Suamiku Bukan Berandalan

Suamiku Bukan Berandalan
Putri Camillia


__ADS_3

Daka tersenyum nakal melihat Bening malu- malu pergi meninggalkanya. Padahal mereka berdua sudah sama- sama terbuka, merelakan Daka melihat dan menyentuh seluruh tubuhnya tanpa seinci pun terlewat, begitu juga Daka yang membiarkan Bening bebas melakukan apa yang Bening mau terhadapnya.


"Tunggu ya Sayang!" batin Daka.


Daka pun mengerti hari masih sore, mereka kan juga belum makan setelah selesai berjualan lalu pulang tidur dan berenang di sungai hingga mengeluarkan segenap tenaganya untuk menjebol gawang kesucian.


Untuk memanjakan Bening agar Daka malam ini masih mandapatkan apa yang dia mau, Daka tidak menyusul Bening. Dia memilih menyambar pakaian yang baru dicuci dan masih menggantung di jemuran.


Daka stay di dapur, memasak air. Entah bagaimana ceritanya tapi di ingatan Daka, Daka seperti sering melihat orang memasak dan pandai merasai berbagai bumbu dan masakan.


Daka pun menyiapkan makan malam untuk dirinya dan istrinya. Sebagai bekal tempur nanti malam.


****


Sementara Bening, sesampainya di kamar langsung duduk menghela nafasnya.


Bening kemudian memeluk tubuhnya sendiri dan tanganya terulur menyentuh miliknya.


"Ya Tuhan... aku sekarang sudah tidak gadis lagi. Hoh... aku mencintainya. Aku tidak salah kan? Dia suamiku kan?" gumam Bening wajahnya masih panas dingin.


Rasanya masih seperti mimpi, tidak butuh waktu berbulan- bulan. Bening sudah merelakan hidupnya pada pria asing yang tiba- tiba nongol di depanya bak siluman.


Sementara Naka yang dia cinta dalam diam- diam selama bertahun- tahun hilang begitu saja dalam ingatan karena Bening tak ingin menanggung luka lebih lama.


"Huuuft.., aku sekarang istrinya dan dia suamiku. Aku juga tidak ingin kehilangan dia!" batin Bening lagi bertekad.


Bening kan sudah menyerahkan dirinya, tentu saja Bening juga ingin bahagia dan mendapatkan harga yang setimpal dari cintanya. Bening yakin Daka akan memenuhi perkataanya dan mewujudkan itu.


Bening pun segera bergegas mengenakan pakaian, baju tidur dengan dress cantik berwarna kuning. Rambutnya yang baru saja dibilas ia biarkan terurai. Bening kan miskin jadi tidak punya hairdryer. Bening memoles wajahnya sedikit dengan sapuan bedan dan lipstik, Bening juga ingin terlihat cantik di depan suaminya.


Setelah rapih Bening pun membuka pintu kamarnya hendak menemui suami tampanya.


Begitu keluar, tercium aroma bawang goreng yang menggugah selera makan. Bening jadi tercengang dan penasaran apa yang Daka masak.


"Daka...," pekik Bening melihat Daka sedang menabur beberapa simpanan sayuran Bening di kulkas.


"Halo Sayangku. Udah mateng nih. Makan yuk!" ucap Daka tersenyum ke Bening.


Daka terlihat sangat tampan dan menawan saat tersenyum begitu dan membuat Bening mendadak dheg- dhegan.


Bening jadi gelagapan.


"Kamu masak apa?" tanya Bening.


"Sup ayam.. aku nemu, kamu masih simpan daging ayam di freezer!" jawab Daka.


"Kamu bisa masak ayam?" tanya Bening heran.


"Ck.. suami tampanmu ini serba bisa. Kamu pasti akan ketagihan memakanya!" jawab Daka percaya diri.


Mendengar sikap Daka yang kumat sombongnya, dheg- dhegan Bening jadi hilang lagi berganti kesal gatal ingin mengejek.

__ADS_1


"Ck.. sombong. Paling enakan masakanku!" jawab Bening.


"Yeeeh nggak percaya. buktikan sendiri ya! Yuk sikat. Tunggu aku sajikan dulu!" jawab Daka.


"Oke.. paling keasinan. Awas aja kalau ayamnya, masih amis ya!" ucap Bening lagi.


"Dijamin enggak, pokoknya sedep!" jawab Daka.


Bening masih mencibir dan berlenggang ke ruang tamu sekaligus ruang makan. Bening memilih menyalakan televisi bak anak manja yang membiarkan Daka sibuk sendiri menyiapkan makan malam.


Daka tentu saja sangat semangat masak sebab hendak meminta imbalan. Daka pun dengan telaten, mengambilkan piring untuk mereka berdua, membawakan nasi juga sopnya, tidak ketinggalan minumnya.


Setelah tersaji Daka sendiri tampak tidak sabaran mengambil dan hendak minum, bahkan makan duluan.


Bening jadi heran, Daka awal datang kan tampak gengsian dan sangat tertata, kenapa sekarang rakus.


Diperhatikan Bening Daka yang sedang mengunyah langsung mendelik.


