Suamiku Bukan Berandalan

Suamiku Bukan Berandalan
Bersama Naka


__ADS_3

“Coba cicipin! Enak nggak?” tanya Bening dengan wajah berbinar memberikan segelas minuman racikan yang dia buat. 


“Ssrepp...,” Daka pun menyeruput minuman yang Bening buat. 


Untuk sesaat Daka diam tanpa ekspresi meneguh minuman yang Bening buat. Bening kemudian, memicingkan matanya tegang menunggu respon Daka. 


“Ishh buruan, udah pas belum?” tanya Bening kesal ke Daka. 


Daka kemudian melirik Bening tersenyum dan sepersekian detik memberikan tanda jempol untuk Bening. 


Seketika itu Bening berjingkat girang dan tersenyum sangat manis. 


“Yeyyy..., yes berhasil!” 


“Ini baru paduan yang pas, nggak terlalu asam atau pedas, tapi segar!” jawab Daka. 


“Oke... siap produksi!” jawab Bening. 


“Siap dong!” jawab Daka memberikan dukungan. 


Daka sudah berkonsultasi dengan Nyonya Maria, di suasana festival akan ada banyak orang, dari berbagai penjuru. Jualan minuman merupakan ide yang cemerlang. Nanti mereka bisa bekerja sama dengan Bu Maria, Bu Maria kan sudah punya gerobak, dan juga jual makanan. Bening dan Daka minumanya. 


Akan tetapi, Bu Maria berpesan agar disarankan membuat minuman yang berbeda dari yang lain, sebab pedagang lain juga pasti akan banyak. Di suasana festival yang diutamakan adalah pelepas dahaga dan menarik. 


Karena modal Daka dan Bening minim, mereka pun mencari ide dengan berjualan minuman dari bahan- bahan yang tidak beli. Alias yang ada di sekitar. Tidak perlu memakai blender juga belanja banyak ke pasar, tapi mengandalkan buah- buahan dan rempah di sekitar Bening. 


Pemilik rumah yang dikontrak Bening adalah orang tua yang anaknya merantau, pekaranganya luas. Bening diperbolehkan mengolah tanahnya. Di sana ada pohon kelapa, jeruk, jahe, sereh juga kunyit. Entah dari mana idenya, Daka yang mengusulkan itu, bahkan Daka juga membawakan buku resep minuman untuk Bening. 


Jadi mereka hanya tinggal belajar membuat minuman itu dan berbelanja botol kemasan juga madu dan gula. Sudah 5 hari ini, Bening belajar membuat, awalnya terlalu pedas, juga mencolok salah satu, ada juga yang pahit, tapi karena Bening terus mencoba membuat paduan rasa akhirnya hari ini bisa membuat adonan yang segar. 


Dari kelapa muda, Bening mendapat tiga resep, kelapa muda ori, kelapa muda dengan gula, juga kelapa muda dicampur dengan jeruk. Dari jeruk juga ada yang ori dengan gula, dicampur dengan sereh, jahe juga dicampur- campur dengan semua percobaan dan rasanya bermacam- macam. 


“Kamu bantuin aku lho!” ucap Bening. 


“Iya!” jawab Daka tersenyum. 

__ADS_1


Selama beberapa hari ini, Daka dan Bening pun semakin dekat, mereka bekerja sama mencoba- coba membuat takaran dan ramuan minuman alam itu. Bening sama sekali tidak marah atau kesal, mereka berdua justru saling membantu dan Daka yang banyak mengajari Bening. 


Bening juga sama sekali tidak keberatan Daka tidur satu kasur denganya. Meski begitu, Daka masih terus menahan diri, karena Daka juga diam- diam memperhatikan Bening masih selalu membawa pembalut saat ke kamar mandi juga saat dia membuang sampah. 


Daka juga bertekad untuk tidak berlaku senonoh lagi tanpa Bening tahu. 


Akan tetapi hampir setiap malam, dan pagi, Daka sengaja memeluk Bening dan pura- pura tidur saat Bening bangun. Bening sama sekali tidak marah atau menepis tangan Daka. Bahkan pagi ini, saat Bening membuka mata dan begumam, Bening tidak langsung bangun atau menyingkirkan tangan Daka perlahan dan mengendap meninggalkan kamar karena malu, meski Daka tahu. 


