ell...


Kak Kate memintaku datang ke sini untuk mendengar apa yang ingin Kakak katakan.


Kak Kate tidak bisa datang karena pekerjaan Kak."


Ell terdiam sejenak.


Jujur ia kecewa mendengar hal itu.


Ia pikir hari ini Kate akan mengetahui apa yang dirasakannya selama ini.


Alice menatap Ell yang berdiri dengan tatapan kosong.


"Kak Ell, apa Kakak baik-baik saja?"


"Aku sendiri yang akan mengatakan padanya.


Pergilah." ucapnya dingin.


Ell berniat melangkahkan kakinya, pergi dari sana.


Namun suara Alice membuat langkahnya terhenti.


"Kak Ell...


Terima kasih untuk semalam."


"Hem.."


ucap Ell singkat dan kemudian pergi meninggalkan Alice.


Alice menatap punggung yang sudah berlalu dari hadapannya.


Kekecewaan terlihat dari raut wajah dingin itu.


Ia tahu bahwa selama ini Ell memiliki perasaan pada Kate.

__ADS_1


__ADS_2