
Keesokan harinya, Alice menghangatkan kembali makanan pemberian Laura untuk ia hidangkan sebagai sarapan.
Dan hari ini adalah hari libur.
Ell pasti berada di rumah seharian.
Alice tiba-tiba teringat dengan misinya untuk membuat hubungan Ell dan Kate kembali seperti semula.
(Hari ini aku harus melakukannya.
Dan semoga rencanaku berhasil.)
Makanan sudah terhidang di atas meja.
Dan kebetulan Ell keluar dari kamar dan berjalan ke dapur.
"Kak Ell aku sudah menyiapkan makanan untuk sarapat.
Makanlah selagi hangat."
Awalnya Ell hanya diam membisu, dan kemudian selanjutnya ia memberikan tatapan kesal pada Alice.
"Aku bisa mengambil makanan sendiri!
Kenapa kau harus repot-repot menghidangkan semua ini?
Bukankah sebelumnya aku sudah mengatakan padamu untuk tidak mencampuri urusanku?"
Alice bersikap tenang dan kemudian tersenyum.
"Bibi yang memintaku melakukannya Kak.
Dan aku tidak bisa menolaknya."
"Apa selamanya kau akan selalu berkutat pada ucapan Ibuku?"
"Aku tidak tahu Kak.
Untuk sekarang aku hanya ingin melakukannya."
Ell menghembuskan napas kasar.
Pria itu terlihat begitu kesal saat ini.
Ia kemudian berjalan menuju meja makan dan menarik kursi dengan kasar.
Alice tersenyum melihat Ell perlahan mulai menyantap makanan yang dihidangkannya di atas meja.
Ia kemudian memutuskan untuk pergi dari sana dan masuk ke dalam kamarnya.
Di dalam kamar, Alice sedang mengirimkan pesan pada Kate untuk datang ke apartemen Ell.
Alice memberikan alasan bahwa ia saat ini sangat membutuhkan bantuan Kate sehingga harus datang menemuinya.
Beberapa saat kemudian Alice mendapat balasan pesan dari Kate.
Alice tersenyum setelah membaca pesan Kate yang mau datang ke apartemen Ell untuk bertemu dengannya.
"Tuhan tolong bantu aku.
Aku ingin membuat mereka berbaikan lagi dan kembali seperti semula."
ucap Alice dengan penuh harap.
--
Alice melihat ke arah jam tangannya.
Sudah waktunya ia pergi karena sebentar lagi Kate akan datang kesana.
Hari ini Alice berencana mempertemukan Ell dan Kate tanpa sepengetahuan mereka berdua.
Kepergiannya nanti pasti mengharuskan mereka bertemu dan berbicara pastinya.
Alice kemudian membawa tasnya.
Ia berencana akan pergi ke rumah Ell untuk menemui Bibi Laura.
Di sana ia akan meminta Bibi Laura untuk mengajarinya memasak makanan yang setiap harinya dimasak oleh Beliau untuk mereka.
Tadi Pagi Bibinya itu juga kembali mengirimkan makanan untuk mereka lewat Pak Ransen.
Alice pikir ada baiknya jika ia sendiri yang memasak untuk Ell.
Walaupun nantinya juga harus mengatasnamakan Bibi Laura.
Karena Ell tidak akan mau makan jika ia tahu bahwa makanan itu buatan dirinya.
Alice keluar dari kamarnya.
Ia berjalan menuju pintu.
Sebelum keluar, Alice melihat ke arah kamar Ell yang tertutup.
(Aku harap nanti kau bisa menemukan kebahagiaanmu kembali Kak.)
__ADS_1
Alice kemudian keluar dari apartemen.
Beberapa menit kemudian, Kate sudah sampai di depan apartemen Ell untuk bertemu dengan Alice.
Kate menekan bel apartemen Ell.
Untuk beberapa saat pintu belum juga terbuka.
Namun saat ingin menekan bel kedua kalinya, pintu sudah terbuka hingga menampilkan Ell yang berdiri di hadapannya.
Pria itu terlihat terkejut melihat keberadaannya.
Sama seperti Ell, Kate juga terkejut karena sebelumnya ia pikir hanya ada Alice di apartemen mengingat Ell yang biasanya menghabiskan hari di luar saat hari libur.
Sebenarnya ia juga masih enggan untuk bertemu dengan Ell, yang nyatanya masih menjauhinya.
Walaupun jauh di lubuk hatinya, ia begitu merindukan sosok di depannya itu.
"Ell.."
Satu kata akhirnya keluar dari mulut Kate.
Matanya menatap tatapan datar dari pria yang dirindukannya.
"Untuk apa kau datang ke sini?"
ucap Ell dengan nada begitu datarnya.
"Ell, kau tidak akan mempersilahkan aku masuk dulu?
Kau memang benar-benar telah berubah."
ucap Kate dengan nada kecewa.