"Kenapa cuma liatin. Enak kok enak. Nih cicipin!" ucap Daka lalu mengambil kuah supnya dengan sendoknya dan menyuapkan ke Bening.


Bening yang menatap heran, karena sudah disodorkan ke depan mulutnya mau tidak mau, menelan suapan Daka.


"Srrup...," Bening menyeruput kuah sup Daka.


Daka langsung tersenyum.


"Enakan?" tanya Daka.


"Kok kamu bisa masak sup dan pas gini?" tanya Bening jujur mengakui kehebatan Daka.


"Hemmm...," Daka langsung berdehem percaya diri. "Jangan panggil aku Daka kalau nggak bisa nglakuin apa- apa!" jawab Daka.


"Ish..baru juga bisa masak doang. Sombong!" desis Daka.


"Beneran, kamu akan syok melihat kejutan dariku yang lain!" ucap Daka.


"Kejutan apa?" tanya Bening.


"Cup!" Daka yang sudah menelan makananya secara cepat mencuri cium pipi Bening dari samping.


"Iih!" pekik Bening mencubit manja Daka.


Daka kemudian mengambil suapan nasi dan sayuran lagi


"Aak," ucap Daka menyuapi Bening


Mangkok dan piring yang tadinya Daka ambilkan untuk Bening pun menganggur karena akhirnya Bening disuapi Daka.


****


Putri Camilia dan anak buahnya langsung bergegas menuju istana Pavilliun tempat Putri Aille tinggal.

__ADS_1


Para pengawal di depan istana Putri Aille langsung mencegat mobil Putri Camilia sebab Putri Aille tidak sembarangan bisa ditemui.


"Kalian tidak tahu siapa aku? Jangan halangi jalanku!" ucap Putri Camilia sombong, tatkala penjaga Putri Aille bertanya


"Maaf Nona Camilia. Putri Aille tidak bisa diganggu!" ucap Penjaga.


"Aku calon kakak iparnya. Aku datang membawa kabar tentang Pangeran Abe. Katakan padanya!" ucap Putri Camilia.


Para penjaga istana Putri Aille saling pandang.


"Sebentar Nona. Akan saya beritahu Putri dulu!" jawab salah seorang di antara dua penjaga.


Camillia pun hanya melirik dan memalingkan wajah angkuhnya dari penjaga itu. Mereka tampak memencet sebuah tombol yang terhubung ke kamar Putri Aille. Putri Aille yang sedang melukis mendengar kata Pangeran Abe langsung bersedia ditemui.


Pagar canggih di istana itu pun terbuka otomatis dan Putri Camilia beserta rombongan langsung masuk.


Putri Aille tampak duduk di ruang santai menghadap ke taman yang dihiasi lampu indah, dengan memegang kuas dan perlengkapan lukis di depanya. Separuh sketsa wajah Pangeran Abe berhasil dia lukis.


Putri Camilia turun dari mobil nya dan mengangkat tangan sebagai kode memerintahkan pengawalnya membiarkan Putri Camilia berdua bersama Putri Aille.


"Selamat malam Putri!" sapa Putri Camilia membungkukan separuh badanya memberi hormat pada Putri Aille sang Putri kesayangan dari Raja di negeri itu. Walau Putri Camilia lebih tua, tapi Putri Camilia adalah putri salah satu perdana menteri yang kastanya lebih rendah.


"Hmmm... Waktuku tidak banyak. Tolong jangan membual hal yang tidak penting!" ucap Putri Aille ketus, bahkan tidak menoleh ke Putri Camilia.


Putri Aille dengan rambut hitam legamnya yang panjang, masih duduk tegak menghadap ke papan lukisnya.


Ya. Putri Camilia adalah calon Pangeran Abe yang dipilihkan oleh istri muda raja, yang Putri Aille benci. Itu sebabnya Putri Aille tidak suka dengan Putri Camilia.


"Tidak bisakah, kita berbicara lebih dekat Putri?" tanya Putri Camilia percaya diri hendak pedekate terhadap adik kesayangan Pangeran Abe.


"Apa katamu? lancang sekali kamu memintaku baik padamu? Hh.." jawab Putri Aille masih ketus.


"Kita memang tidak dekat, tapi kita sama- sama menyayangi dan merindukan Pangeran Abe kan?" tutur Putri Camilia merayu lagi.


"Tak!" Putri Aille kesal dan menaruh kuasnya kasar.


"Jangan rusak suasana hatiku. Cepat katakan apa maksud kedatanganmu!" ucap Putri Aille kasar masih enggan menoleh


"Pangeran Abe masih hidup. Aku bertemu denganya. Tapi sepertinya dia lupa ingatan!" ucap Putri Camillia.


Putri Aille langsung berbalik arah dan menatap Putri Camillia.


"Jaga ucapanmu, Camilia!" jawab Putri Aille menatap Camilia tajam, mengancam Camilia untuk jangan bermain- main.


"Aku serius. Aku ingin mengajakmu. Ayo kita temui dia. Kamu bisa lihat sendiri dan pastikan dia Pangeran Abe!" ajak Putri Camilia


****


Oh ya.. barangkali ada yang punya aplk lain selain NT. Ini napen dan karyaku yaa. Mampir dan tinggalin jejak. Makasih


__ADS_1


__ADS_2