Pagi ini Bening membuka mata sejenak. Daka merasakan hembusan nafas Bening dan gerakan tubuh Bening, Bening malah menghadap ke Daka dan menatapnya lekat. Daka yakin Bening sekarang sudah berubah dan menerimanya, hanya saja, Daka masih belum mempunyai keberanian. 


Daka ingin usahanya kali ini berhasil dan melihat Bening tersenyum bahagia, Daka ingin melihat wajah Bening yang bersinar dan bahagia dengan mata Beningnya. Di situlah Daka ingin mengungkapkan perasaanya dengan hati yang tulus dan menunaikan kewajibanya dengan penuh cinta, meminta haknya dengan kerelaan hati Bening memberikan haknya. 


“Ini cooler box punya  Bu Maria?” tanya Bening bersemangat begitu berhasil langsung bergegas bersiap memproduksi. 


“Iya..,!” jawab Daka. 


“Yakin dalam semalam kita mau buat 100 botol?” tanya Bening ke Daka. 


Daka membawa dua cooler box, dan satu cooler box untuk ukuran botol yang Daka bawa muat 50. 


“Oke!” jawab Bening. 


Malam itu mereka berdua pun bekerja keras. Setiap percobaan, Bening mencatat setiap takaran resepsnya. Dia pun memakai otaknya agar bisa menggandakan resepnya, meracik semua bahan yang sudah dia cuci bersih sedari


Sementara Daka yang merebus air manual, tidak dengan membeli air galon dan juga mempersiapkan packagingnya. Sekitar jam 8 malam semua resep sudah Bening buat, dan sudah mulai dingin. Daka dan Bening pun bekerja sama membungkusnya dan memasukan ke lemari es, sampai pukul 12 malam. 


“Hah... terima kasih Tuhan, selesai!” ucap Bening dengan merentangkan tanganya merasa sangat lega. 


“Iya... ayo kita tidur agar besok tidak kesiangan!" ucap Daka.


Bening dan Daka pun beranjak tidur. Karena lelah, waktu pun berjalan begitu, seakan mereka baru memejamkan mata dan matahari sudah terbit. Alarm ponsel Bening pun berbunyi nyaring dan membuat Daka dan Bening bangun.


Mereka pun segera bersiap mengemasi barang dagangan mereka. Walau Daka sudah meminjam dua cooler box tapi mereka hanya bisa membawa satu. Itu saja dengan bersusah payah dan Bening menyewa becak untuk membawanya.


Kurang lebih satu jam mereka sampai ke acara festival. Daka dan Bening pun menghampiri tempat Bu Maria berjualan dan Bening ikut nimbrung di situ.

__ADS_1


Mereka mengambil tempat di bawah pohon di sisi lapangan tempat festival itu diadakan.


"Pagi Bu Maria!" sapa Daka.


"Pagi... kok baru datang. Dari tadi udah banyak yang nanyain minuman lho!" tutur Bh Maria


"Kan jauh Bu!" jawab Daka.


Bening dengan malu- malu pun menyapa Bu Maria dan berkenalan.


"Ini istrimu?" tanya Bu Maria.


Bening pun menunduk malu.


"Iya!" jawab Daka percaya diri.


"Bening!" ucap Bening bersalaman.


"Cantik, pekerja keras, kamu beruntung Daka!" ucap Bu Maria.


Bening dan Daka pun saling tatap dan tersipu. Lalu obrolan mereka pun teralihkan dengan pembeli. Karena sudah banyak pengunjung pembeli mulai banyak.


Satu persatu dagangan Daka dan Bening ataupun Bu Maria laku. Akan tetapi dagangan Bening yang laku cepat yang es kelapa, dan lemon, untuk yang ramuan belum terjual.


"Kita coba masuk ke kerumunan dan kita tawarkan ke sana yuk!" ajak Daka memberi ide untuk lebih aktif menawarkan dan berkeliling.


"Boleh!" jawab Bening bersemangat.


Daka dan Bening pun setuju masuk membelah ke kerumunan.


"Minum.. minumaan. Minuman segar dan sehat. Minum Kak...," tutur Bening dengan semangat dan membuang rasa malu. Bening menwawarkan ke semua penonton yang dia temui.


"Kak Gita?" pekik Alika menoleh ke Bening


"Gleg!"

__ADS_1


Bening langsung membeku dan terdiam saat orang yang dia tawari minum adalah adik tirinya. Terlebih Alika datang bersama Naka.


__ADS_2