Ell kemudian membalikkan badannya dan meninggalkan Kate sebagai tanda bahwa ia mengizinkan gadis itu untuk masuk.
Kate masuk ke dalam apartemen Ell.
Langkahnya terhenti saat melihat Ell berdiri di ruang tamu dengan memunggunginya.
"Katakan, apa yang kau lakukan di sini!"
ucap Ell layaknya seseorang yang sedang menuntut jawaban.
"Aku ingin bertemu dengan Alice.
Tadi ia memintaku datang ke sini.
Dimana dia?
"Dia tidak ada di sini.
Dan aku tidak tahu dimana ia sekarang."
Kate mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan.
Sudah lama ia datang ke tempat ini.
Tempat yang selama ini ia datangi bersama Ell saat mereka berdua bosan di rumah.
"Sekarang pergilah!
Orang yang ingin kau temui tidak ada di sini!"
Kate menatap punggung Ell dengan tatapan senduh.
Ia begitu sedih mendengar kalimat Ell yang terdengar begitu tidak ingin melihat keberadaannya di sana.
Pria itu menyuruhnya pergi!
"Ell, kenapa kau menjadi seperti ini?
Kau sebegitu membenciku hingga memaksaku pergi dari sini?"
Terdengar kesedihan dari setiap kata terucap dari mulut Kate.
"Kau benar-benar telah berubah!
Selama ini kau tidak pernah menjauhiku seperti ini.
Bahkan kau tidak pernah bisa marah padaku.
Tapi sekarang, kau bahkan tidak ingin melihat wajahku."
Mata Kate perlahan mulai berkaca-kaca.
Kali ini ia tidak bisa mengontrol perasaannya lagi.
Ia tidak sanggup jika harus mendapat perlakuan seperti itu lagi dari Ell.
Ell mengepal tangannya dengan erat.
Sejujurnya ia juga tidak sanggup jika harus melihat Kate sedih.
Tidak lama kemudian, Ell mendengar suara isakan dari belakangnya.
__ADS_1
Dan ia tahu itu berasal dari Kate.
Gadis itu menangis karena dirinya.
"Kau tahu aku begitu terluka dengan sikapmu selama ini Ell.
Aku kira kau akan memaafkanku dan kembali seperti semula.
Tapi nyatanya kau terlihat begitu membenciku.
Aku tidak tahan dengan semua ini.
Belakangan ini aku selalu memikirkanmu.
Bahkan aku tidak bisa tidur karena memikirkan hubungan kita."
"Aku..
Aku..."
Kate tidak bisa melanjutkan kalimatnya.
Air matanya kembali keluar dengan deras.
Ia kemudian menutup mukanya dengan kedua tangannya.
Ell perlahan membalikkan tubuhnya dan melihat Kate yang saat ini sedang menangis.
Gadis itu pasti begitu terluka karena sikap buruknya selama ini.
Sungguh ia tidak suka melihat gadis itu menangis.
Ell tergerak untuk mendekat pada Kate.
Saat ini tekad yang ia buat sebelumnya untuk menjauhi Kate perlahan mulai menghilang.
"Kate..."
ucap Ell.
Kate tidak merespon panggilannya.
Ell kemudian menyentuh kedua tangan Kate yang menutupi wajahnya.
Hingga Ell bisa melihat air mata yang membasahi wajah Kate.
Perlahan Kate menaikkan tatapannya hingga dirinya bertatapan dengan Ell.
Tidak ada tatapan datar dan kemarahan lagi di sana.
Tatapan itu sudah kembali seperti dulu.
Ell menghapus air mata yang menempel di wajah Kate.
"Maafkan aku.
Maaf karena telah membuatmu menangis seperti ini Kate.
Aku sama sekali tidak berniat ingin menyakitimu.
Sama halnya dengan dirimu, selama ini aku juga begitu terluka.
Aku janji tidak akan melakukannya lagi."
Kate perlahan menyunggingkan senyumnya.
Ia kemudian langsung memeluk Ell dengan begitu erat.
Ell ikut membalas pelukan Kate.
"Aku mohon jangan seperti ini lagi.
Aku tidak mau kau menjauhiku lagi Ell."
"Hem, aku tidak akan melakukannya lagi."
Kate tersenyum dan menarik napas lega setelah mendengar kalimat Ell.
"Itu berarti kau sudah memaafkanku?"
tanya Kate.
Ell kemudian tersenyum dan mengangguk.
"Aku juga mintaa maaf atas sikapku padamu selama ini."
"Aku sudah memaafkanmu Ell."
"Terima kasih."
ucap Ell dengan begitu leganya.
Kate tersenyum dan memeluk Ell lebih erat lagi.
Ia tidak menyangka bahwa hari ini Ell akan memaafkannya.
__ADS_1
Ia begitu bahagia saat ini.